Anak Bos Yang Kabur

Anak Bos Yang Kabur
Bab. 93


__ADS_3

Danar yang sudah menduga akan terjadi hal seperti ini, siap dengan sekuriti di luar. Sekarang mereka masuk akan membawa Naura keluar.


"Mulai sekarang, perusahaan ini tidak menerima kedatangan Naura karena sudah tidak bekerja sama lagi. Jadi kalau perempuan ini datang, usir dia. Sekarang, cepat bawa dia keluar," perintah Ian. Naura panik.


"Tidak! Jangan seperti ini Ian. Kamu tidak bisa percaya begitu saja pada bocah itu! Bisa saja dia hanya ingin membuat aku ... Lepaskan aku! Tidak! Iaaaan!!"


Suara Naura mulai menghilang berikut orangnya.


"Sungguh konyol perempuan ini. Jangan percaya pada Elio? Justru dirinya yang tidak bisa di percaya." Ian menghela napas. "Akhirnya semuanya sudah benar-benar selesai."


Kaki Ian melangkah mendekat ke jendela. Menatap ke langit yang tampak berwarna biru cerah dengan sedikit awan berarak disana.


"Halo, Mina. Aku ingin mengabari mu sesuatu. Aku benar-benar sudah menemukan perempuan yang bisa membuka hatiku. Dia Luna. Seorang gadis yang punya semangat yang besar. Aku tidak akan melupakan kamu. Namun biarkan aku memberinya lebih banyak cinta dan sayang. Karena saat ini aku sangat ingin melakukannya."


Ian berbicara sendiri di depan jendela.


gdari duduknya dan menuju ruangan Danar. Perempuan itu tengah bercanda dengan putranya. "Aku sudah selesai sayang," kata Ian.

__ADS_1


Luna dan Elio menoleh.


"Papa. Lihat ini. Aku sudah buat rumah besar untuk kita semua," ujar Elio menunjukkan ponselnya.


"Oh, ya?" tanya Ian sambil menoleh pada Luna. Perempuan ini mengangguk. Ian mendekat. Elio menunjukkan game Minecraft pada papanya. Ian mengangguk. "Ya. Bagus."


"Iya dong, kan mama yang ngajarin aku," ujar Elio bangga. Tubuhnya pun bersandar pada tubuh Luna.


"Mama Luna memang pintar segalanya." Ian mengecup kening istrinya. "Ayo kita makan siang."


"Aku mau ayam goreng. Ayam katsu." Elio sudah request.


"Saya bisa makan siang sendiri, Pak," sahut Danar. Dia tahu diri untuk tidak mengganggu keluarga baru atasannya makan siang. Jadi ia memilih tidak ikut.


"Oh, baiklah. Kita pergi dulu," pamit Ian.


"Da-da Om Danar," kata Elio. Danar tersenyum sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


**


Di dalam mobil. Ian dan Luna duduk di depan. Sementara bocah Elio duduk di belakang sibuk main game. Rupanya Minecraft mulai jadi game favorit Elio saat ini.


"Jadi sudah selesai beneran, nih masalah Naura?" tagih Luna. Ia tidak sempat bertanya tadi.


"Iya. Aku sudah menghentikan semua kontrak dengan Naura," jawab Ian yakin.


"Baguslah. Jadi aku tidak akan kepikiran lagi. Karena rasanya sudah lelah," ujar Luna menghela napas berat.


"Maafkan semua hal yang membuat kamu jengkel saat bersama ku," ucap Ian bersungguh-sungguh. Luna menatap Ian yang fokus menyetir. Ia mulai bersandar pada bahu Ian.


"Ini masih belum separuh jalan aku menemani mu menjadi istri, bahkan masih sebuah permulaan, tapi kamu sudah meminta maaf," kata Luna.


"Iya. Aku sangat takut kehilangan kamu," kata Ian. Luna tersenyum sambil bermanja-manja pada lengan suaminya. Dia sangat bahagia Ian mengatakan hal itu.


"Aku merasa jadi wanita yang begitu sempurna sampai-sampai kamu saja, pria tampan dan kaya tidak ingin kehilangan ku." Luna tergelak.

__ADS_1


...____...


__ADS_2