
Tapi begitu Gerald dan Rianty sampai di Mansion Anggara, bagaimana mungkin mereka sempat berbicara.
Baru saja tiba dan masuk ke dalam mansion, Rianty dan Gerald sudah dihadang Rini di depan pintu.
Dan yang pasti, Lena sang asisten juga berdiri di belakang Rini dengan wajah cerah, wajah penuh kemenangan karena kali ini dia yakin sang pelakor sudah pasti diusir keluar dari keluarga Anggara.
"Bagaimana kamu mendidik istrimu itu Gerald? Baru saja masuk ke dalam keluarga Anggara sudah bikin masalah! sungguh memalukan!
Aku sudah bilang kalau cari istri yang jelas asal usulnya! Jangan yang gak jelas gitu, bahkan pernah menjual diri lagi! Mau ditaruh di mana mukaku!
ibu gak mau tahu, ceraikan sekarang juga dan usir dari Mansion ini.
Ibu tidak sudi satu tempat tinggal dengan perempuan seperti itu!
Ini sudah asalnya dari kampung, sifatnya pun kampungan", omel Rini marah.
Sebetulnya Gerald sudah tahu kalau ibunya marah, karena sekretaris Kim sudah memberitahunya. Tapi Gerald tidak menyangka ibunya akan semarah itu, hingga mengeluarkan kata-kata yang kasar.
Selama ini Gerald tidak pernah mendengar ibunya mengucapkan kata-kata sekasar itu
Gerald langsung melirik curiga ke Lena.
"Bagaimana ibu bisa berkata sekasar itu, pasti ini sudah dipengaruhi dan diajarin perempuan tua itu", pikir Gerald dalam hati
Sedangkan Rianty yang mendengar perkataan ibu mertuanya itu hanya diam menunduk, Rianty berusaha menahan air matanya, karena kali ini dia sendiri merasa bersalah.
"Mengapa aku bisa terpancing emosi? Aku dari pertama sudah tahu tidak akan mudah masuk ke dalam keluarga mas Aldo. Tapi kenapa aku masih ceroboh dan tidak bisa menjaga ucapan ku sendiri, hanya gara-gara emosi?", sesal Rianty dalam hati.
...********...
"Ibu jangan berkata sekasar itu!, ibu tidak tahu duduk persoalan yang sebenarnya. Ibu jangan hanya mendengarkan perkataan orang lain, harusnya ibu bertanya padaku langsung, aku lebih tau masalah nya!", ujar Gerald membela Rianty.
"Lagipula masalahnya sudah beres, beritanya sudah dipastikan tidak akan muncul lagi. Sekretaris Kim sudah membereskan dan memberi pelajaran pada orang yang membuat berita itu", sambung Gerald lagi.
"Justru ibu tidak mau bertanya pada mu, kamu pasti membela Rianty. Apa pun perbuatan tidak benar yang diperbuat Rianty, pasti akan kamu tutupi. Kamu sudah seperti di sihir dia! Entah susuk apa yang dia pakai sampai membuat mu tergila-gila.
Bahkan Monica yang terpelajar dan begitu tulus mencintaimu sudah kamu lupakan begitu saja!", omel Rini tidak puas.
__ADS_1
"Justru ibu yang di sihir si Lena, hingga ibu selalu menuruti perkataan nya. Selama Lena tidak mencampuri masalahku aku tidak akan perduli, tapi kalau dia sudah mulai mempengaruhi ibu untuk mencampuri masalahku, jangan salahkan aku, kalau aku memecatnya sebagai asisten ibu", ujar Gerald yang yakin kalau perkataan ibunya adalah ajaran dari Lena.
Gerald yang memang dari tadi suasana hatinya sudah tidak bagus itu, akhirnya melampiaskan kekesalannya pada Lena yang memang sudah sejak dulu tidak disukainya itu.
"Jangan kamu coba-coba menyentuh Lena, dia satu-satunya sahabat ibu yang paling baik dan mengerti ibu.
Walaupun dia asisten ibu, ibu sudah menganggap Lena seperti saudara sendiri", ujar Rini yang langsung membela Lena, karena dia tahu kalau Gerald selalu serius dengan ancamannya.
Lena benar-benar terharu mendengar perkataan Rini dan menjadi semakin kesal pada Rianty, karena menurutnya semua kejadian ini disebabkan oleh Rianty.
Karena itu akhirnya membuat Lena menatap tajam ke Rianty.
Sedangkan Rianty dari tadi hanya tertunduk mere**mas tangannya sendiri, tidak berkata apa-apa karena merasa bersalah.
"Aku capek Bu, biarkan aku dan Rianty membersihkan diri dulu, nanti baru kita lanjutkan lagi pembahasannya", ujar Gerald menghela nafas, karena dari tadi Gerald sudah melihat Rianty yang berdiri canggung dan pasti sedang cemas, karena Gerald melihat Rianty mer**mas tangannya sendiri.
Tanpa menunggu jawaban ibunya, Gerald menarik tangan Rianty menuju ke atas, ke kamar mereka.
"Apakah nyonya akan membiarkan saja?", tanya Lena, sesudah Gerald dan Rianty naik ke atas.
Tapi biarlah mereka membersihkan diri dulu, Gerald memang kelihatan capek, nanti baru dibicarakan lagi.
Perempuan itu benar-benar sudah membuat kacau keluarga Anggara", ujar Rini menghela nafas kesal.
"Tidak ada pelakor yang membuat suasana menjadi damai nyonya, yang ada malah membuat kacau suasana. Bahkan kadang bisa membuat keluarga menjadi pecah", tambah Lena.
...********...
Sampai di kamar mereka, Rianty baru sadar kalau Aldi tidak ada di kamarnya, sesudah Rianty mengintip kamar Aldi.
"Aldi di mana mas?", tanya Rianty akhirnya, sesudah dari tadi Rianty sama sekali tidak berbicara sepatah katapun, karena merasa bersalah, lagipula dia agak takut pada Gerald, karena Rianty bisa merasakan Gerald yang sedang marah.
"Aldi lagi senang dengan studionya, katanya mau ngevlog lagu baru untuk channel nya, tadi sekretaris Kim sudah mengantarnya ke sana.
Tidak usah khawatir, di sana ada Bu Atih, yang bisa mengurus semua keperluan Aldi. Nanti kalau sudah selesai akan dijemput sekretaris Kim, bisa juga kita yang jemput kalau mau", sahut Gerald sambil duduk di kursi sofa sambil menatap ke Rianty.
Rianty yang merasa diperhatikan Gerald akhirnya tidak menjawab dan hanya mengangguk, entah mengapa lidahnya menjadi kelu karena rasa bersalah.
__ADS_1
Dari pada dia salah tingkah terus, Rianty memilih menyiapkan baju rumah Gerald. Setelah itu Rianty akhirnya duduk di samping Gerald dan dengan cekatan segera membuka dasi Gerald.
"Mas Aldo mandi duluan ya?", ujar Rianty sama sekali tidak memandang ke arah Gerald, tapi berlagak sibuk membuka dasi Gerald.
Tapi Gerald tiba-tiba menangkap tangan Rianty yang sedang membuka dasinya itu,
"Lihat ke aku!", ujar Gerald.
"Apa mas?", tanya Rianty kaget, dan mau tidak mau membalas tatapan Gerald.
"Apakah kamu benar menganggap aku suami mu?", tanya Gerald yang akhirnya sudah tidak tahan lagi dengan kemarahannya.
Rianty hanya mengangguk dan tidak menjawab, karena lidahnya terasa kelu, karena sejak tadi dia sudah merasa kemarahan Gerald
"Mengapa Bapakmu meminta uang padamu langsung kamu tolak? Mengapa tidak mendiskusikannya denganku dulu? Bagaimana pun dia juga mertuaku, aku pasti akan berusaha membantunya. Sudah berulang kali aku katakan padamu, tidak perlu merasa sungkan padaku, karena aku suamimu!" ujar Gerald menumpahkan kekesalannya.
Rianty tertegun dan terdiam mendengar perkataan Gerald. Melihat Rianty yang tidak menjawab, membuat Gerald bertambah kesal dan melanjutkan omelan nya lagi.
"Mengapa sikapmu terus seperti ini padaku? jadi kau anggap aku siapa mu? Aku merasa kamu menganggap ku hanya sebagai majikan mu saja. Kamu hanya seperti pelayan setia yang melayaniku saja! Aku tidak butuh pelayan, pelayan di rumahku sudah banyak!", ujar Gerald yang semakin kesal, karena Rianty dari tadi hanya menunduk, dan tidak menjawabnya sama sekali.
Bersambung........
...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...
Sambil menunggu up nya AG yang selanjutnya, mampir yuk ke karya author lainnya yang sudah tamat, berjudul "Loving you".
Ceritanya gak kalah menarik lho!
Bisa langsung klik profil author, dan di bagian karya, tinggal klik novel yang mau dibaca.
Jangan lupa mampir ya....
Ditunggu dukungan like, comment, hadiah dan votenya.
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1