Al Dan Karan

Al Dan Karan
30.Makan malam


__ADS_3

Karan tengah berdiri didepan gerbang rumah seseorang yang saat ini tidak ingin ditemuinya.Siapa lagi kalau bukan Al.


Kalau bukan karena Mamanya yang memaksa untuk mengantarkan kue ini,dia tidak akan mau ke rumah ini.


Suara wanita dibelakang Karan membuatnya menoleh."Eh Karan,kok bengong di sini,ayo masuk!"


Karan hanya tersenyum kecut dan mengangguk.Sedangkan Lelita memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


"Eumm..tante ini ada kue dari Mama,semoga tante suka yaa."


"Pasti suka,kue buatan Mama kamu tidak pernah gagal.Salamin makasih ya buat Mirna."


"Iyaa Tante.Karan pamit dahulu ya."


Lelita memegang lengan Karan, mencegahnya untuk beranjak dari situ."Ih kok buru buru sih,ayo makan dahulu nih Tante bawa makanan banyak."


"Emm,tetapi-"


"Eitss..Tante tidak nerima penolakan apapun ya,ayo masuk."


Dengan terpaksa Karan ikut masuk.Karena dia merasa tidak enak kepada Tante Lelita yang sudah mengajaknya.


"Eh,ada kamu juga.Wah pas sekali."


Karan mengerenyit saat mendengar kata 'kamu' yang diucapkan Lelita didepannya.


"Ayo ran masuk!"


"Sebentar tan-" ucupan Karan menggantung di langit saat melihat Al dan Ralina tengah duduk bersampingan.Belum sampai disitu,tangan Al tampak mengengam tangan Ralina yang langsung dilepaskan saat Karan melihat hal tersebut.


"Kok pada bengong di sini ayo masuk.Kita makan yuk, Tante udah bawa banyak makanan tadi."


Karan langsung mengikuti Lelita.Sedangkan keduanya masih terdiam di tempat,entah tengah membicarakan apa.


"Tante,Karan bantu ya?" tawar Karan

__ADS_1


"Ah,boleh makasih Karan."


"Itu temannya Al siapa namanya Tante lupa?" tanya Lelita, ditengah kegiatan mereka menata makanan.


"Ralina Tan," jawab Karan


Lelita mengangguk mengerti.


Harusnya tadi Karan menolak perintah Mamanya kalau begini kejadiannya.Dia merasa bukan siapa siapa disin,dan pasti itu sanggat menganggu bagi mereka berdua.


"Oiya Tan, Ralina sering main kesini?"


"Ah,iya namanya Ralina,lupa Tante.Sering kok biasanya sama Al."


Karan ber oh ria sebagai jawaban.Meskipun kini hatinya sedang tidak sebaik kelihatannya.


Satu pertanyaan kembali terbesit di kepalanya.'Sepenting itu Ralina?'


"Oh iya Karan,tolong kamu panggilin mereka ya." pinta Lelita


Karan mengiyakan ucapan Lelita dan segera menuju ruang depan,dengan terpaksa.


Karena merasa namanya dibawa-bawa Karan menghentikan langkahnya dan memilih menguping pembicaraan mereka berdua.


"Satu lagi,Gue cuma suka sama lo,bukan Karan dan tidak akan pernah suka sama tu cewek.Dia bukan tipe gue banget,dia cuma cewek yang hobinya nyari masalah,ya lo tau sendirilah dia bagaimana."


Ralina tersenyum puas.


Karan mengepalkan tangannya,kalau dia tidak ingat di mana dia berada.Mungkin sekarang dia akan mencaci Al didepannya.Karan mengatur nafasnya dan berusaha terlihat baik baik sebelum akhirnya kakinya melangkah memasuki ruang Depan.


"Dipanggil Tante buat ke ruang makan." Ucap Karan datar tanpa ada sedikit nada hangat diucapannya.


Mereka berdua mengikuti Karan dari belakang.Al dengan sengaja merangkul pundak Ralina.Ralina sedikit terkejut,namun akhirnya dia tersenyum kecil melihat perlakuan Al.


"Nah ayo makan!" sambut Lelita.

__ADS_1


Karan tersenyum kecil dan duduk disamping Lelita, berhadapan langsung dengan Al.Mereka semua mulai makan dengan suasana hening.Hanya gesekan sendok dan piring yang menjadi suara latar belakang makan malam tersebut.


"Eh,iya kalian bertiga kan satu sekolah.Sering sering ya main kesini.Biar Tante tidak kesepian." Ucap Lelita disela sela makannya


Refleks Ralina dan Karan saling bertatapan.Saling mengirim sinyal tak enak lewat tatapan itu.Karan memutus tatapannya terlebih dahulu.


"Diusahain Tante." Jawab Ralina sopan


Lelita tersenyum antusias."Kamu Karan?"


"Nanti ya Tante kalau Karan enggak sibuk."


"Al,sering sering ajak Karan juga ih main kesini."


Mendengar hal itu Al dan Ralina langsung menatap Karan, sedangkan yang ditatap malah membuang muka.Nafsu makan Ralina seketika turun mendengar pernyataan yang baru saja diucapkan oleh Mama Al.Seolah mengerti,Al mengelus telapak tangan Ralina sebentar.


"Dia sibuk les Matematika Ma tidak mungkin bisa." kata Al membuat Karan mendongak.Karan cukup peka dengan maksut yang Al katakan barusan.Atau bahasa kasarnya cowok itu tidak mau mengajak Karan.


"Ya tetapi masa les tiap hari."


"Karan sekarang juga ikut organisasi Tante." Ucap Karan beralibi.


"Wah bagus,Ralina juga kan?"


"Iya Tante." Jawab Ralina tersenyum sopan


"Dia wakil osis Ma,osis tahun ini makin maju daripada tahun sebelumnya gara gara dia." Al membanggakan Ralina terang terangan didepan Mamanya dan Karan.


"Ah,enggak itu juga berkat kerja sama semuanya kok." sanggah Ralina


Mama Al tersenyum lebar,lalu kembali menoleh kearah Karan."Kamu masih aktif jadi model sekarang?"


Karan yang ditanya menggelang pelan."Udah enggak Tante, semenjak kejadian itu Karan udah mutusin buat berhenti sementara."


Al mengernyit mendengar kata kejadian dari ucapan Karan barusan.Apa maksut kejadian tersebut,apa Mamanya tau.

__ADS_1


Lelita mengusap kepala Karan lembut."Padahal dahulu kamu berbakat banget loh dalam bidang model.tetapi,apapun keputusan kamu semoga itu yang terbaik ya."


Ralina membuang muka malas ketika melihat Karan yang tersenyum.Ralina merasa Mama Al lebih memihak Karan daripada dirinya.


__ADS_2