
Rianty baru sadar kalau dia tidak tahu di mana kamar tidur Gerald, karena sejak sampai di Mansion, dia berada di kamar Aldi terus.
Mereka sempat keluar sebentar untuk makan malam saat dipanggil Bu Ati, tapi Gerald sedang ke kantor mengurus pekerjaan nya, dan belum kembali, dan Bu Ati berkata kalau Gerald sudah berpesan agar mereka makan duluan, karena sepertinya Gerald tidak sempat kembali untuk makan malam bersama.
"Mungkin mas Aldo pekerjaan nya menumpuk gara-gara menjagaku di rumah sakit", pikir Rianty saat itu.
Rianty baru sadar sejak pulang dari rumah sakit dia sudah tidak melihat Gerald dari tadi.
"Apakah mas Aldo belum pulang? Tapi sudah mau jam 11.00 malam masak belum pulang? Apakah sesibuk itu?", pikir Rianty akhirnya kebingungan ketika dia membuka kamar yang di sebelah kamar Aldi, ternyata adalah studio Aldi, bukan kamar Gerald.
"Kupikir kamar mas Aldo di sebelah seperti saat di mansion Anggara, pantas saja tidak ada pintu tembusnya!", Rianty tidak menyangka akan kesulitan mencari kamar Gerald.
...********...
Gerald memang sudah berencana untuk berbicara dengan Aldi agar tidur sendiri dan belajar mandiri, jadi Gerald memang sengaja membuat kamar tidur mereka tidak bersebelahan lagi, dan juga tidak ada pintu tembusan lagi.
Gerald merasa terganggu dengan adanya pintu tembusan, karena Aldi yang suka muncul tiba-tiba di kamarnya.
Gerald benar-benar orang yang belajar dari pengalaman, beberapa kali dia bermesraan dengan Rianty dan menjadi terganggu hanya gara-gara pintu tembusan itu, akhirnya membuat Gerald anti untuk membuat pintu tembusan lagi.
...********...
Setelah membuka lima pintu, akhirnya Rianty menemukan sebuah kamar yang ada tempat tidurnya dengan ukuran King size.
Kamar-kamar sebelumnya terlihat masih kosong, karena memang mansion nya masih baru.
Hanya ada satu kamar yang sudah diisi alat olahraga.
Rianty sampai kagum dengan isi kamar itu.
"Benar juga kata Ayu dan Dita, kalau sultan mah suka-suka", pikir Rianty tersenyum dan langsung teringat pada kedua pegawainya itu.
Di kamar itu Rianty sempat berkeliling melihat isi kamar itu.
"Pantas saja tubuh Mas Aldo berotot, ternyata mas Aldo suka berolah raga", pikir Rianty yang tanpa sadar mengagumi suaminya sendiri dan membuatnya kangen ingin tidur dalam pelukan Gerald lagi
...********...
"Ah mas Aldo gak ada", pikir Rianty kecewa, ketika melihat tempat tidurnya yang kosong, dan Rianty menebak ini adalah kamar Gerald, karena dari tadi kamar yang dia masuki tidak ada yang ada tempat tidurnya.
Rianty memutuskan untuk mengelilingi kamarnya itu untuk melihat-lihat, karena baru hari ini dia melihat kamar Gerald, sewaktu dia datang pertama kali, hanya studio Aldi saja yang sudah jadi.
Ketika Rianty mengedarkan pandangannya, Rianty baru sadar kalau Gerald tertidur di meja kerja dengan posisi menelungkup.
__ADS_1
Rianty segera menghampiri Gerald.
"Ah, mas Aldo pasti kecapaian. Sesudah menjagaku di rumah sakit, dan langsung mengurus pekerjaan sampai malam", pikir Rianty menatap ke Gerald merasa prihatin.
Tanpa sadar tangan Rianty terulur mengelus wajah Gerald, Gerald yang merasakan sentuhan lembut pada wajahnya akhirnya terbangun dari tidurnya, dan langsung mencekal tangan Rianty.
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini? Koq belum tidur? Kau sedang hamil, jangan sampai kelelahan", omel Gerald dengan suara berat, karena baru terbangun dari tidurnya.
"Mas gak kangen padaku? Koq malah omelin aku? Kukira mas Aldo hilang ke mana, koq gak keliatan seharian. Ya sudah! aku kembali ke kamar Aldi saja!", ujar Rianty cemberut dan sedikit merajuk.
"Tunggu! kau sudah ada di sini, jangan pergi lagi!", ujar Gerald tidak mau melepaskan pergelangan tangan Rianty.
*Ayo duduk di sini, aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu", ujar Gerald sambil menepuk pangkuan nya. Gerald sudah tidak berani menarik langsung Rianty seperti biasa, karena kondisi Rianty yang sedang hamil.
Dengan sedikit malu, Rianty menuruti perintah Gerald dan duduk di pangkuan Gerald.
Gerald langsung memeluk pinggang Rianty dengan kedua tangannya, dan meletakkan dagunya di atas bahu Rianty,
"Aku pasti kangen padamu, walaupun tidak melihatmu sebentar saja", rayu Gerald, berbisik di telinga Rianty.
Rianty merasakan jantungnya langsung berdebar-debar, ketika merasakan nafas hangat Gerald di dekat telinganya.
"Apa yang dikatakan Dita sudah kurasakan semua, aku benar-benar sudah jatuh cinta pada mas Aldo. Semoga cinta ku dan mas Aldo bisa langgeng", pikir Rianty dalam hati berharap.
"Aku dari tadi memantau Aldi dan kamu, tapi anak itu kuat sekali, sampai malam masih belum tidur juga, untung saja aku bisa melihatmu dari sini. Akhirnya malah aku yang ketiduran", ujar Gerald memutarkan rekaman CCTV di kamar Aldi sekitar jam 10.00 an.
"Ah, ini sudah mau tidur koq mas, jam 10 lewat dikit Al sudah tidur", ujar Rianty tersenyum dan memandang ke wajah Gerald.
Tapi Gerald sama sekali tidak melihat ke arahnya, malah menatap ke laptop nya dengan mata tak berkedip.
Rianty langsung mengikuti Gerald menatap ke layar monitor, karena merasa penasaran apa yang sudah dilihat Gerald sampai tidak berkedip.
Wajah Rianty langsung merona merah ketika melihat apa yang terpampang di layar monitor.
Rianty sudah melupakan kalau tadi dia mengganti bajunya langsung, tanpa ke kamar mandi lagi, karena Aldi sudah tidur.
"Sudah mas, matiin laptop nya!", ujar Rianty malu
"Aku merasa, sepertinya kau suka menggoda aku terus Rianty!", sahut Gerald sambil mengecup leher belakang Rianty.
"Ih..mas Aldo kepedean. Mengapa mas Aldo memasang CCTV dikamar Aldi tidak memberitahuku. Kalau aku tahu, aku pasti akan lebih berhati-hati", sahut Rianty.
"Untuk apa berhati-hati? kamu kan istriku. Mas juga sudah lihat semua!", ujar Gerald yang kali ini sudah mengecup bahu Rianty dan tangannya pun mulai ikutan menurunkan tali lengan baju tidur Rianty.
__ADS_1
"Dasar omes!", omel Rianty, tapi perbuatannya tidak sesuai dengan omelan nya.
Rianty malah merubah posisi duduknya menjadi menyamping dan kedua lengannya langsung bergelayut manja di leher Gerald.
"Ini kalau bukan menggoda, namanya apa? tapi gak pa pa, mas suka!", ujar Gerald langsung mel**umat bibir Rianty, tidak memberi kesempatan pada Rianty untuk protes lagi.
Setelah itu Gerald langsung menggendong Rianty menuju tempat tidur mereka untuk memadu kasih.
Rianty juga sama sekali tidak mengajukan protes lagi, toh mereka masih memiliki jatah tiga kali Minggu ini .
...********...
Keesokan paginya tampak Gerald yang sudah berpakaian rapi dan tampak wajahnya yang berseri-seri.
Gerald benar-benar seperti anak remaja yang pertama kali jatuh cinta.
Gerald merasa bahagia, karena Gerald yakin Rianty juga sudah memiliki perasaan yang sama padanya.
Gerald benar-benar menikmati kehidupan berkeluarga nya.
Rianty seperti biasa menyiapkan bajunya dan membantunya memakaikan dasi, tapi kali ini Gerald sudah tidak merasa kalau Rianty memperlakukannya seperti seorang majikan lagi.
Gerald merasa hidupnya lebih berwarna, tidak seperti hidupnya yang dulu, yang monoton.
Sedang mereka bertiga menikmati sarapan bersama, Bu Ati tiba-tiba
masuk ke dalam ruang makan,
"Maaf, mengganggu tuan Ada yang mencari Tuan", ujar Bu Ati.
"Siapa?", tanya Gerald
"Nyonya Rini, tuan", sahut Bu Ati yang memang tidak mengenal ibu Gerald.
Bersambung.........
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Terimakasih atas dukungan like, komentar, vote dan hadiah pembaca semuanya, jangan lupa menekan tombol favoritnya ya....
...🙏🙏🙏...
...Love you All...
__ADS_1
...😘😘😘...