Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Berita yang mengejutkan


__ADS_3

"Menurutmu aku harus bagaimana Kim?", ujar Gerald menanyakan pendapat pada sekretarisnya.


"Tuh kan sejak jatuh cinta, hal gitu saja harus tanya orang. Benar-benar sudah linglung Tuan ku ini", gerutu sekretaris Kim, mulai khawatir bagaimana tuan mudanya bisa menyelesaikan masalah kalau masih dimabuk cinta seperti itu.


"Menurut saya, kita harus bertemu bapaknya Rianty dulu, lalu menanyakan siapa itu paman Dodi, atau tuan bisa coba bertanya langsung pada nona Rianty, siapa yang dia sebut paman Dodi itu.


Tapi maaf tuan, menurut saya nona Rianty sepertinya menyembunyikan keberadaan pamannya itu, karena dari dulu dia tidak pernah menyebutkan kalau dia punya paman, tuan!", ujar sekretaris Kim tetap memberikan masukan, walaupun menggerutu dalam hati.


"Pendapatmu sama dengan yang ingin kulakukan Kim, tapi menurutku kamu tidak benar kalau bilang Rianty menyembunyikan sesuatu padaku. Rianty selalu jujur padaku", ujar Gerald membela Rianty.


"Kalau tuan percaya pada nona Rianty, sebaiknya tuan bertanya langsung saja pada nona Rianty!", ujar sekretaris Kim.


"Susah kalau sudah jatuh cinta, bakal dibela mati-matian, percuma kalau gak ada bukti", gerutu sekretaris Kim dalam hati.


"Tapi koq sepertinya ada yang sengaja mempertemukan Rianty dengan bapaknya. Kalau dipikir-pikir gak mungkin bisa kebetulan orang yang membuat berita itu bisa merekam kejadiannya. Ini pasti sudah ada yang merencanakannya!", ujar Gerald curiga.


"Akhirnya tuan ku bisa berpikiran jernih juga", pikir sekretaris Kim menarik nafas lega.


"Iya tuan, justru itu yang mau saya katakan pada tuan, sepertinya ada yang merencanakannya. Mungkin tujuannya untuk menjelekkan nama tuan, karena tuan menikah dengan. seorang wanita yang pernah menjual diri, entah hal itu benar atau tidak benar, tetapi Rianty sendiri yang berkata seperti itu pada bapaknya, dan tujuan kedua mungkin ingin hubungan tuan dan nona Rianty putus!", ujar sekretaris Kim.


"Tapi tuan jangan khawatir, saya sudah suruh orang untuk menghapus berita itu, dan saya sudah meminta bagian programmer kita untuk menyelidiki IP address orang yang mulai menyebarkan berita itu. Kalau sudah dapat, saya akan segera ke sana untuk mengambil rekaman aslinya tuan!", ujar sekretaris Kim.


"Kurang ajar orang itu! mau mencoba merusak hubunganku dengan Rianty! Beri pelajaran orang itu!", perintah Gerald marah.


"Baik tuan!"


"Akhirnya tuanku bersikap tegas lagi, padahal sejak dia mengenal Rianty sifatnya menjadi berubah banyak dan menjadi lebih lunak. Bagus, aku lebih suka tuanku yang tegas dan agak kejam. Seorang pemimpin tetap harus seperti itu, agar selalu disegani", pikir sekretaris Kim senang, karena sikap Gerald kali ini sesuai dengan prinsipnya.


...********...


Gerald bisa menerima berita itu dengan tenang, dan berusaha menghilangkan berita itu segera, agar tidak ada lagi yang melihat berita itu dan menimbulkan masalah buat dia dan Rianty, dengan bantuan sekretaris Kim.

__ADS_1


Tapi tentu tidak demikian dengan Rini. Begitu Rini tahu berita itu dari Lena, Rini langsung marah besar.


Rini yang biasanya sabar itu, paling tidak bisa memaklumi suatu kejadian kalau sudah menyangkut nama baik keluarga Anggara.


"Sungguh memalukan, Rianty bahkan mengakui sendiri kalau dia menjual diri! Ah mengapa Gerald sampai bisa bertemu perempuan seperti itu. Mau ditaruh dimana mukaku! Walaupun dia hanya istri kedua, tetap saja itu memalukan!", omel Rini kesal.


"Nyonya gak usah aneh dari mana Gerald bisa bertemu Rianty. Perempuan seperti itu pintar menarik perhatian laki-laki, tentu saja dia sudah mengincar tuan muda yang kaya raya, dan dengan keahliannya itu dia mengikat tuan muda. Padahal kan tuan muda dari dulu pekerja keras dan tidak pernah tertarik dengan perempuan, tapi dia sanggup menarik perhatian tuan muda dan mempunyai anak dengan tuan muda", ujar Lena yang bukan menenangkan Rini, malah semakin membakar kemarahan Rini.


"Sebetulnya aku sudah tidak mempermasalahkan dia menikah dengan Gerald, asal Gerald tetap adil kepada Monica. Apalagi dia ibunya Aldi. Tapi aku tidak menyangka dia punya masa lalu yang begitu buruk.


Bahkan sampai hari ini, belum pernah sekalipun Gerald ke tempat Monica, sejak Gerald membawanya ke mansion Anggara. Bagaimana caranya aku bisa menyingkirkan dia dari Gerald?", ujar Rini menghela nafas panjang.


"Kan aku sudah bilang nyonya, yang namanya seorang pelakor mana mungkin memiliki hati yang baik. Walaupun Rianty kelihatannya memiliki sifat yang baik, aku yakin itu hanya sandiwara. Aku yakin hatinya penuh tipu muslihat!", ujar Lena yang begitu yakin dengan pendapatnya tentang seorang pelakor itu.


"Nyonya jangan khawatir, bila nyonya ingin menyingkirkan Rianty dari keluarga Anggara, saya pasti selalu siap membantu nyonya", ujar Lena penuh semangat.


"Huh keinginanku untuk membasmi si pelakor itu akhirnya kesampaian juga, akhirnya nyonya Rini tahu sendiri kebobrokan perempuan pelakor itu!", pikir Lena dalam hati merasa senang, karena kali ini dia yakin Rianty pasti akan diusir dari keluarga Anggara.


...********...


Dita dan Ayu hari ini malah tidak berani terlalu banyak berbicara, karena mereka berpikir Rianty yang baru saja bertemu dengan bapaknya kembali, pasti akan membuat Rianty terkenang dengan masa lalunya yang menyedihkan.


Akhirnya hari ini, ketiga perempuan itu sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Dita dan Ayu merasa prihatin kepada Rianty karena memiliki bapak yang seperti pak Sugiman, tapi tidak berani bertanya lagi, karena takut akan membuat Rianty merasa sedih.


Sedangkan Rianty dari tadi pikirannya dipenuhi oleh Gerald yang semakin memperhatikannya dan memanjakannya.


Rianty bahkan merasa malu sendiri, jika teringat dia yang suka menjadi manja pada Gerald, bahkan sekarang dia sudah berani membalas kemesraan yang diberikan Gerald.


"Ih.. koq aku jadi seperti remaja yang sedang jatuh cinta, bahkan aku tiba-tiba merasa kangen pada mas Aldo lagi. Dasar gak tahu malu!", omelnya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Akhirnya Rianty pun berusaha konsentrasi kembali pada pekerjaannya dan mencoba membuang Gerald dari pikirannya.


Tapi keadaan itu tidak berlangsung lama, karena tidak lama kemudian toko mereka didatangi orang dari kepolisian.


"Ada yang bisa kami bantu pak?", tanya Dita dengan perasaan tidak tenang.


"Ada kejadian apa, mengapa polisi ke sini? Apa hanya mau beli roti?", pikirnya dalam hati.


"Kami mencari ibu Rianty, pemilik toko ini!", ujar petugas itu.


Rianty yang mendengar namanya disebut segera datang menghampiri petugas itu,


"Saya Rianty pak, ada yang bisa saya bantu?", tanya Rianty dengan hati berdebar-debar.


"Apakah bapak Sugiman, benar adalah ayah dari ibu Rianty?"


"Iya pak, betul", sahut Rianty tambah tidak tenang.


"Aduh, apa yang sudah bapak perbuat?", pikir Rianty dalam hati.


"Kami minta ibu ikut kami untuk menjadi saksi kami, kemaren bapak Sugiman ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di jalan xxx, dan hasil penyelidikan beliau terakhir kali datang ke toko ibu", ujar petugas itu.


Rianty hanya berdiri mematung tidak berkata apapun, begitu mendengar pernyataan petugas


itu.


Bersambung........


...Dear readers tersayang,...


...Jangan lupa terus dukung Author dengan like👍 dan comment....

__ADS_1


...Vote dan hadiah🌹🍵 tentu tidak ditolak 🤗🤣🤣, bahkan membuat author semakin semangat💪💪....


...Jangan lupa juga pencet favorit ❤️, agar selalu mendapat notifikasi, sekalian follow author ya😘😘...


__ADS_2