Al Dan Karan

Al Dan Karan
14.Insiden dan cemburu 2


__ADS_3

Kaki jenjang Karan berhenti tepat didepan UKS yang sedikit terbuka,disana terlihat Al dan Ralina sedang berciuman.


Karan menatap mereka dengan kaki yang sudah lemas,air matanya seolah tak bisa dicegah lagi ia meluncur dengan sempurna di pipi Karan.Kini hatinya seoalah di hancurkan secara tak kasat mata.Sejauh ini, sebisa mungkin Karan selalu berusaha untuk menghancurkan tembok yang ada di hati Al,nyatanya tembok itu tak juga runtuh meskipun hanya sebongkah.


Tak ingin berlama lama disini menyaksikan sebuah hal yang mematahkan hatinya secara berkeping keping Karan segera berlari menuju rooftop sekolahnya untuk sekedar merasa tenang.


Karan menutup matanya merasakan angin membelai rambut dan wajahnya secara halus.Bayanh bayang Al dan Ralina masih teringat jelas di kepala Karan.Apa memang perasaan Karan kepada Al salah?


Seharusnya benar apa yang orang orang katakan bahwa sampai kapanpun hati Al bukan untuk Karan melainkan Ralina.Sebuah kesalahan yang tidak disengaja adalah memiliki perasaan kepada orang yang tidak ingin diperjuangkan.


"Kenapa?" suara berat dari arah belakang membuat Karan membuka matanya dan mengesah "Cerita aja ran."


Karan melirik Dean sekilas yang kini berada disampingnya kemudian berkata "Apa salah memiliki perasaan sama seseorang?"


Dean mengrenyit ketika ditanya seperti itu namun sedetik kemudian ia menjawab, "Enggak salah,karena kita nggak bisa milih buat siapa perasaan kita berlabuh yang salah itu, saat lo memaksakan kenyataan bahwa dia memang bukan untuk lo," jelas Dean

__ADS_1


Usai mengatakan itu Karan menaruh kepalanya di pundak Dean yang sekejab membuat jantung laki laki itu berdebar.


"Tolong biarin gue seperti ini sebentar aja," pinta Karan dengan suara parau


Terlihat jelas bahwa Karan sedang menanggis dipundak Dean,punggungnya bergetar hebat tanpa diminta sebelah tangan Dean terangkat mengusap punggung Karan,berusaha memberikan ketenangan.


Rahang laki laki itu mengeras ketika mendapati perempuan yang selama ini ia cintai secara diam diam dibuat menanggis oleh rivalnya sendiri.Tangannya terasa gatal untuk memberi pelajaran kepada Al,namun Dean memilih diam sebentar ini bukan waktu yang tetap untuk menghajar cowok itu.Karena ada Karan yang harus ia berikan ketenangan.


Ketika melihat perempuan disebelahnya ini menampilkan raut kecewa atau sedih akibat Al,saat itu juga beribu pertanyaan Dan pernyataan bermunculan dibenak Dean,


••••


"Gue tebak tadi si Karan jadi nyamuk diantara lo dan Ralina kan?" tanya Devon ditengah perbincangan mereka.


Al mengrenyit heran sedangkan Farel beserta Reonal menunggu jawaban dari cowok itu.

__ADS_1


"Maksut lo?" bukan Al yang menjawab Reonal yang bertanya


"Yaelah lo kayak nggak tau si Karan aja,tu cewek nggak bisa hidup tanpa Al.Makanya waktu Al seharian ini nemenin Ralina di UKS si Karan nyamperin ikut bolos juga tuh anak," ujar Devon panjang lebar


Perkataan Devon sukses membuat Al bertanya tanya,pasalnya saat ia menemani Ralina di UKS tadi,Karan sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya.Ah,sudahlah bukan urusan penting bagi Al kemana Karan pergi.


"Emang Iya Al?" Kepo Reonal


"Gak."


"Gak apa sih Al? lo bilang gak itu artinya banyak gak ganggu,gak nyamperin lo atau gak cinta," cecer Farel


"Semuanya kecuali no 1."


"Nasib punya temen irit ngomong," cibir Devon yang langsung diberi jempol oleh Farel dan Reonal.

__ADS_1


__ADS_2