Al Dan Karan

Al Dan Karan
27.UKS


__ADS_3

"Tadi gua ketemu si Karan di gendong sama Dean ke UKS,kenapa Karan?" tanya Davon kepada Al yang tengah bermain game di bangkunya


Al hanya mengedikan bahu cuek


"Bener lo nggak tau,bukaannya tadi lo lagi sama dia ke ruang Bu Tari?"


Al hanya mengangkat sebelah alisnya malas membahas hal itu.


"Ra temen lo kenapa digendong ke UKS sama si Dean dah?" tanya Devon yang masih kepo.


"Serius?"


"Iya mukanya Karan pucet banget.Gie kira lo berdua udah tau."


"Yaudah thanks ya von infonya,kesana yuk ra!"


Aura mengikuti langkah Nana yang sudah berjalan lebih dulu.aSebelum Aura bener benar meninggalkan kelas ia berhenti tepat disamping bangku Al dan Devon.


"Tapi kalau Karan lagi sama Dean gue sedikit tenang sih,pasti tu cowok tau cara memperlakukan cewe dengan baik." sindir Aura kemudian pergi begitu saja.


"Al," panggil Devon pelan


"Hm?"


"Disindir tuh."


"Biarin."


Devon menghela nafas melihat temannya yang satu ini."Pasti pas pembagian perasaan sama hati lo dapet sisa." gumam Devon tetapi masih dapat didengar dari oleh Al.


"Ran lo kenapa?" tanya Aura khawatir

__ADS_1


Karan hanya tersenyum kecil sambil memegang kepalanya yang terasa nyeri.


"Tadi Karan jatuh kena bola basket." jelas Dean


Mendengar itu Nana langsung menggulung lengan bajunya"Siapa orangnya, sini biar berhadapan sama gue berani beraninya bikin sahabat gue kayak gini!"


"Udahlah nggak usah sok!" cibir Aura


"Ini itu menyangkut keselamatan sahabat gue ra, sahabat kita, Karan Lo tau nggak sih!?" Kata Nana dramatis dengan suara cemprengnya


"Dih alay,lebay lo."maki Aura "Maaf ya yan temen gue yang satu ini otaknya emang kadang suka nggak dipakai,maklumin aja ya."lanjutnya.


"Anjir,enggak yan Aura bohong jangan ditemenin."


Aura memutar bola matanya malas.Sedangkan Dean hanya tertawa kecil melihat mereka.


"Yan makasih ya,"ucap Karan Dean tersenyum mengelus rambut Karan di sampingnya.


"Gapapa ran,tadi kebetulan gue lewat."


"Ngapain mata lo berdua,ketetesan bubuk cape?"Tanya Karan


Mereka berdua hanya nyengir kuda.


"Oh iya ini kan masih jam pelajaran kalian engga masuk kelas?"


"Habis ini kita pelajarannya siapa na?" tanya Aura kepada Nana


"Lo nanya gue,gue nanya siapa.Lo kesekolah kaya gak ada niat banget."


"Jubaedah emang lo niat?"

__ADS_1


"Niat gue 30%selebihnya niat nyari cogan." jawab Nana mantap.


"Tau ah,ran lo urusin temen lo yang satu ini kalau bisa beliin otak sekalian.Mau ke kelas dulu gue darah tinggi bawaanya sama dia." Ucup Aura sambil berjalan keluar UKS


"Dih sok iya lo anjir!" susul Nana


Karan hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua sahabatnya.


"Cantik," gumam Dean tanpa sadar.Karan menoleh mendengar gumaman Dean.


"Siapa yang cantik?" tanya Karan


Dean yang tersadar segera berusaha mengalihkan pandangannya dan mencari alibi."Itu gorden belakang lo cantik warnanya suka gue."


Karan tersenyum jahil."Oh kirain gue yang cantik."


"Eh,lo juga cantik kok." sahut Dean gugup sendiri


Karan kembali tertawa kecil melihat tingkah Dean.Sedangkam Dean hanya tersenyum malu.


"Yan lo engga ke kelas?" tanya Karan


"Enggak bosen gue pelajaran Pak Anto,mending disini nemenin lo."


"Makasih ya yan sekali lagi."


Dean mengerenyitkan dahinya."Buat?"


"Everything yang pernah lo lakuin ke gue."


Dean tersenyum kemudian mengambil tangan Karan dan mengusapnya."Ran santai aja sama gue,gue bakal tetep ada saat lo butuh gue nantinya."

__ADS_1


Karan tersenyum sendu, kenapa bukan Al yang disini dan mengucapkan kalimat itu.Kenapa harus Dean laki laki yang tidak ia cintai yang mengucapkannya.


Ada perasaan tak suka melihat keduanya didalam UKS sana.Apalagi saat melihat Karan tertawa bersama Dean.Itu cukup membuat mood Al semakin buruk hari ini.Entah mengapa, seharusnya dia senang karena Karan tak lagi menggangunya tapi ini tidak.Al merasa ada yang hilang meskipun kecil.


__ADS_2