Al Dan Karan

Al Dan Karan
8.Sakit


__ADS_3

Bukan Karan namanya kalau gampang menyerah ia mati matian belajar Matematika selama berberapa minggu ini.


Jangankan mengerjakan matematika,berusaha buat di dapetin Al yang dinginnya seperti kulkas dua pintu saja ia lakukan.


Malam sebelumnya ia rela bergadang hanya untuk sebuah drakor,kini berbeda malamnya ia habiskan untuk mencoba dan mempelajari soal soal matematika.


Jamkos yang dulunya sering Karan gunakan tidur atau bergosip ria dengan teman temannya,Kini berubah dengan memplajari dan mencoba soal soal matematika.


"Ra,kayaknya sahabat kita satu ini kerasukan jin dah," Sindir Nana,duduk didepan Aura dan Karan


Aura memutar bola matanya, "Ck,kayak lo nggak pernah lihat orang bucin aja."


"Berisik lo setan," Sahut Karan,fokusnya masih terarah kepada buku Matematika dihadapannya.


"Si Karan lo apain sih,sampai dia jadi berusaha banget buat pelajaran matematika,biasanya mana pernah dia kayak gini." Bisik Yoga,teman sebangkunya sekarang.


Refleks Al menolehkan kepala ke belakang dan benar saja.Disana ia dapat melihat Karan dengan serius menghitung sesuatu.


Disisi lain Al kagum dengan Karan,dia termasuk perempuan yang tidak mudah menyerah begitu saja.


Banyak perubahan di kehidupan Karan semenjak perjanjian mereka di perpustakaan waktu itu.Seingin itu kah Karan berjalan jalan bersamanya.


...


Seorang gadis dengan piyama pink berbaring lemah di kasur.Wajahnya yang pucat,tidak menghilangkan kecantikannya.


"Karan,makan dulu sayang!" perintah mamanya.Wanita paruh baya itu memberikan Karan semangkuk bubur ayam.


Karan duduk dan mulai memakan bubur.Bubur itu terasa hambar saat bersentuhan dengan lidahnya.


"Besok lagi jangan kecapekan kayak gini,kalau capek istirahat jangan dipaksakan.Waktu tidur kamu berantakan ran,makan kamu juga." Omel Mamanya, "Emang kamu bisa sampai gini kenapa?drakor?"

__ADS_1


"Ih Mama Nething mulu,Karan lagi berusaha supaya nilai ulangan matematika Karan dapet 80."


"Belajar boleh,tapi jangan sampai kecapekan kayak gini dong.Kamu manusia bukan robot yang harus terus bekerja ran."


Karan menghela nafas pelan, "Mamaku Sayang,Mama nggak kerja?udah jam 8 loh ma ini."


"Tapi kamu nggak papa dirumah sendiri?"


"Iya Mama,Karan cuma sakit panas doang bukan sekarat kok."


"Hust,mulutnya."


Karan nyengir tak berdosa.


Sepeninggalan Mamanya,cewek itu segera menghabiskan kembali buburnya dan mengaktifkan ponselnya.


Benar saja ribuan notifikasi chat mulai bermunculan,dari grub kelas sampai grub gengnya.


Nana: @Karan woii lo sakit beneran ****?


Aura: Ntar Kuburan lo mau di taburin bawang goreng atau serbuk marimas?


Nana: Taburin berlian aja


Karan: Si Nana sebelas dua belas kayak emak gue,nething mulu heran gue.


Karan: @Aura @Nana Moms kamu tega ya sama aku!


Aura: Maap maap nak,ini jari emang kadang suka nggak ada akhlak.


Nana: @Karan Aneh aja gtu cewek kayak lo bisa sakit segala.

__ADS_1


Karan: Anjirr


Aura: Heh ran,lo ini sakit bisa bisanye masih main hp lo ye,fix ni anak sakit boongan.


Karan: Monmaap ini gue cuma sakit panas ye njirr bukan koma


Nana: Si Aura **** banget emang.


Aura: Emang lo enggak?


Karan tersenyum kecil melihat perdebatan Kedua sahabatnya itu tanpa berniat membalasnya.


Jemarinya terus memijat mijat keyboard,ia menuliskan pesan untuk seseorang yang membuatnya seperti ini.


\-**Mas** **Jodoh**\-


Begitu nama kontak Al di ponsel Karan


Karan: Haii Al,Gue kangen lo nih hehe.


seen


Karan menghela nafas pelan,kemudian mengetikan sesuatu lagi.


Karan: Al semoga lo cepet suka sama gue ya.


Jangan lupa makan dan minum ya Al.Cuek juga butuh tenaga kan?


seen


Karan memilih menyerah,ia mematikan ponselnya dan kembali beristirahat.Selain lelah raganya jiwanya dan hatinya ikut lelah juga.

__ADS_1


Sebelum tidur,ia berkata "Al gue yakin,gue pasti bisa luluhin hati lo,batu yang keras bisa rapuh,es yang kuat dan dingin bisa menjadi cair,begitupun dengan lo."


__ADS_2