Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Gerald mendekati Rianty


__ADS_3

"Yu, lihat si Sultan datang lagi!", ujar Dita sambil menyenggol Ayu yang sedang menaruh roti di etalase, untung saja rotinya tidak jatuh.


Ayu tidak marah, malah ikut melihat ke arah Dita memandang. Walaupun Gerald baru satu kali datang ke toko roti Rianty, Gerald langsung sudah mendapat julukan dari kedua gadis itu.


Tentu saja sekali lihat mereka sudah mengenal Gerald, karena Gerald berwajah tampan dan memiliki tubuh yang atletis.


Belum lagi pakaiannya yang terlihat mahal dan mobilnya yang mewah.


Dan jarang sekali pelanggan mereka yang seperti Gerald. Karena Rianty menjual roti dengan harga yang ekonomis, yang lebih menyasar ke pelanggan menengah.


Kalau pun ada cuman Devan saja, itupun karena si Al berteman dengan Angel, anak Devan.


Akhirnya kedua gadis itu memberikan julukan sultan pada Gerald.


Terlihat Gerald yang keluar dari mobil berjalan menuju ke toko roti Rianty.


"Betul, ke toko kita, ta. Wah ngapain si Sultan ke toko roti kita? Jangan bilang kalau dia suka dengan roti buatan Bu Rianty. Apa ada maksud tertentu nih?", ujar Ayu yang suka heboh dan gosip ini.


"Ah, dasar kamu! kan memang buatan roti Bu Rianty memang enak, bisa saja si Sultan ketagihan. Seperti cerita di drama-drama, kan banyak ceritanya orang kaya yang begitu makan makanan jalanan malah ketagihan. Pertamanya disuruh makan gak mau, habis makan malah ketagihan!", ujar Dita sambil membayangkan drama yang sering dia tonton.


"Yaaa, kalau kamu sih kebanyakan drama ta, kita kan hidup di dunia nyata!", cemooh Ayu.


Pembicaraan kedua gadis itu terputus, ketika Gerald membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam toko.


Keduanya langsung terdiam dan memasang muka serius.


Mungkin karena tampang Gerald yang serius dan berwibawa, membuat keduanya segan dan salah tingkah sendiri, karena baru saja gosipin orang yang muncul di hadapan mereka itu.


Akhirnya Dita yang lebih cepat sadar daripada Ayu yang masih terpana, Dita segera mendekati Gerald,


"Bisa saya bantu Pak?", tanya Dita.


"Rianty nya ada?", tanya Gerald singkat dan langsung tanpa basa basi.


"Bu Rianty lagi jemput anaknya pulang sekolah pak, bisa dibantu?", tanya Dita lagi.


Tampak Gerald berpikir sebentar, lalu berkata,

__ADS_1


"Kamu bantu saya pilih kue yang paling laris saja 10", ujar Gerald akhirnya.


Dita mengiyakan dan segera melayani permintaan Gerald.


********


Saat Rianty sampai di sekolah BTS, Aldi belum keluar. Rianty segera memarkir motornya dan turun berdiri di depan gerbang sekolah untuk menunggu Aldi.


"Oo, ternyata sampainya terlalu cepat", pikir Rianty ketika melihat jam di Handphonenya.


Sekalian untuk melihat apakah ada pesan masuk untuknya. Benar saja begitu melihat handphone dia melihat pesan masuk dari Ayu karyawannya.


**Bu si Sultan tadi datang lagi nyari ibu, sudah Dita tanya ada apa, tapi gak ngomong apa-apa Bu, habis itu cuman beli roti, yang minta Dita kasih yang paling laris Bu.**


"Ah, ada apa Tuan Aldo ke toko ku lagi? Ngapain nyari aku? Aduh kalau dia sering datang bisa habis aku sama istrinya yang menyeramkan itu. Apalagi aku sudah diancam", pikir Rianty dalam hati mulai khawatir teringat ancaman Monica saat mereka bertemu.


Akhirnya Rianty berjalan mondar-mandir di depan gerbang dengan resah dan mulai tidak tenang, sampai dia tidak sadar dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan dia.


Untungnya tak lama kemudian terlihat Aldi yang keluar dan melambaikan tangan pada Rianty, di belakangnya juga terlihat Angel yang tidak mau kalah, juga melambai tangan pada Rianty sok akrab.


"Ayo mi, pulang sekarang!", ajak Aldi, karena dia takut yang menjemput Angel cowok ganteng lagi, karena dia takut maminya melirik cowok ganteng.


"Ya udah kita tungguin Angel sebentar ya Al, kasihan Angel", ujar Rianty.


Akhirnya Al mengangguk setuju juga.


"Pokoknya tante Rianty yang paling baik deh", sahut Angel kegirangan.


Tidak menunggu lama, kira-kira 5 menit kemudian mobil yang menjemput Angel datang.


Betapa kagetnya Rianty, saat melihat Gerald yang keluar dari dalam mobil.


Rianty sungguh menyesal sudah menemani Angel menunggu jemputan, kalau saja dia tahu Gerald yang menjemput, tentu tadi dia sudah memilih pulang, sehingga tidak perlu bertemu dengan Gerald.


Ternyata yang kaget bukan hanya Rianty saja, Angel juga kaget, mengapa hari ini yang menjemputnya Om Gerald, setahunya om nya ini super sibuk, bahkan papanya saja kalah sibuk.


Tapi Angel yang ceriwis langsung jadi pendiam, bahkan tidak berani bertanya apa-apa, memang Angel segan dan agak takut dengan om nya yang satu ini.

__ADS_1


Sedangkan Aldi memandang kagum pada Gerald, karena baru kali ini ada orang yang bisa membuat Angel yang ceriwis dan suka menggangu orang itu, mendadak menjadi begitu diam.


Rianty segera menarik Aldi, memakaikan jaket, masker, dan helm pada Aldi.


Hatinya menjadi cemas dan ketakutan sendiri. Takut kalau sampai Gerald mengenali Aldi sebagai anaknya.


"Kenapa juga si Al bisa memandang Gerald sedemikian rupa, nanti malah menarik perhatian Gerald lagi!", pikir Rianty dalam hati.


"Ayo Al, cepat kita pulang, mami masih ada kerjaan di toko", ujar Rianty menarik Al ke tempat parkir motornya, sama sekali tidak memandang ke Gerald dan juga sudah lupa pamit dengan Angel, karena ketakutan. Dia tidak sadar kalau perbuatannya inilah yang justru semakin menarik perhatian Gerald.


********


#Flashback sebelum Gerald ke toko Rianty#


Sesudah menyanggupi tantangan dari sekretaris Kim, akhirnya Gerald pusing sendiri, bagaimana cara dia mendekati Rianty yang sebenarnya membuat dia penasaran juga.


"Ah kenapa aku tidak pesan kue dari


Rianty saja untuk acara ibu kumpul-kumpul dengan keluarga Minggu ini, kue buatan tokonya rasanya juga enak", pikir Gerald


Memang setiap seminggu sekali ibu Gerald suka mengadakan acara kumpul-kumpul dengan keluarga sekedar bersilaturahmi dan ngobrol Biasanya diadakan di depan halaman rumah mereka yang luas.


Yang pasti di acara tersebut biasanya juga disiapkan macam-macam makanan.


"Biar nanti kutambahkan lagi satu jenis makanan, lebih baik lebih daripada kurang", pikir Gerald akhirnya yang memutuskan ke toko roti Rianty, tapi sayang sekali dia tidak bertemu dengan Rianty, dan hanya ada karyawan Rianty saja.


Agar karyawan Rianty tidak curiga akhirnya dia membeli roti. Kebetulan juga dia suka dengan roti buatan Rianty.


Tentu Gerald tidak menyerah begitu saja, segera dia menghubungi Devan dan memberitahukan Devan bahwa dia yang akan menjemput Angel, dengan alasan Monica kangen ingin bertemu Angel.


Devan tentu mengijinkan, karena dia sering merasa kasihan pada adiknya yang sudah menikah selama 7 tahun belum memiliki anak.


Geraldpun memanfaatkan keadaan ini untuk mendekati Rianty, tapi Gerald yang pada dasarnya tidak pernah mendekati seorang wanita, juga menjadi kebingungan saat melihat Rianty yang sepertinya ketakutan dan menghindarinya.


Akhirnya Gerald hanya memandang kepergian Rianty dan anaknya, tanpa melakukan apapun.


Sedangkan sepasang mata yang dari tadi memperhatikan Rianty, mulai menjalankan mobilnya, saat melihat motor Rianty berangkat.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2