
#Flashback sebelum ibu Gerald dan Monica ke kantor Anggara Group#
Ibu Gerald yang sudah tidak tahan untuk memiliki seorang cucu, akhirnya memutuskan mendatangi Monica untuk berdiskusi masalah Aldi.
Apalagi sejak pertama melihat Aldi, ibu Gerald langsung menyukai Aldi.
Walaupun demikian ibu Gerald tetap mau kalau menantunya tetap Monica, perempuan berpendidikan tinggi dan berasal dari kalangan mereka.
Bukan Rianty perempuan desa dengan pendidikan hanya SMP saja, yang tidak jelas asal usulnya, yang mana hampir dijual ayahnya yang pemabuk dan penjudi itu.
Bagi ibu Gerald bibit, bobot, bebet tetap penting jika menjadi menantunya.
Begitu melihat ibu Gerald datang ke kantornya, Monica segera menyuruh Patrick keluar dari kantornya.
Sejak bisnis Monica meredup, waktu ruangnya menjadi banyak, akhirnya dia memperkerjakan Patrick di kantornya.
Jadi setiap saat jika dia membutuhkan Patrick untuk memuaskannya, lebih mudah, dan tidak akan ada yang curiga.
Apalagi dalam ruangannya ada kamar untuk beristirahat.
"Ada apa Ibu datang ke sini? Kalau ada apa-apa ibu telpon saja, saya akan mampir mengunjungi ibu", ujar Monica menyambut kedatangan mertuanya dengan ramah.
Ibu Gerald langsung terharu melihat Monica yang begitu baik,
"Ah teganya Gerald sudah punya istri yang begitu baik masih disia-siakan, kecantikannya juga gak kalah sama perempuan desa itu, Gerald benar-benar sudah buta!", pikir Rini dalam hati menyesalinya.
"Ibu ingin meminta ijin sesuatu padamu, ibu sangat berharap kamu bisa menyetujuinya", ujar Rini akhirnya dengan perasaan tidak enak pada Monica.
"Katakan saja Bu, ibu sudah kuanggap seperti ibu sendiri. Kalau aku bisa lakukan pasti akan kulakukan untuk ibu", ujar Monica yang memang selalu bermulut manis.
"Apakah kamu sudah tahu kalau Gerald sudah punya anak 6 tahun. Ibu ingin sekali mengambil anak itu, karena mirip sekali dengan Gerald waktu kecil.
Tapi ibu tetap ingin kamu yang menjadi menantu ibu, ibu mewakili Gerald minta maaf padamu. Ibu yakin suatu hari Gerald akan sadar kebaikanmu!", ujar ibu Gerald yang akhirnya mengatakan keinginannya.
Monica sempat terdiam sebentar, akhirnya hanya menghela nafas.
"Baiklah kalau ibu memang ingin mengambil Aldi, karena sudah terlanjur.
__ADS_1
Kita tidak bisa menyalahkan anak itu, anak itu tidak berdosa. Yang salah adalah ibunya yang menggoda pria yang sudah beristri", sahut Monica yang terlihat sangat pengertian, tapi secara tidak langsung menjelekkan Rianty di depan mertuanya
Bagi Monica, sekarang yang penting dia tidak diceraikan oleh Gerald, sehingga dia bisa tetap mendapatkan tunjangan yang besar tiap bulan.
Sedangkan masalah dia tidak mendapatkan kasih sayang dari Gerald, dia sudah tidak perduli lagi, toh dia sudah punya Patrick yang bisa menghangatkan ranjangnya.
Menurut Monica dia sudah berusaha, tapi Gerald sama sekali tidak tergerak hatinya, lama-lama Monica akhirnya menyerah pada perasaannya.
"Ah ibu benar-benar bersyukur punya menantu sebaik kamu, sangat pengertian, Gerald sungguh buta tidak bisa melihat kelebihanmu Monica!", sesal Rini.
"Huh anakmu memang sudah buta, begitu lama aku berusaha menarik perhatiannya dia sama sekali tidak mau melirikku!", pikir Monica dalam hati, tapi yang keluar dari mulutnya tentu berbeda.
"Gak pa pa bu, lagipula salahku juga belum bisa memberikan keturunan pada Gerald. Karena saya mencintai Gerald, saya pasti akan berusaha mencintai anak Gerald juga Bu, ibu tidak usah khawatir".
"Baiklah kalau kamu mengijinkan itu Monica, ibu bermaksud mengambil Al untuk dirawat kamu. Ibu ingin agar Gerald tidak berhubungan lagi dengan wanita itu!", ujar Rini.
"Ibu sudah menawarkan uang pada perempuan itu, agar dia menyerahkan anaknya, dan aku sudah memberi dia waktu 2 hari, kalau dia tidak mau, terpaksa aku akan menggunakan cara lain. Jadi sekarang ibu mau ajak kamu bersama-sama ke kantor Gerald, untuk membicarakan masalah ini.
Agar Gerald tahu dia mempunyai seorang istri yang besar hati, yang bisa menerima kehadiran Aldi juga, yang bersedia memaafkannya walaupun dia sudah bersalah", ujar Rini yang benar-benar terharu dengan kebaikan Monica.
langgeng terus", ujar Monica memasang wajah sendu.
Akhirnya perkataan Monica semakin membuat Ibu Gerald semakin mengagumi dan semakin merasa bersalah pada Monica.
Monica memang aktris yang hebat! Sangat pantas diganjar piala Oscar.
...********...
"Kamu sudah diguna-guna perempuan kampung itu rupanya! kamu sudah gila ya?", omel ibu Gerald langsung emosi, sesudah sadar dari rasa kagetnya.
"Aku tidak gila Bu, kalau gila tidak mungkin aku masih duduk di sini sebagai Presdir!", sahut Gerald tidak mau kalah.
"Ibu tidak terima! Ibu hanya menginginkan kamu punya satu istri, dalam keluarga kita. Dari kakekmu, ayahmu tidak ada yang punya dua istri! Ibu tidak setuju ada poligami di keluarga kita!", ujar Rini lagi.
"Memang siapa yang mau punya dua istri, aku juga hanya mau punya satu istri Bu.
Monica akan kuceraikan dan aku akan menikahi Rianty", jawab Gerald.
__ADS_1
Ternyata yang kaget mendengar jawaban Gerald, bukan hanya Rini dan Monica saja, Rianty juga kaget.
Rianty juga tidak menyangka Gerald akan menceraikan Monica untuk menikahinya.
Tadinya dia mengira Gerald hanya menjadikannya sebagai istri kedua saja, karena dia sering mendengar orang kaya seperti Gerald adalah hal biasa jika mempunyai istri lebih dari satu, belum lagi simpanan yang lain.
Tapi Rianty bukannya senang dengan keadaan itu, Rianty malah semakin takut pada Gerald.
"Ah..hati tuan Aldo sungguh susah ditebak. sungguh kejam. Koq semudah itu menceraikan istrinya. Berapa lama aku bisa mempertahankan tuan Aldo di sampingku, agar aku dan Aldi selalu bersama. Aku sungguh tidak bisa menebak sampai kapan aku bisa di sisinya, kapan aku akan dibuang, kalau dia sudah bosan!", pikir Rianty mulai tidak tenang dengan posisinya yang bahkan belum diperolehnya itu.
Rianty tidak pernah tahu hubungan sebenarnya antar Gerald dan Monica, tapi dia pernah melihat keduanya di pesta, dan kelihatannya hubungan keduanya baik-baik saja
"Pantas saja istri tuan Aldo dulu tutup sebelah mata saat tuan Aldo membeli aku untuk tidur dengannya, mungkin saja dia takut dicerai", akhirnya otak Rianty semakin lama berpikir, semakin banyak pikiran negatif di otaknya yang membuatnya semakin cemas dan takut menghadapi Gerald, apabila mereka menikah nanti.
"Pantas saja paman berpesan padaku untuk merahasiakan kalau aku mengenal Monica!"
Karena pikiran negatif Rianty pada Gerald, akhirnya membuat Rianty malah merasa kasihan pada Monica, karena bagaimanapun dia seorang perempuan juga.
Tapi sudah tidak ada jalan mundur lagi buat dia, akhirnya Rianty hanya diam saja mendengar pertikaian ibu dan anak itu
Sedangkan Monica dari tadi terlihat menangis dan tampak sangat menyedihkan, begitu mendengar Gerald akan menceraikannya.
Monica kali ini harus mengeluarkan jurus aktingnya lagi, agar sang mertua membelanya.
Dan hasil akting Monica tidak diragukan lagi, membuat Rini benar-benar marah
"Selama ibu masih hidup jangan harap kamu bisa menceraikan Monica! hanya Monica satu-satunya yang boleh menjadi menantu ibu!", ujar Rini dengan kesal.
Sekretaris Kim yang dari tadi sudah masuk ke ruangan Gerald, hanya berdiri terpaku mendengar perselisihan antara Gerald dan ibunya.
Khusus untuk sekretaris Kim memang tidak usah mengetuk pintu bila masuk dalam ruangan Gerald.
"Aku sudah yakin tuan Gerald akan bermasalah jika ingin menikahi nona Rianty!", sesal sekretaris Kim yang tiba-tiba merasa sakit kepala.
Bersambung........
... ...
__ADS_1