Al Dan Karan

Al Dan Karan
21.Sendiri


__ADS_3

Karan turun dari kora kora mencari keberadaan Al.


"Mungkin dia lagi ke toilet gue tunggu disini aja lah," gumam Karan tanpa ada setitik negatif thingking di hatinya


Sembari menunggu Al,Karan duduk dibangku yang tadi di tempati Al.Cewek itu memilih membuka ponselnya dan membuka aplikasi instagramnya.Ia mengupload foto selfie yang tadi ia ambil bersama Al. Percayalah mengajak Al foto seperti mengajak artis foto,susah.


Nanaya15_ : Temen gue akhirnya bisa foto sama kulkas dua pintu hahaha


Auraax: Atas gua jomblo ngenes makanya sirik mulu


Reonalgans: WARNING! yg nicknanmenya @Auraax calon gue.Coba coba dekati berarti nyari masalah sama Dilannya Jakarta


Jemynara: Yes makan makan!


Devon62: @Auraxx jangan mau dia fakboy


Reonalgans: Mana ada,@Auraax aku padamu sayang


Nanaya15: @Farel.jhon temen lo bawa pulang gih


Farel.jho****n: @Nanaya15_ Bukan temen gue na


Devon62: Ciee ciee Nana caper ke Farel @Reonalgans lihat sebentar lagi kayaknya Farel & Al bakal mengakhiri masa jomblonya.


Nanaya15_ : Berisik lo semua


Auraax: Bacot


Begybegyshop: Ingin menurunkan Berat badan kami punya solusinya cukup dengan minun teh Begy dijamin Berat badan langsung turun

__ADS_1


Reonalgans: Mau nurunin berat badan mah olahraga bukan minum teh


Tunggu sejak kapan sahabatnya menjadi dekat dengan teman teman Al? Tapi ya sudahlah yang terpenting Karan sedikit terhibur membaca komentar di postingan yang baru saja ia unggah.Kini dalam waktu berberapa detik kolom komentarnya sudah penuh dengan murid SMA sekolahnya,mereka heboh melihat kedekatannya dengan Al.


"Sayang dekatnya cuma di foto,dihatinya masih ada orang lain." Setelah mengatakan itu Karan mematikan ponselnya.


Sudah dua jam lebih Karan duduk disini menunggu Al.Karan juga sudah menelfon Al 20 kali tapi tetep tidak ada jawaban bahkan ponselnya tak aktif.


Tak bisa dipungkiri perasaan khawatir mulai menyapanya.Ditambah awan gelap menyelimuti langit diatas sana,membuat Karan bangkit dari duduknya dan pergi kemanapun kakinya melangkah untuk mencari Al.


Kaki Karan terus berjalan dan berlari mencari dimanapun Al berada,bahkan Karan sudah menuju operator wisata untuk bisa menemukan Al.Nyatanya hasilnya tak membuahkan hasil.


Perlahan tetes air hujan mulai membasahi bumi,membasahi tubuh seorang gadis yang tengah berlarian kesana kemari sejak tadi siang.


Seharusnya ini menjadi hari yang menyenangkan untuknya.Seharusnya Al sekarang ada bersamanya.Tapi kemanakah dia?apa Dia tidak tahu bahwa kini Karan benar benar khawatir terhadapnya.Apa kini dirinya dinggalkan lagi?ditinggalkan oleh orang yang ia cintai?


••••


Al mengusap rambut Ralina sambil tersenyum hangat.Senyum yang hanya Al berikan untuk orang orang yang ia sayangi serta orang terdekatnya.


Meskipun terlihat santai dan biasa saja, didalam hati Al berseliweran perasaan khawatir dan cemas akan keberadaan gadis yang ia tinggalkan.Hatinya ingin dia tetap disana menemaninya di satu hari yang sudah Karan perjuangkan.Egonya selalu berkata lain,egonya menyuruhnya untuk pergi meninggalkan Karan.


Al sedari tadi berusaha melupakan pikiran tentang Karan.Tapi semakin ia berusaha melupakan,bayang bayang Karan yang tersenyum bahagia siang tadi terus memutar di otaknya.Seolah mempunyai ruang tersendiri disana.


"Al lo dari tadi kok keliatan banyak pikiran,kenapa?" tanya Ralina


"Enggak," jawab Al disertai senyum kecil dibibirnya.


Sedetik kemudian tiba tiba Ralina langsung memeluk Al.Al yang setengah terkejut tetap membalas pelukan Ralina.

__ADS_1


"Jangan tinggalin gue,gue sayang lo Al."


Al mengusap punggung Ralina "Iya lin."


Ralina selalu mengatakan seolah dirinya tidak mau kehilangan Al.Tetapi saat Al dua kali menyatakan perasaanya Dan menembaknya Ralina selalu menolak dengan berbagai alasan itu menimbulkan tanda tanya tersendiri di kepala Al.


"Jangan pergi," ucap gadis itu lirih


Mungkin ini menjadi hal membahagiakan bagi Al dulu saat Ralina bersikap seperti ini.Tapi tidak untuk sekarang,tak ada lagi perasaan bahagia dan sepesial yang Al untuk Ralina.Bahkan di saat ia tengah berpelukan seperti ini pikiran Al tetap tertuju pada Karan.


Al bingung dengan perasaannya yang mulai aneh ini.Tapi satu hal yang Al yakin itu bukan cinta.Cintanya hanya untuk Ralina,meskipun kini perasaannya sudah tidak seperti dulu lagi.


"Al!" panggil Ralina lembut


"Iya?"


Perkataan dari Ralina ini sukses membuat Al sedikit tertegun."Jangan suka Karan."


••••


Jam menunjukan pukul 4 soreh sebersit Ide baru muncul di kepalnya sekarang.Sedari tadi otaknya terus blank hanya kakinya yang bergerak lincah.


Tak ada satupun mobil Al disini bahkan parkiran yang ditempati mobil Al pun sudah kosong.Karan menghentikan taxi yang berjalan didepannya.Tujuan utamanya sekarang adalah rumah Al.Bagaimana keadaannya,ada apa dengan dia,pikir Karan.


-----


**Pip


pipp

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara vote like dan comment,agar author semangat up lagi**:)


__ADS_2