
Ketika masuk kembali ke ruang Rianty, Gerald mendapati Rianty yang sepertinya sudah tertidur. Gerald kembali duduk di samping Rianty.
Kemudian Gerald menggenggam tangan Rianty dan memandang Rianty dengan intens.
"Mungkin jatuh cinta seperti ini, tidak melihatnya sebentar saja aku sudah kangen.
Ah... aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi andaikata sekretaris Kim tidak datang tepat waktu, aku tidak bisa kehilangan Rianty. Aku harus menjaganya baik-baik mulai sekarang, apalagi Rianty juga sedang mengandung.
Monica harus dihukum atas perbuatannya itu!", pikir Gerald dalam hati geram, teringat perbuatan Monica yang ingin menghilangkan nyawa Rianty.
Ketika memandang ke wajah Rianty lagi, Gerald baru sadar kalau Rianty sebenarnya tidak tidur, sepertinya Rianty hanya berlagak tidur.
Hal itu bisa terlihat dari bulu mata nya yang bergetar dan kedua pipinya yang agak merona.
Ternyata Gerald yang memandangnya dengan intens, dan menggenggam tangannya, membuat Rianty merasa serba salah dan malu, akhirnya Rianty memutuskan tetap meneruskan aksi berlagak tidur nya.
Rianty tidak menyangka akan tertangkap basah oleh Gerald.
Gerald tersenyum melihat tingkah Rianty.
"Benar-benar pintar menggoda dan membuat gemas, awas kamu!", pikir Gerald dalam hati, bangun dari duduknya dan membungkukkan tubuhnya, kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Rianty dan memperhatikan wajah Rianty dengan seksama.
Bermaksud menggoda Rianty, akhirnya malah Gerald yang tergoda.Tanpa sadar tangannya mengelus wajah Rianty,
"Mengapa kamu berlagak tidur sayang?", bisik Gerald akhirnya.
"Aku tidak berlagak tidur mas, Aku sedang berusaha untuk tidur, agar cepat pulih mas", ujar Rianty memberi alasan dan akhirnya membuka matanya dan tersenyum malu.
__ADS_1
"Kamu memang paling pintar membuat alasan sayang!", ujar Gerald sambil mengusap bibir Rianty dengan ibu jarinya.
"Enggak mas, aku hanya ingin cepat-cepat keluar dari rumah sakit. Aku hanya merasa tidak nyaman tinggal di rumah sakit", sahut Rianty lagi
Gerald tentu mengerti Rianty yang masih trauma dengan kejadian tadi,
"Jangan khawatir, mas akan nemenin kamu tidur, tidak akan ke mana-mana, biar kamu bisa tidur dengan nyaman", ujar Gerald menenangkan Rianty.
Tentu Rianty tidak menyangka yang dimaksud Gerald "menemaninya tidur", dilakukan Gerald dengan tidur satu tempat tidur dengan nya
Gerald melepaskan sepatu nya dan ikut naik ke atas tempat tidur Rianty. Untung saja tempat tidurnya lumayan lebar, karena mereka berada di ruang VIP.
Kemudian Gerald memposisikan Rianty menghadap ke arahnya, dan tangan yang masih diinfus berada di atas.
"Mas, jangan begitu. Nanti tidurmu tidak nyaman!", protes Rianty, karena dia merasa tubuh Gerald yang tinggi terlalu pas untuk tidur bersamanya dan akan tidak nyaman untuk Gerald.
"Nanti kalau suster yang datang ngecek, marah bagaimana mas?", tanya Rianty masih khawatir, walaupun dia merasa senang dan aman dalam pelukan Gerald.
Gerald langsung tertawa mendengar pertanyaan Rianty.
"Mana mungkin mereka berani sama yang punya rumah sakit!" sahut Gerald agak sombong.
"Ih.. sombongnya mirip Aldi!", ujar Rianty akhirnya tidak protes lagi, malah tangan nya iseng memainkan kancing kemeja Gerald.
"Apakah kamu ingin mas membuka kemeja sayang?", tanya Gerald menggoda Rianty, melihat apa yang sedang dilakukan Rianty.
"Ih..dasar buaya. Pikirannya gak benar!", omel Rianty cemberut dan memukul dada Gerald beberapa kali.Tapi tentu saja pukulan sayang.
__ADS_1
"Sudah ayo cepat tidur, biar kamu cepat sehat kembali!", ujar Gerald mengakhiri candaan nya, lagipula dia tidak mau resiko tergoda dengan Rianty, karena Rianty masih belum pulih.
Lalu Gerald mengecup dahi Rianty dan mempererat pelukannya pada Rianty.
Kali ini Rianty juga tidak protes lagi, Rianty menyembunyikan wajahnya di dada Gerald dan balas memeluk pinggang Gerald, agar dia segera terlelap.
"Mungkin aku lagi hamil, jadi suka bermanja-manja pada mas Aldo", pikir Rianty dalam hati membenarkan tindakannya dan tidak memerlukan waktu lama, Rianty sudah terlelap dalam pelukan Gerald.
"Ternyata jatuh cinta dan berpacaran setelah menikah juga indah. Nanti kalau semua masalah sudah beres, dan Rianty sudah pulih aku harus Honeymoon dengan Rianty, agar hubungan kami semakin dekat", putus Gerald dalam hati, ikut memejamkan mata, setelah melihat Rianty terlelap.
Bersambung.........
...ππππππππ...
...Buat pembacaku tersayang,...
...Ini hanya episode tambahan ya, buat baper-baper an sajaππ, soalnya author koq merasa masa romantisnya rianty terlalu sedikit, jadi ini edisi khusus, yang jahat-jahat minggir dulu π€£π€£, setidaknya Rianty harus punya masa yang indah juga sesudah begitu lama menderita....
...Semoga pembaca bisa menikmati dan ikut bahagia buat Rianty yang disayang banget sama tuan Gerald....
...Besok baru lanjut lagi ya.......
...Terimakasih atas dukungan like, comment, vote dan hadiahnyaππ...
...Pokoknya yang mampir di lapak author, jari-jarinya harus aktif ya π€£π€£π€£...
...Love you allπππ₯°π₯°...
__ADS_1