Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Saling menyalahkan


__ADS_3

"Nona Monica bagaimana ini? Di dalam rekaman namaku disebut, apakah nona yang masukin beritanya? Koq nona bisa begitu tidak teliti?", tanya Dodi dengan muka merah padam karena marah, dan kali ini dia sudah lupa sopan santun, walaupun sekarang lawan bicaranya adalah bos nya.


"Kamu masih berani menyalahkan aku. Kamu sudah membohongiku begitu lama! Mengapa kamu tidak bilang kalau perempuan sial itu keponakanmu! Jangan-jangan kamu berdua memang sudah bersekongkol untuk merebut Gerald dari aku!", ujar Monica yang malah mengomel balik.


"Dulu nona hanya menyuruh aku mencari seorang gadis, tentu siapa saja boleh kubawa!", sahut Dodi yang sudah nekad dan kali ini tidak mau disalahkan lagi.


"Jalanku sudah buntu, kali ini aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum ketahuan dan terlibat. Akan kucoba peruntunganku, siapa tahu aku dapat modal tambahan buat kabur dari sini", pikir Dodi dalam hati.


"Aku akan pergi ke tempat yang jauh dan tidak akan melibatkan nona, saya hanya minta nona memberi modal saya untuk kabur, jadi nona akan aman", sambung Dodi.


"Kamu terlalu Dodi! kamu coba-coba mengancam aku ya!", kali ini Monica sudah benar-benar emosi.


"Saya tidak mengancam nona, saya hanya memberikan solusi yang terbaik. Terserah nona mau atau tidak!", ujar Dodi berusaha terlihat santai, agar Monica takut.


Ternyata benar, kali ini Monica kalah taktik dengan sopir kepercayaannya itu.


"Baiklah, kau beri aku waktu, kau tahu sendiri keuanganku saat ini!", sahut Monica akhirnya mengalah.


"Dasar sopir brengsek, sayang keuanganku sudah parah! Kalau tidak kamu juga aku habisin!", geram Monica dalam hati.


"Aku gak masalah nona. Tapi semakin cepat nona berikan, semakin cepat aku menghilang dari kota ini, biar nona aman", ujar Dodi semakin jadi, karena dia merasa di atas angin saat ini.


Belum sempat Monica menjawab, terdengar suara pintu diketuk.


Begitu Monica mempersilahkan masuk, tampak Patrick yang datang menghampiri Monica.


Monica yang sedang menghadapi banyak masalah, tentu merasa senang dengan kedatangan Patrick, setidaknya ada tempat dia untuk berkeluh kesah.


"Ahh.. akhirnya kamu kembali lagi padaku", sambut Monica senang.


"Aku bukan kembali, aku ke sini hendak menanyakan sesuatu! Apakah kamu terlibat dengan kematian bapak Rianty?", tanya Patrick.


"Saya keluar dulu nona", ujar Dodi memutus pembicaraan tersebut, dan segera beranjak keluar dari ruangan Monica.


"Apa? Bapak Rianty mati? Kamu tahu dari mana?", tanya Monica bingung, setelah Dodi keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"Iya, aku hanya bertanya, apakah kamu terlibat?", tanya Patrick lagi.


"Untuk apa aku membunuhnya. Semakin lama bapak tua itu hidup, semakin senang aku. Berarti ada orang yang akan menyulitkan hidup Rianty. Mengapa bapak tua itu harus mati begitu cepat? Memang perempuan kampung itu selalu beruntung! Dulu aku suruh orang menabraknya masih saja hidup! Bahkan orang yang bisa mengganggu hidupnya saja mati. Kalau aku bisa memilih, aku lebih senang kalau kau membawa berita Rianty yang mati, bukan bapak tua itu!", ujar Monica duduk kembali di kursinya dengan wajah tanpa ekspresi dan terlihat termenung.


Kali ini Patrick menatap tak percaya pada Monica, dia tidak menyangka Monica akan begitu dendam pada Rianty bahkan pernah mau membunuh Rianty.


Selama ini sifat buruk Monica tertutup oleh rasa cintanya.


Bahkan Patrick membenarkan diri selingkuh dengan Monica, karena menganggap kalau Gerald lah yang bersalah dan telah menyia-nyiakan Monica.


Hari ini dia baru sadar, ternyata selama ini dia sudah cinta buta pada Monica, tanpa memperdulikan apapun.


Selama ini matanya sudah buta ditutup cinta, hingga tidak melihat kelakuan tidak benar yang sudah dilakukan Monica.


Akhir nya hari ini dia menyesal, dia sudah menghabiskan waktunya selama ini hanya untuk seorang wanita yang tidak berperasaan dan egois.


"Tuan Gerald memang lebih pintar segalanya dari aku Bahkan memilih seorang teman hidup saja aku kalah. Pantas saja Tuan Gerald tidak pernah menyukai Monica, bahkan lebih menyukai seorang gadis desa!", sesal Patrick.


...*******...


"Tuan! ada kabar buruk!", ujar sekretaris Kim langsung, begitu memasuki ruangan Gerald.


"Ada apa?", tanya Gerald cepat, karena dia tahu biasanya sekretarisnya ini sangat tenang dalam menghadapi masalah.


"Ayah nona Rianty ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, dan sepertinya ada yang mencelakakannya karena kepalanya ada benturan", ujar sekretaris Kim menjelaskan.


"Rianty sudah tahu?", tanya Gerald kaget.


"Rianty sudah didatangi yang berwajib, dan saat ini dibawa menjadi saksi, karena Rianty dianggap orang yang terakhir bertemu dengan korban oleh pihak yang berwenang", jawab sekretaris Kim.


Mendengar itu Gerald langsung berdiri,


"Dibawa ke mana Kim? Aku harus segera ke sana menemaninya, kasihan Rianty, dia pasti ketakutan", ujar Gerald khawatir.


"Kamu wakili aku untuk pertemuan apapun hari ini, kamu tidak usah mengantarku Kim, aku bawa mobil sendiri", ujar Gerald segera beranjak keluar dari ruangannya dan mengambil kunci mobilnya di atas meja.

__ADS_1


"Baik tuan, alamatnya segera ku kirim ke tuan", sahut sekretaris Kim.


"Benar-benar kesayangan tuan sekarang, tuan begitu mengkhawatirkannya. Andai aku menemukan kesalahan dilakukan Rianty, aku yakin tuan pasti juga akan memakluminya", pikir Kim menggeleng kan kepalanya tidak mengerti apa itu cinta, sampai membuat tuannya berubah.


Karena sampai di usianya yang ke 32 tahun, Kim tidak pernah sekalipun jatuh cinta!


...********...


Rianty sejak dibawa oleh pihak yang berwenang sama sekali tidak bersuara dan terlihat termenung saja. Juga tidak menangis, hanya terlihat matanya yang berkaca-kaca.


Selama perjalanan Rianty ternyata menyesal karena sudah menolak permintaan Ayahnya untuk meminta uang pada Gerald.


Di otak nya yang polos, Rianty hanya berpikir kalau ayahnya sudah dianiaya oleh penagih hutang, hingga nyawanya melayang.


"Bapak, maafkan Rianty, Rianty tidak tahu kalau akan seperti ini. Kalau Rianty tahu bisa seperti ini jadinya, Rianty tidak butuh harga diri, toh harga diri Rianty sudah hilang sejak 7 tahun yang lalu.


Harusnya Rianty kemaren menurut pada bapak untuk meminta uang pada mas Aldo. Harusnya Rianty tidak usah perduli mereka akan memandang seperti apa pada Rianty. Dari pertama mereka juga sudah memandang hina pada Rianty, menikah dengan mas Aldo karena menginginkan hidup mewah bersama mas Aldo", keluh Rianty dalam hati menyesali keputusan yang sudah dia ambil, hanya gara-gara ingin menjaga harga dirinya saja.


Akhirnya Rianty merasa berdosa sendiri, merasa kalau dialah sebenarnya yang sudah menyebabkan ayahnya meninggal, secara tidak langsung.


...********...


Di dalam ruang interogasi Rianty menjawab semua yang ditanyakan petugas dengan jujur.


Dari Rianty yang sudah lama tidak bertemu dengan ayahnya, karena Rianty kabur dari pernikahan yang diatur ayahnya itu, sampai akhirnya kemaren ayahnya yang tiba-tiba datang meminta uang padanya, susah 7 tahun tidak bertemu, dan kemaren adalah pertemuan petama kali sesudah 7 tahun, dan Rianty juga tidak tahu bagaimana ayahnya bisa tahu tempat dia tinggal.


Belum selesai, Gerald sudah datang membawa pengacara untuk mendampingi Rianty di dalam ruang interogasi, karena Gerald takut Rianty akan salah menjawab.


Melihat Gerald datang, entah mengapa Rianty yang akhir-akhir suka bersikap manja pada Gerald, langsung memeluk Gerald dan akhirnya menumpahkan tangisannya di dada Gerald, tangisan yang sudah dia tahan sejak tadi.


Bersambung ........


...Dear readers tersayang,...


...Jangan lupa terus dukung Author dengan like👍 dan comment....

__ADS_1


...Vote dan hadiah🌹🍵 tentu tidak ditolak 🤗🤣🤣, bahkan membuat author semakin semangat💪💪....


...Jangan lupa juga pencet favorit ❤️, agar selalu mendapat notifikasi, sekalian follow author ya😘😘...


__ADS_2