Al Dan Karan

Al Dan Karan
7.Kesepakatan


__ADS_3

"Ada apa bu?" tanya Al sopan


"Al kamu tahu kan,ibu memberikan kamu amanah untuk mengajari Karan matematika?"


Al mengangguk mengiyakan.


"Ibu hanya minta kamu ajarin dia dalam satu semester ini.Jadi tolong, kamu gunain waktu itu sebaik baiknya.Masa Karan udah semangat belajar,kamu sendiri malah yang malas dan lebih milih jalan jalan sama Ralina." sindir Bu Tari


Al mengernyitkan dahinya,ini pasti ulah Karan.Cewek itu Sengaja ngadu ke Bu Tari mengenai perihal ini.Pasti.valid no debat !


kini yang bisa ia lalukan adalah pasrah dan mengangguk mengiyakan,yang artinya ia membatalkan janjinya dengan Ralina.


Sepulang sekolah,Ralina sudah menunggu Al didepan kelasnya.


"Hai Al! " sapa Ralina saat Al sudah berada dihadapannya.


"Na, sorry, gue ngebatalin janji buat hari ini."


"Kenapa Al? karena les Matematika Karan?" lirih Ralin


Al mengangguk, "Sorry na, gue janji besok minggu aja kita jalannya."


Ralina mengiyakan dan tersenyum kecil.Menyembunyikan rasa kesalnya dibalik senyumnya.


Saat tangan kekar Al hendak mengusap rambut Ralina,tangan itu tertahan di udara, bersamaan dengan suara cewek yang akhir akhir ini membuat hidupnya menjadi tidak tenang.Seandainya Al diberi death note,mungkin ia akan memilih cewek ini.Ya, Karan lagi Karan lagi.


"Inget kata Bu Tari Al, jangan ngabaisin waktu buat hal nggak berguna," Karan sengaja menekan kata nggak berguna. "Oh iya,Ralina,maaf ya Al nggak boleh Bu Tari jalan dulu, mending lo pulang atau jalan-jalan sendiri bisa kan? " Setelah mengatakan hal barusan, Karan pergi terlebih dahulu menuju perpustakaan tanpa rasa bersalah.


 


••••

__ADS_1


 


Seharusnya sekarang Al tengah berjalan jalan atau bermain di Timezone bersana Ralina,tentu,pastinya dengan hati yang gembira.Tetapi,kenyataannya justru berbanding terbalik.Kini ia haris duduk di pojok perpustakaan dengan muka kesal dan hati yang dongkol bersama Karan didepannya yang sedang menulis rumus.


Jujur saja kalau dilihat lihat, Karan memang cantik seperti yang orang orang katakan.Al terlalu fokus pada Ralina,sampai lupa bahwa ia juga mempunyai teman satu kelas yang parasnya jangan ditanya lagi.Selain itu Karan pernah memenangkan kontes model muda pada bulan lalu.


"Al,lo sering ya jalan jalan sama Ralina?" tanya Karan disela sela menulisnya


"Bukan urusan lo!" tajam Al


"Hmm..oke," Karan mengangguk faham "Btw lo kapan jalan jalannya sama gue?masa Ralina mulu."


Al mengesah panjang dan menatap Karan datar.


"Lo nggak mau jalan sama gue? "


"Nggak mau!"


Al merogoh saku ponselnya dan memilih bermain game,sembari menunggu cewek ini selesai mengerjakan soal soal yang ia berikan.


"Al,lo serius nggak ada niatan jalan jalan sama gue gitu?"


"Nggak! "


"Apa nggak ada syarat supaya gue bisa jalan sama lo?" Karan menatap Al penuh harap, sedangkan yang ditatap nampak berfikir sebentar,sebelum akhirnya mengangguk.


"Ada."


"Serius?apa?apa Al?" tanya Karan heboh


Al melihat Karan sebentar,kemudian fokus ke ponselnya lagi. "Di ulangan Matematika depan, kalau lo dapat nilai 80 gue mau jalan sama lo."

__ADS_1


Karan mengerutkan dahinya.Mendapat nilai 50 saja,dia sudah bersyukur banget,apalagi ini 80.Tetapi dengan cepat Karan mengiyakan permintaan Al.Dihati kecilnya berkata kalau ia bisa melakukannya.


 


•••


 


"What?Al ngasih lo kesepakatan kayak gitu? Heboh Nana


"Iyaa naa iya!" geram Karan,dari tadi Karan sudah bercerita panjang lebar.Tetapi,Nana baru faham sekarang.Sepertinya Karan harus memahami hal tersebut.Mengingat Nana memang lemot.


Aura yang selesai mengoleskan masker ke mukanya segera menghampiri kedua sahabatnya di kasur kamarnya. "Ran, lo tuh cantik,model dan baik,banyak cowok yang mau sama lo bahkan ada yang lebih baik dari si Es marimas itu."


"Apa sih lo,ganteng gitu lo katain marimas," cibir Nana


Aura menoyor cewek dengan piyama hijau muda disampingnya. "Percuma ganteng kalau nggak punya hati."


kini gantian Karan yang mengoleskan masker hitam ke wajahnya "Banyak sih ra, yang lebih dari dia. Tapi masalahnya gue cuma suka dia, ra."


"Daripada lo makan hati terus,dia juga jelas banget udah suka Ralina.Mending cari yang lain ya nggak ra?"


"Nah iyaa, tumben otak lu nyambung na."


"Sialan," Nana melemper bantal tepat mengenai wajah Aura.


Dan!


"Anjirrr! Nanaaa bego kena masker guee!" teriak Aura.


Karan dan Nana tertawa puas melihat sebagian masker Aura nempel ke bantal berwarna pink.

__ADS_1


__ADS_2