Al Dan Karan

Al Dan Karan
16.Kesekian kalinya


__ADS_3

"Bu Tari kalau masalah nyiksa murid pake soal emang jagonya,susah banget," keluh Aura


"Ya karena emang lo nggak belajar!" sahut Nana


"Emang lo belajar?"


Nana nyengir sambil mengelang, membuat Aura berdecak sinis.


"Kira kira gue bisa nggak ya dapat nilai 80?" tanya Karan kepada dua sahabatnya


"Bisa sih gue yakin lo bisa,lo tuh sebenarnya pintar ran cuma karena ketularan virus malas kita lo jadi ikutan malas." Jawab Nana sebelum ia memakan sotonya


"Kita?lo aja kali na!" seru Aura tak terima, "Lagian nih Ran,masih banyak cowok yang suka sama lo banyak cowok yang lebih dari Al.Itu cowok cuma bisanya nyakitin lo doang."


"Banyak yang lebih dari dia dan gue tahu itu,tapi hati gue stuck di Al ra,gue harus gimana?"


"Lupain dia lah,buktiin kalau lo bisa tanpa dia.Kayak dia yang paling cakep aja." ujar Aura mengebu gebu


"Lah Al kan emang cakep ra,gue sayang sama dia ih susah move on-nya."

__ADS_1


"Percuma lo nasehatin orang yang lagi bucin nggak bakal ngaruh juga!" protes Nana membuat Karan mengerucutkan bibirnya.


"Udahlah ran nggak pantes banget lo manyun manyun kayak gitu, mending lo habisin makanan lo sebelum tu makanan pindah alih ke perut gue."


"Gitu katanya mau diet,Pret!" ejek Karan sontak mendapat pelototan mata dari Aura.


Ketiganya kembali makan Nana tetaplah Nana,cewek yang mulutnya paling tidak bisa diam.Dari tadi ia terus saja mengoceh panjang lebar.Berbeda dengan Aura yang sibuk bermain ponselnya,sesekali dia mencibir ocehan Nana.Jangan ditanya bagaimana Karan,raut khawatir nampak jelas di wajahnya takut tajut dia tidak bisa mendapat nilai 80 yang dijanjikan.


"Rann woi itu bukannya Bang Al?" tanya Nana yang berhasil membuat Aura dan Karan kompak menoleh kebelakang dan benar saja Al bersama teman temannya dan... Ralina.


"Dih,paan sih bang bang segala lo!"


"Iri bilang boss!papale papale~" Nana mulai kumat


"Jangan dengerin Aura,lo tuh harus maju kalau lo diem doang disini ya lo otomatis bakal kalah sama Ralina.Inget ran yang selalu ada bakal kalah sama yang didekat."


Aura menatap Nana didepannya dengan jengkel "Botol saos lo jangan kompor deh!"


"Gue bener loh ra,ema-"

__ADS_1


Ucapan Nana terpotong karena kini Karan beranjak dari tempatnya dan pergi menuju tempat duduk Al beserta teman temannya dan Ralina.


Sedangkan di ujung pojok Aura terus saja mengumpat pada Nana "Gila ya lo nanti kalau dia sakit hati lagi gimana?"


"Aura yang buriq nan judes,Karan udah gede bukan anak kecil dia tahu resiko dari mencintai adalah patah hati.Toh tanpa gue suruh pasti dia bakal kesana."


"Gue cekik lo kalau sampe dia balik balik nangis!"


"Pantes jomblo akut galak banget!" cibir Nana


"Ngaca ogeb!"


"Hai Al!" sapa Karan hanya kepada Al


Ketiga teman Al yang tak enak dengan Karan karena Al mengacuhkannya kompak menjawab sapaan Karan.


Karan hanya tersenyum miris melihat bagaimana Al benar benar membencinya,ia lebih menyukai sosok disampingnya itu.


"Mending lo duduk deh Ran," kata Farel membuat Karan duduk tepat didepan Al disamping Farel.

__ADS_1


Al seoalah mengacuhkannya dan sibuk berbicara dengan Ralina.Bahkan tak biasanya Karan susah berbicara seperti ini,biasanya cewek itu selalu mengekspresikan sesuatu dan bahkan tak pernah berhenti berbicara.


"A-al gue sayang lo!"


__ADS_2