Anak Bos Yang Kabur

Anak Bos Yang Kabur
Bab. 88


__ADS_3

"Jadi siapa yang sebenarnya mengajak ke tempat ini? Kamu atau Elio?" tanya Ian serius.


"Menurutmu siapa?" Yuda bertanya balik.


"Jangan mengulang pertanyaan ku. Kamu tahu kan ini hari pernikahanku dengan Luna. Kamu tahu kalau ini hari yang berharga. Saat ini aku harus melakukan hal sakral untuk menjadikan Luna istriku. Namun apa yang terjadi? Elio kabur. Bahkan aku memilih mencari bocah itu dan meninggalkan Luna sendirian di aula," ujar Ian panjang menahan amarah.


"Dari cara bicara mu, sepertinya yang kamu percayai adalah akulah yang mengajak Elio ke makam ini. Aku menculik putramu," kata Yuda masih dengan nada tegas dan dingin.


"Jika menilik riwayatmu ingin menghancurkan aku, tidak salah jika aku berpikir seperti itu kan?" Ian tegas mengatakan itu.


"Huh ... Ya. Aku yang hampir saja menenggelamkan putra ku sendiri pada pangkuan seorang perempuan yang kurang ajar dan tidak bisa menjadi ibu, pasti tidak akan bisa di percaya oleh mu." Yuda menganggukkan-anggukkan kepalanya.


"Cepat katakan, Yuda. Ini bukan waktunya bermain-main," kata Ian seraya meraih kemeja Yuda. Ia marah.

__ADS_1


"Aku hanya melindungi Elio yang berdiri di pinggir jalan tanpa pengawasan siapa-siapa. Ia menangis ingin pergi melihat Mina. Aku tidak mengerti ada apa dengannya. Aku juga tahu ini hari pernikahanmu. Namun dia terus saja menangis dan merengek meminta aku mengantarkannya untuk bertemu dengan Mina. Jadi aku mengajaknya ke makam istrimu," terang Yuda panjang.


Ian tertegun. Cengkeraman tangannya juga mengendur. Ia melihat Elio. Bocah itu tiba-tiba ingin bertemu Mina?


"Jangan mengada-ada," hardik Ian tertahan. Dia takut bocah itu mendengarnya marah dan bertengkar dengan Yuda. Ia kembali menarik kemeja Yuda dengan kuat.


"Untuk apa aku mengada-ada Ian.


"Oke. Aku paham pemikiran mu tentang ku pasti seperti itu. Karena aku dulu yang menjadi pria jahat. Namun aku tidak mungkin melakukannya. Karena apa? Karena aku tahu Elio sayang pada Luna. Begitu juga sebaliknya. Mungkin dia wanita yang tepat untuk jadi pengganti Mina."


"Lalu, kenapa kau tidak memberitahu ku? Kenapa justru membantu Elio membuat kehebohan dengan menghilang pada pesta pernikahanku?" tanya Ian.


Yuda diam. Sedikit tertunduk.

__ADS_1


"Aku terlena ... Aku merasa, aku menjadi ayah yang sesungguhnya bagi Elio saat itu. Karena dia membutuhkan aku, bukan kamu. Aku mengantarkan dia ke makam Mina dengan perasaan haru seorang ayah yang lama tidak bertemu putranya. Aku bahagia sesaat," terang Yuda dengan mata berkaca-kaca.


Mendadak suasana haru menyerang tiba-tiba. Ian menurunkan tangannya dari kemeja Yuda. Ia pun tertegun mendengar penjelasan sahabatnya.


Elio yang masih berkeliaran di sekitar makam mamanya menoleh. Ia heran melihat kedua orang yang disayanginya tampak aneh. Namun sesaat ia teralihkan oleh seekor kupu-kupu.


Sementara itu di gerbang masuk tanah makam yang luas ini.


"Hhh ... Ternyata ini tempatnya. Tidak ku sangka aku harus ke tanah makam di saat aku seharusnya meresmikan ikatan suci dengan Pak Ian. Dasar bocah keriting semprul itu," geram Luna.


Danar juga baru tahu kalau pak Ian ada di sini. Setelah mengikuti titik lokasi milik Yuda dengan tepat, akhirnya Luna menemukan kedua pria itu. Ian dan Yuda. Juga bocah yang membuat pesta amburadul.


...____...

__ADS_1


__ADS_2