Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Mengkhawatirkan Aldi


__ADS_3

Benar seperti yang dikatakan Monica, Lena memang seorang pelayan yang benar-benar setia.


Melihat Nyonya Rini sedih, dia ikut sedih juga.


Lena bertambah sedih lagi, ketika Nyonya Rini seperti selalu menghindarinya, dan lebih banyak berada di kamar.


Tapi hari ini Lena merasa senang, ketika melihat Rini kembali melakukan hobinya, merangkai bunga di ruang tamu.


Lena pun segera mendekati Rini.


Tentu Lena bertambah senang lagi, ketika Rini mulai mengajaknya berbicara lagi, setelah beberapa lama dia hanya berdiri hanya memperhatikan kegiatan Rini.


"Lena lebih dekat ke sini! aku mau bertanya padamu", ujar Rini .


"Iya Nyonya, apa yang bisa saya bantu?", tanya Lena merasa senang, karena setelah kejadian hari itu, Lena sama sekali belum pernah diajak berbicara sekalipun oleh Rini.


"Menurutmu kira-kira Aldi lagi ngapain ya?", tanya Rini, menghentikan kegiatannya dan menerawang.


Lena sempat terdiam, tapi akhirnya tetap menjawab,


"Biasanya sudah pulang sekolah nyonya, jadi kegiatannya gak tentu".


"Dia sudah biasa tinggal di sini , balik lagi ke toko mereka yang kecil, apakah bisa terbiasa ya?


Perempuan itu benar-benar keras kepala! Dia bahkan lebih memilih bercerai dari Gerald daripada menyerahkan Aldi padaku! Jadi sebenarnya apa maunya?", sesal Rini yang merasa kesepian sejak Aldi tidak ada di mansion.


"Bahkan bisa-bisa nya dia langsung membawa Aldi malam itu juga meninggalkan tempat ini!", sambung Rini lagi.


Akhirnya Lena tidak tahan lagi untuk menceritakan kejadian Monica menelponnya, sesudah mendengar perkataan Rini.

__ADS_1


"Nyonya baru-baru ini Monica menelpon saya dan marah-marah, karena Monica melihat Gerald yang menjaga Rianty di rumah sakit. Jadi bisa jadi Gerald masih menemui Rianty", ujar Lena menjelaskan.


"Lho memang ada apa? Apakah Rianty sakit? Kalau Rianty sakit, siapa yang merawat cucuku Aldi? tanya Rini yang malah mengkhawatirkan Aldi


"Saya juga tidak tahu Nyonya", sahut


Lena.


"Kenapa kamu tidak bertanya yang jelas pada Monica? Aku tidak perduli dengan perempuan itu, yang aku khawatirkan bagaimana keadaan Aldi", tanya Rini lagi.


"Maaf Nyonya, saya tidak bisa bertanya lebih lagi, karena tiba-tiba Monica marah padaku dan mematikan telpon", ujar Lena akhirnya.


"Koq bisa? Bukankah selama ini hubungan mu dengan Monica cukup baik", tanya Rini tak percaya.


"Saya juga tidak menyangka Monica akan seperti itu, Nyonya, dan perkataannya cukup kasar juga", ujar Lena akhirnya menceritakan apa yang sudah dikatakan Monica saat marah.


"Iya Nyonya!", sahut Lena menurut, tapi dalam hati nya berbeda pikirannya,


"Nyonya tidak mengalami sendiri bagaimana Monica mengucapkan kata-kata kasar yang benar-benar membuat sakit hati dan sama sekali tidak ada sopan nya itu!"


"Ah.. aku coba telpon Dokter David saja, barangkali saja Rianty di rumah sakit Anggara group, aku sungguh khawatir pada Aldi", ujar Rini segera mengambil handphonenya, dan duduk di sofa untuk melakukan sambungan telpon.


...********...


"Selamat siang dokter David, ini dengan Nyonya Rini, ibunya Gerald. Saya mau bertanya apakah Gerald ada membawa istrinya ke rumah sakit?", tanya Rini langsung


"Ada Bu Rini, maksudnya yang nona Rianty?", tanya Dokter David meyakinkan kalau ibu Gerald menanyakan Rianty.


"Memang Monica juga sakit?", tanya Rini teringat tadi Lena berkata kalau Monica melihat Rianty dan Gerald, di rumah sakit.

__ADS_1


"Kalau Nona Monica tadi datang sendiri, meminta obat penenang. Tapi sekarang ditahan karena mencoba mencelakakan nona Rianty", ujar Dokter David lagi.


"Dokter yakin? Tidak mungkin Monica melakukan hal seperti itu!", ujar Rini tidak percaya.


"Iya Nyonya dan kejadiannya ada saksi. Saksinya adalah sekretaris Kim dan untung saja sekretaris Kim datang tepat waktu, sehingga nona Rianty bisa selamat.


Tapi nona Rianty masih tidak sadarkan diri, karena tadi sempat kehabisan oksigen", ujar Dokter David menjelaskan.


Rini benar-benar kaget dan tidak bisa berkata apa-apa. Rini bertambah bingung lagi, bahkan sampai Handphonenya terjatuh sangking kaget nya, ketika mendengar perkataan Dokter David sebelum Dokter David menyudahi panggilan masuk itu.


"Selamat ya Nyonya Rini! Sebentar lagi Nyonya akan menjadi seorang nenek, menantu Nyonya yang bernama Rianty sedang mengandung".


...********...


"Bagaimana keadaan Rianty?", tanya Gerald, begitu bertemu sekretaris Kim yang berada di depan ruangan Rianty.


"Sudah tidak apa-apa tuan, hanya menunggunya sadar saja. Untung tadi Aldi minta mampir ke rumah sakit, kalau tidak , aku sungguh tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi", sahut sekretaris Kim yang masih terbayang Monica membekap Rianty bantal.


"Sungguh berani perempuan itu. Hidupnya sungguh penuh dengan tipuan dan sandiwara!", ujar Gerald geram


"Kali ini aku benar-benar tidak akan memaafkannya, dia sudah berani menyakiti Rianty ku!", sambung Gerald lagi.


"Apa yang sudah dilakukannya Tuan?", tanya sekretaris Kim penasaran.


"Nanti setelah ada waktu, baru kuberitahu kamu!, Yang jelas aku akan segera menceraikan nya, agar dia tidak bisa lagi mengganggu hidupku dan Rianty lagi.


Sekarang aku mau melihat keadaan Rianty dulu", ujar Gerald yang langsung masuk ke ruangan Rianty dirawat, tanpa menunggu jawaban sekretaris Kim lagi, karena dari tadi Gerald sudah tidak sabar melihat keadaan Rianty lagi.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2