Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Hubungan Aldi dan Angel


__ADS_3

"Hati-hati! tanganmu masih dipasang infus!", ujar Gerald menangkap tangan Rianty yang menutupi kedua pipinya itu.


"Mas janji ya, jangan cium pipiku terus! geli! aku gak tahan mas", rajuk Rianty.


"Baiklah, aku janji", ujar Gerald tersenyum, yang sadar belum mencukur dagunya, jadi tentu saja Rianty geli.


"Habis kamu membuatku gemas sih!", sambung Gerald sambil membenarkan kembali posisi tangan Rianty yang dipasang infus.


"Aku tinggal sebentar ya Rianty, gak pa pa kan? Mas ada urusan mendadak, kalau ada apa-apa kamu bisa memencet bel untuk memanggil suster. Akan kuusahakan balik secepatnya", ujar Gerald tidak memberitahu Rianty, kalau dia ingin bertemu Dodi, karena Gerald takut Rianty menjadi khawatir.


"Iya mas, gak pa pa. Mas Aldo gak usah khawatir, bagaimana dengan Aldi mas?"


"Aku sudah meminta sekretaris Kim untuk menjemput Aldi", sahut Gerald.


"Pergilah mas, gak usah khawatir. Aku bisa menjaga diriku sendiri", ujar Rianty ketika melihat Gerald sepertinya enggan untuk meninggalkannya.


"Baiklah, kamu banyak istirahat dan jangan banyak berpikir ya", pesan Gerald dan mengecup bibir Rianty, sebelum meninggalkan Rianty.


Entah mengapa dia merasa berat meninggalkan Rianty sendirian.


Rianty menatap kepergian Gerald dengan tersenyum bahagia, karena baru kali ini Rianty merasa ada orang yang begitu menyayanginya dan memperhatikannya, selain ibunya dan Aldi.


...********...


"Kenapa om Kim yang datang menjemputku?", tanya Aldi pada sekretaris Kim dengan pandangan curiga


"Papa mu yang menyuruh aku untuk menjemputmu!", ujar sekretaris Kim mengeluarkan senyum ramahnya.


"Aku mau ikut, kalau mami ku yang suruh, kalau papa aku gak mau ikut!" , ujar Aldi tegas, melipat kedua tangannya di dada.


"Untung kamu anaknya Tuan Gerald, kalau enggak aku tinggal. Heran bapak dan anak sama saja keras kepalanya!", gerutu sekretaris Kim dalam hati.


"Mami mu tidak mungkin menjemputmu. mami mu ada di rumah sakit sekarang", ujar sekretaris Kim berusaha sabar.

__ADS_1


"Mami kenapa di rumah sakit? Om Kim gak bohong kan?", tanya Aldi khawatir dan curiga, karena tadi pagi dia merasa ibunya baik-baik saja.


"Untuk apa om berbohong padamu? Al gak usah khawatir, om tidak akan mengantarmu ke tempat nenek mu, om akan mengantarmu ke tempat yang ada studionya itu. Papa mu yang berpesan begitu", ujar sekretaris Kim yang mengerti kekhawatiran Al yang takut dipisah dengan ibunya itu.


"Al gak mau ke situ, Al mau ke rumah sakit menengok mami!", ujar Aldi.


"Baiklah tuan muda, aku akan mengantarmu ke rumah sakit menengok mami mu", ujar sekretaris Kim akhirnya mengalah, agar masalah ngantar mengantar cepat selesai dan tidak menghabiskan waktunya.


Tapi sekretaris Kim kali ini merasa aneh juga melihat Angel yang berdiri agak jauh dari mereka, melihat ke arah mereka, tapi sama sekali tidak menggodanya seperti biasa.


Rasa penasaran sekretaris Kim akhirnya membuat sekretaris Kim mendatangi Angel dan menyapa Angel.


"Angel, ayo mau ikut gak? Kalau mau sekalian, om antar kamu juga!"


"Huh, Angel sudah tidak punya teman seperti Aldi lagi. Angel gak mau ikut, sekarang om Kim juga musuhnya Angel!", ujar Angel ketus.


"Lho kenapa?, bukannya kalian teman baik?", tanya sekretaris Kim bingung.


"Belum tentu ibuku yang merebut, bisa saja Tante mu yang merebut papa ku. Tante mu nikah sama papa ku 7 tahun yang lalu, Aku juga sudah berumur 7 tahun. kamu mana bisa tahu siapa yang merebut duluan?


Mami ku hanya kalah karena asalnya dari desa, tapi mami ku menang, papa ku mencintai mami ku bukan Tante mu yang galak itu. Kalau papamu kan dari dulu aku sudah bilang kalau aku gak setuju menjodohkan mami ku dengan papamu !", sahut Aldi tidak terima maminya dijelekkan.


Angel yang kalah bicara, hanya cemberut dan tidak berbicara apa-apa lagi.


"Benar gak mau ikut Angel?", tanya sekretaris Kim sekali lagi, karena sudah terlanjur menawarkan.


"Tidak, huh!", sahut Angel ketus, langsung memalingkan mukanya ke arah lain.


"Ayo om, kita berangkat sekarang!", ujar Aldi menarik tangan sekretaris Kim.


"Ah..anak sekarang terlalu cepat dewasa. Kasihan juga hubungan mereka yg baik jadi begitu, hanya karena hubungan yang rumit antara orang tua mereka", pikir sekretaris Kim dalam hati, mengikuti Aldi berjalan ke arah mobil.


...********...

__ADS_1


Begitu melihat Gerald keluar dari ruangan Rianty dan menuju ke pintu keluar Rumah sakit, Monica pun tersenyum karena sebentar lagi dia bisa masuk ke ruang Rianty dengan bebas.


Saat Monica mengintip tadi, seorang suster yang lewat menatap curiga ke Monica,


"Ada yang bisa dibantu Bu?", tanya suster itu.


"Oh saya mencari teman saya yang juga dirawat di ruangan VIP sus, tapi sepertinya bukan ruang yang ini", ujar Monica memberikan alasan yang masuk akal.


Untungnya suster itu percaya, dan tidak bertanya lagi. Saat Monica mau pergi, dia sempat mendengar seorang suster mendatangi temannya itu dan bertanya pada suster yang tadi,


"Pasien Nyonya Gerald sakit apa kak?"


"Sempat pingsan karena kelelahan, tapi sedang hamil muda, jadi vitaminnya harus lebih diperhatikan. Apalagi dia istri pemilik rumah sakit, kita harus lebih perhatikan, jangan sampai terjadi apa-apa!", ujar suster tadi.


Mendengar itu tambah panas lah hati Monica,


"Pasti Gerald sudah tidak akan menceraikannya lagi, dan jangan-jangan ibunya yang gila cucu itu pasti akan menerimanya kembali. Aku benar-benar sudah kalah dengan perempuan kampung itu. Agar aku tidak kalah, hanya ada satu cara, perempuan kampung itu harus mati!", pikir Monica, yang otaknya semakin hari sudah semakin kacau.


Bersambung ..........


Note dari author :


Buat readers yang suka nanya, "Kapan sih kebusukan Monica terbongkar?"


Sabar ya, soalnya Author mau mengarang itu, semua tokoh yang ada dalam cerita, tidak hilang di tengah-tengah cerita.


Jadi sabar ya....kalau alurnya agak slow.


Btw Author selalu berterimakasih untuk masukan nya readers, bahkan kadang menggunakan ide nya readers untuk mengarang.


Akhir kata author ucapkan terima kasih atas dukungan Like, komentar, hadiah dan vote dari pembaca tercinta.


Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2