
Bel istirahat sudah berdering dari tadi.Karan bersama kedua sahabatnya tengah duduk di meja kantin menikmati makan siang mereka.
"Eh,Al sama Ralina tuh." Kata Aura sambil menyenggol pelan lengan Karan.
Karan langsung mendongak,benar saja kini meja mereka berhadapan dengan meja Al juga Karan.
"Ran, cemburu nggak? cemburu nggak? cemburu lah masa enggak."
Karan menoyor kepala Nana membuat cewek itu mengumpat.
"Dia pikir dia doang yang bisa kayak gitu,gue juga bisa kali." ucup Karan mantap.
"Emang lo mau ngapain?pliss jangan aneh aneh." ragu Aura
"Tenang lo liat aja gue."
"Deann!" teriak Karan membuat hampir seisi kantin menolah sebentar padanya.
Dean yang merasa namanya dipanggil segera menghampiri meja Karan."Kenapa ran?"
"Duduk sini aja,gue sengaja kosongin tempat buat lu duduk." Kata Karan dengan suara yang sengaja dikeraskan.
Dean tersenyum dan segera duduk disamping Karan.Melihat hal itu, Aura dan Nana langsung saling kode lewat mata.
"Eh Na,panas disini kita pindah ke samping sana yuk.Katanya tadi lo juga mau bilang sesuatu ke gua empat mata kan!" Ajak Aura sambil membawa nampan makanannya.
__ADS_1
Nana mengikuti Aura dari belakang sambil tersenyum kecil kearah Karan."Ah,iya kuy lah."
Sepeninggal mereka Karan menoleh kearah Dean."Lo nggak pesen makanan?"
"Iya ini baru mau,lo nggak nitip sekalian?"
"Boleh es teh aja yaa,nggak usah pake gula soalnya lo udah manis." jawab Karan dengan suara yang lagi lagi sengaja dikeraskan agar Al dan Ralina mendengar.
Dean tersenyum senang,cowok itu mengacak-acak rambut Karan sebelum benar benar pergi.
Al memutar bola matanya malas mendengar ocehan cewek itu.Sengaja Al menyuapi Ralina, membuat Ralina heran dengan perlakuan Al.Namun gadis itu tetap membuka mulut.
Sebagian cewek dikantin yang melihat cowok dingin itu menyuapi Ralina membuat mereka baper sendiri.Padahal ini hanya adegan menyuapi, tapi entah mengapa apabila Al yang melakukan hal itu menjadi sanggat langkah dan istimewa.
Ralina melirik sekilas kearah Karan ingin melihat reaksinya.Benar saja seperti dugaan Ralina.Karan mendengus kesal dan membuang muka kearah lain dan bertepatan dengan datangnya Dean bersama nampan berisi makanan.
"Ah,enggaa kok santai aja."
"Oh iya gue beliin lo siomay ngga pake sambal kan?"
"Duhh Dean tau banget apa yang gue suka, makasih yaa.Ga heran sih kalau Lo dijadiin cowok idaman sama cewek cewek lain."Karan kembali mengencangkan suara,hal tersebut membuat Ralina melirik dan Al makan makanannya malas.
Dean tersenyum senang baru pertama kali ini Karan bertingkah seperti ini."Ah,bisa aja tapi gue maunya jadi cowok idaman lo,bukan cowok idaman cewek lain sih."
Al yang mendengar itu refleks tersedak, Ralina dengan cepat memberikan Al air minum.Karan melihat hal itu dengan ada sedikit perasaan puas.Pertanda sedari tadi Al mendengarkannya berbicara.
__ADS_1
Selesai minum Al menaruh gelasnya dan mengusap kepala Ralina disertai senyuman."Makasih ya lo cewek yang paling bisa ngertiin gue."
Karan memutar bola matanya, sembari mengaduk minumannya.Apa selama ini Karan belum jadi cewek yang pengertian buat Al.Ah lupa, boro boro Karan jadi cewek pengertian dimata Al.Kalau ternyata dimata Al hanya ada Ralina.
"Hey kenapa?" tanya Dean
"Enggak kok," jawab Karan pelan
"Ohh oke, kalau ada apa apa bilang ya."
Karan hanya mengangguk mengiyakan.
Disisi lain, Al melihat Dean yang tampak tengah berbincang akrab dengan Karan.Membuat hatinya kembali merasakan sedikit perasaan yang namanya cemburu.Tapi Al selalu menepis perasaan itu menganggap bahwa itu bukan cemburu.
"Lo liat nggak sih perdebatan sengit disana?" tanya Devon.
"Enggak,gue liat ayang Aura."Jawab Reonal tanpa perasaan bersalah
"Dih bucin banget sih lo." sinis Farel
"Daripada lo,homo."
"Mulut lo belum pernah di cocol make sambal 10 sendok ye."
"Lo berdua ribut mulu,akur kek sekali kali." Devon berusaha menengahi.
__ADS_1
"Ogah!" jawab Reonal mantap
"Cih,najis."