Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Gerald yang tidak sabar


__ADS_3

"Tumben kak, mampir ke tempat kerjaku?", tanya Monica kaget, karena saat Devan datang, dia sedang bermesraan dengan Patrick di kantornya.


Untung saja Devan mengetuk pintu dulu sebelum masuk dalam ruangan Monica.


Patrick segera berdiri di samping dan memegang file yang selalu ada di meja kerja Monica.Tujuannya hanya satu, agar tidak ada yang mencurigai Patrick, karena Patrick bekerja sebagai asisten Monica.


Monica memang pintar menyembunyikan hubungannya dengan Patrick


Devan sempat menatap ke arah Patrick dengan menyelidik, karena setahunya pekerjaan adiknya tidak memerlukan seorang asisten.


Devan sebenarnya tahu kalau usaha adiknya sebenarnya sudah berada di ambang kebangkrutan, karena penjualan dan peminatnya sudah turun drastis, hanya saja Devan tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya.


Sebenarnya kalau menuruti kata hatinya Devan ingin mengusulkan Monica untuk menutup usahanya saja, agar Monica bisa lebih konsentrasi ke rumah tangganya, jangan sampai kejadian perceraian dia dan istrinya terulang kembali dalam keluarga mereka, hanya gara-gara sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Tetapi karena sampai sekarang Monica belum memiliki anak, akhirnya Devan tidak tega. Devan takut Monica akan kesepian jika tidak mengerjakan sesuatu, karena Gerald juga sibuk dengan bisnisnya.


Karena itu akhirnya Devan tidak pernah menyatakan keberatannya kalau Monica tetap menjalankan usahanya yang sudah tidak menjanjikan itu.


...********...


Melihat Devan memandang curiga ke Patrick, Monica cepat-cepat mengalihkan perhatian Devan.


"Kakak ada masalah penting apa? Patrick kamu keluar dulu, sekalian kerjakan apa yang tadi kuberitahu!", ujar Monica.


Patrick yang dari tadi menunduk, karena merasakan diperhatikan terus oleh Devan cepat-cepat mengangguk dan mengiyakan, setelah itu Patrick segera melangkah keluar dari ruangan Monica.


Untung saja hati Devan sedang tidak tenang mendengar cerita Angel tadi, sehingga akhirnya Devan tidak terlalu memperhatikan Patrick lagi.


"Apa betul kalau suami mu Gerald ada hubungan dengan Rianty?", tanya Devan langsung, karena sudah dari tadi dia menahan rasa ingin tahunya.


Monica sempat terdiam mendengar pertanyaan Devan.


"Ah.. aku harus bersandiwara si depan kak Devan, agar Kak Devan kasihan padaku dan memihak padaku!", pikir Monica dalam hati


Seketika Monica berubah menjadi aktris, menangis tersedu-sedu dan membuat dirinya kelihatan begitu menyedihkan.


Tentu saja Devan menjadi kaget, sebenarnya dia masih berharap apa yang diucapkan Angel tidak benar.


Karena Devan benar-benar menyukai Rianty dan ingin mendekati Rianty dan kebetulan lagi Angel juga begitu menyukai Rianty.


Tapi begitu melihat keadaan Monica, Devan tahu sepertinya harapannya untuk mendekati Rianty pupus sudah. Ternyata ucapan Angel anaknya adalah benar.

__ADS_1


"Coba kamu jangan menangis dulu Monica, coba ceritakan apa yang terjadi kepada kak Devan?" ujar Devan menepuk punggung Monica, menghibur.


"Dalam waktu dekat ini Gerald akan menikah dengan Rianty", ujar Monica terisak.


"Kamu ijinkan? Lalu bagaimana dengan kamu?", tanya Devan tak percaya.


"Aku harus bagaimana lagi kak Devan, kalau tidak kuijinkan, Gerald akan menceraikan ku. Bahkan omongan ibunya saja Gerald sudah tidak mau dengar, dia hanya mau mendengarkan Rianty saja!", ujar Monica yang dendam pada Rianty.


"Tapi setahu kak Devan, Rianty perempuan yang baik, Mengapa dia bisa merusak hubunganmu dengan Gerald.


Dan setahu kakak, Gerald juga jarang dekat dengan perempuan, kecuali kalau sedang bisnis saja!", ujar Devan yang masih tidak bisa meneeima kenyataan.


"Aldi adalah anak kandung Gerald kak, aku bisa apa lagi? Kamu tahu sendiri mertuaku sudah lama ingin punya cucu. Memang dia selalu baik padaku, dia juga menentang Gerald menikahi Rianty, tapi dia tetap menginginkan cucunya.


Sedangkan Gerald ingin memiliki ibunya juga", ujar Monica dengan muka sedih dan masih menangis terisak.


Mendengar hal tersebut Devan langsung terduduk lemas di bangku depan Monica. Bagaimanapun dia merasa kecewa, karena dia sudah harus menghapus angan-angan nya untuk mendekati Rianty, padahal dia sudah jatuh hati pada Rianty.


"Kapan Rianty pertama bertemu dengan Gerald, bahkan sampai mempunyai anak dengan Gerald? Apakah itu terjadi sebelum atau sesudah Gerald menikah denganmu?", tanya Devan tanpa sadar mengepalkan tangannya, karena geram pada Gerald.


'Huh hanya depannya saja kelihatan anti dengan perempuan!", gerutu Devan dalam hati kesal.


"Lebih bagus begitu, lebih baik kau bercerai dengan Gerald saja, sungguh memalukan. Bagaimana pandangan orang lain nanti terhadap keluarga kita?", ujar Devan yang sudah terbawa emosi.


Mendengar usul Devan, tentu Monica kaget, dia teringat hutangnya yang banyak di Bank Gerald. Walaupun keluarga mereka termasuk kaya, tapi uang yang dulu dia pinjam sangatlah besar, dan nanti pasti akan dipertanyakan ke mana uangnya.


"Tidak bisa kak, aku tidak bisa hidup tanpa Gerald, Aku sungguh-sungguh mencintainya, kak. Tidak masalah, aku mengalah saja kak!", sahut Monica cepat.


"Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa uangnya!", pikir Monica dalam hati.


"Gerald sungguh bodoh! tidak bisa menghargai cintamu yang tulus", ujar Devan semakin tidak puas pada Gerald.


"Baiklah! aku akan bicara empat mata dengannya!", ujar Devan emosi menyaksikan adiknya yang terlihat begitu tidak berdaya pada Gerald.


Setelah itu Devan melangkah keluar dari ruangan Monica dan tidak berkata apa-apa lagi pada Monica, karena terbawa emosi.


"Ah .. untung kak Devan percaya padaku", pikir Monica menarik nafas lega.


...********...


Devan mengira Gerald pasti berada di toko Rianty, karena tadi Gerald mengantar pulang Aldi. Ternyata dugaan Devan tidak salah, Gerald memang berada di toko roti Rianty.

__ADS_1


Devan melihat mobil Gerald parkir di depan toko.


Akhirnya sesudah menunggu tidak terlalu lama, terlihat Gerald yang berjalan keluar, diantar oleh Rianty, tetapi Aldi tidak kelihatan.


Aldi yang tidak mendapat jawaban dari Gerald, setelah dia menanyakan mengapa Gerald tidak cukup dengan adanya dia dan ibunya, Aldi menjadi marah dengan Gerald.


Alhasil sepanjang perjalanan di dalam mobil Aldi sama sekali tidak bersuara.


Bahkan saat sampai di toko, Al langsung pamit ke atas untuk mandi dan mengerjakan tugas.


"Tuan Aldo yang sabar ya hadapin Al, mungkin Al kecapaian", ujar Rianty menghibur sesudah melihat muka Gerald yang kecewa dengan sikap Aldi yang menjauhinya.


Gerald sempat memakan kue dan minuman yang dihidangkan Rianty, Gerald menjadi sedikit terhibur, karena dia merasa Rianty begitu memperhatikannya.


Karena itu akhirnya Gerald semakin tidak sabar untuk tinggal bersama Aldi dan Rianty.


"Ingat besok kita akan membuat surat nikah di catatan sipil, sebaiknya aku pulang dulu, agar kamu bisa istirahat agar badanmu benar-benar pulih", ujar Gerald


Tentu Rianty merasa senang mendengar perkataan Gerald, karena dari tadi sebenarnya dia merasa suasana menegangkan dengan berada berdua saja dengan Gerald.


"Baik tuan saya akan segera beristirahat!", sahut Rianty cepat, takut Gerald berubah pikiran


"Kamu sungguh pintar menyenangkan hatiku, aku sudah tidak sabar hidup bersamamu dan Aldi!", sahut Gerald senang karena Rianty begitu menurut padanya.


Rianty menjadi salah tingkah mendengar pujian Gerald, akhirnya Rianty memilih diam dan mengikuti Gerald berjalan keluar, mengantar Gerald sampai ke mobil.


Devan yang melihat Rianty mengantar Gerald sampai ke mobil, hatinya menjadi panas seketika


Devan segera menghampiri Gerald,


"Aku ingin bicara empat mata denganmu!", ujar Devan.


"Bicara langsung saja! Rianty calon istriku, tidak masalah dia ikut mendengar!", sahut Gerald dengan sengaja, karena dia tahu kalau Devan menyukai calon istrinya.


Rianty merasa menjadi serba salah berada di antara ke dua laki-laki itu, akhirnya hanya bisa berdiri terpaku.


Devan yang dari tadi sudah menahan emosinya, akhirnya menjadi marah.


Tanpa peringatan apapun, Devan langsung meninju wajah Gerald dengan sekuat tenaga, sedangkan Gerald yang tidak menduga hal tersebut, akhirnya jatuh tersungkur.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2