
**kediaman keluarga Anggara**
Begitu sampai Mansion, Lena langsung melangkah masuk halaman dengan tergesa.
Beberapa pelayan yang berpapasan dengan Lena selalu mengucapkan salam dan mengangguk hormat.
Semua pelayan di Mansion memang segan pada Bu Lena yang tegas dan boleh dibilang sadis.
Lena adalah kepercayaan Bu Rini Anggara. Lena semakin berkuasa sejak Pak Anggara menderita struk.
Seharusnya Rini yang menggantikan suaminya.
Tapi saat muda Rini kegiatannya lebih banyak shoping, arisan, dan sosialita saja, karena dimanja suaminya.
Akhirnya Rini kurang mengerti bisnis dan manajemen. Maka Lena yang dipercaya Rini lebih banyak berperan, karena Rini hanya bisa mengandalkan kepercayaannya ini untuk mengatur semua urusan di mansionnya.
Untung saja anaknya Gerald pandai berbisnis, jadi untuk masalah bisnis Rini tidak perlu mengkhawatirkannya lagi.
Sedangkan semua masalah rumah dari pelayan, sampai air, listrik, perabotan dan segala yang berhubungan dengan rumah tangga dan perawatan mansion, Lena lah yang mengaturnya.
Bahkan dalam mengambil keputusan, Rini lebih banyak dipengaruhi Lena.
Lena perempuan berusia hampir 50 tahun, dengan penampilan agak kolot, lebih sering berpakaian warna gelap, dan model bajunya hampir sama semua, dengan rok span di bawah lutut dan kemeja lengan 3/4 membuat wajahnya terlihat angker. Dan menurut gosip yang ada, Lena statusnya single tidak pernah menikah.
Akhirnya pelayan yang kena hukum, yang kena potong gaji, apalagi kalau yang sampai dipecat pasti menyebutnya dengan sebutan peratu (perawan tua).
Lena tadi pagi ke rumah sakit Healthy Life untuk mengambil hasil cek kesehatan Tuan Anggara. Setelah tanpa sengaja mendengar cerita tentang Gerald, Lena berniat langsung melaporkannya ke Rini.
Mendengar cerita itu sebenarnya Lena sudah langsung geram dengan wanita yang diceritakan itu (Rianty), karena Lena berpikir Rianty adalah wanita penggoda, dan mengapa Rianty harus menggoda seorang pria yang sudah beristri.
Lena yang ternyata pernah mengalami kegagalan percintaan di masa lalunya itu, karena munculnya seorang pelakor, akhirnya langsung tidak suka dan membenci Rianty, padahal baru mendengar gosipnya saja.
"Bu Rini berada di mana?", tanya Lena pada seorang pelayan yang berpapasan dengannya.
"Bu Rini sedang di taman belakang, sedang membawa Pak Anggara di belakang Bu", sahut pelayan itu dengan hormat.
"Baiklah!", sahut Lena langsung berjalan menuju ke taman belakang.
Begitu melihat Rini dan pak Anggara, Lena segera memberi salam.
__ADS_1
"Bu ada sesuatu yang mau saya laporkan", ujar Lena agak berbisik.
"Baiklah", ujar Rini, bersama Lena mereka melangkah agak menjauh dari tempat pak Anggara, agar pembicaraan mereka tidak terdengar pak Anggara.
Lena langsung menceritakan penemuannya itu, kalau Gerald menjadi bahan gosip di rumah sakit karena Gerald begitu perhatian pada seorang wanita cantik yang bukan istrinya.
"Benarkah?", tanya Rini agak meragukan, karena setahunya Gerald anak yang dingin dan jarang memperhatikan wanita, kalau bukan karena dipaksa dia, Rini yakin sampai sekarang Gerald belum menikah.
"Benar bu Rini, bahkan katanya semalaman menunggunya di rumah sakit.
Padahal tuan Gerald biasanya orang yang kurang perduli dengan orang lain bukan?", sahut Lena meyakinkan Rini.
"Tapikan Gerald sudah punya istri dan hubungan Gerald dan Monica baik-baik saja, hanya sayangnya mereka belum memiliki anak", ujar Rini menerawang, karena dia sungguh merindukan hadirnya seorang cucu di mansion mereka yang besar ini.
"Tapi di luar sana banyak perempuan yang ingin hidup enak secara instan Bu, caranya ya mendekati pria kaya seperti Tuan Gerald.
Tuan Gerald bukan saja kaya, juga memiliki penampilan yang bagus. Perempuan mana yang tidak mau mencoba untuk menaklukan hati tuan Gerald kalau ada kesempatan?
Sampai perempuan itu berhasil menggoda tuan Gerald, berarti perempuan itu hebat.
Nyonya harus lebih berhati-hati dengan perempuan penggoda seperti itu! Biasanya sangat licik, kita tidak pernah tahu apa yang mau dia incar dari tuan Gerald!", ujar Lena dengan penuh kebencian dan berusaha mempengaruhi Rini.
"Betul juga katamu Len, setahuku Gerald tidak pernah tertarik dengan perempuan dan lebih tertarik mengurus bisnisnya itu. Kamu tahu sendiri banyak yang berusaha mendekati Gerald sebelum menikah, si Lucy, Agnes, dan banyak lagi yang aku sudah lupa.
Bahkan Monica pernah memberitahuku kalau si Lucy itu sampai sekarang masih berusaha mendekati Gerald.
Tapi Gerald sama sekali tidak tertarik, bahkan dia menikah dengan Monica karena dia sudah berjanji padaku.
Berarti aku harus berhati-hati pada perempuan itu kalau memang dia bisa mendapatkan perhatian Gerald.
Coba nanti kamu suruh orang selidiki yang benar dulu, apa hubungan Gerald dan perempuan itu!
Yang paling penting lagi, kita harus tahu latar belakang wanita itu.
Kalau benar, sungguh kasihan dengan Monica", ujar ibunya Gerald mengepalkan tangannya, karena ikut geram dengan perempuan penggoda yang disebut Lena itu.
Lagipula Ibu Rini juga sangat sayang dengan Monica, karena Monica sangat sopan dan penurut di depan dia, apalagi Monica memang selalu pintar mengambil hati sang mertua.
Akhirnya Rini juga terpengaruh oleh omongan asisten kepercayaannya itu.
__ADS_1
********
Entah Rianty dan Gerald berapa lama berada dalam suasana mistis itu.
Gerald benar-benar terbawa suasana, seperti tersihir memandang ke wajah Rianty, yang membuatnya tidak tega dan membuatnya semakin tertarik pada Rianty.
Dan baru kali ini Gerald bisa tertarik pada seorang perempuan.
Padahal selama ini Gerald adalah orang yang tidak pernah perduli dengan orang lain
Sedangkan Rianty terdiam karena sibuk dengan pikirannya yang sudah tidak tenang dan khawatir dengan Aldi anaknya.
Rianty khawatir karena Aldi belum muncul juga di rumah sakit menjumpainya dan masih berada di rumah Gerald.
Karena Rianty yakin Aldi tidak mungkin tahan berpisah lama dengannya.
Akhirnya Rianty hanya membiarkan Gerald menghapus air matanya dan membiarkan wajahnya berada dalam rangkuman kedua tangan Gerald dengan pasrah.
Rianty bahkan memasang wajah sendunya, wajah yang dulu juga berhasil membuat pamannya tidak tega dan membiarkannya hamil dan melahirkan Aldi.
Sebenarnya Rianty paling anti menggunakan keahliannya itu, tapi kali ini harus dia gunakan lagi.
Kalau menuruti kata hatinya, Rianty ingin sekali menghindari Gerald, karena Rianty yakin dia akan menemukan banyak masalah jika berhubungan dengan Gerald.
"Tapi tidak apa-apa, nanti setelah keluar dari rumah sakit dan Aldi sudah berada di sisiku, baru aku menghindarinya", pikir Rianty membenarkan perbuatannya itu.
Tapi Rianty sudah salah dengan pikirannya itu.
Rianty sudah membuat Gerald semakin tertarik padanya.
Apalagi kalau sampai Gerald sudah membuktikan kalau Aldi adalah anaknya.
Apapun yang Gerald inginkan tentu harus dimiliki.
Rianty tidak tahu dia tidak akan lepas lagi dari cengkraman Gerald kali ini, karena Gerald sudah terlanjur menyukainya dan ingin memilikinya.
Rianty tidak tahu kalau senjata yang digunakan akan berbalik ke arahnya.
Kali ini benar-benar senjata makan tuan!
__ADS_1
Bersambung........