Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Mencoba menerima


__ADS_3

"Baiklah bik, saya akan ke depan ", ujar Gerald.


"Kalau bertemu nenek sapa yang sopan ya Al", nasehat Rianty pada Aldi, setelah Gerald menuju ke depan.


"Tapi mi..."


"Enggak pakai tapi-tapian, pokoknya dengerin mami saja Al, Al harus menyapa nenek, bagaimanapun nenek juga menyayangi mu. Nenek adalah ibu dari papa mu, Mengerti? ulang Rianty lagi, dia teringat kalau Aldi pernah menyaksikan yang terjadi di Mansion Anggara, sebelum Rianty memutuskan pergi dari mansion Anggara waktu itu.


"Baiklah mi, Al akan dengerin mami", ujar Aldi akhirnya tidak protes lagi.


"Mami ikut keluar juga bertemu nenek?", tanya Aldi agak ragu.


"Iya, kita tetap harus sopan pada orang tua, apalagi ibunya papa", sahut Rianty tegas, padahal hatinya berdebar-debar juga, karena tidak tahu tujuan Rini ke mansion mereka, apalagi Rianty sudah tidak menepati janjinya untuk bercerai dengan Gerald.


Tapi demi sopan santun dia tetap harus menyapa ibu Gerald.


...********...


Rini begitu melihat Gerald muncul menyambut kedatangannya semakin sadar, sepertinya sudah tidak mungkin dia memisahkan Gerald dengan Rianty


Bagaimanapun dia mengerti sifat anaknya.


Gerald terlihat segar dan rapi, tidak seperti waktu ditinggal pergi Rianty, terlihat tidak semangat dan lesu.


Dari sini saja Rini akhirnya dapat menilai kalau Gerald bahagia kalau bersama Rianty.


"Sebaiknya aku menerima Rianty saja, bagaimanapun aku harus ikut senang melihat Gerald bahagia. Apalagi Rianty juga sudah mengandung lagi. Kali ini aku harus mengalah", pikir Rini dalam hati meyakinkan keputusannya.


"Ibu ada apa ke sini? Ada yang penting?", tanya Gerald langsung.


"Ada yang mau ibu bicarakan dengan mu!", ujar Rini .


"Mengenai apa Bu?", tanya Gerald


"Ah semoga ibu tidak mempermasalahkan hubunganku dengan Rianty lagi. Sungguh tidak enak bertentangan dengan ibu sendiri", pikir Gerald agak khawatir.


"Pagi nek", sapa Aldi, sebelum Rini sempat menjawab pertanyaan Gerald.


"Pagi Bu", Rianty juga ikut menyapa Rini.


"Hmm", ujar Rini hanya mengangguk kaku. Bagaimanapun Rini tetap kurang menyukai Rianty, walaupun dalam hati dia sudah mau mencoba menerima Rianty.


"Ayo Aldi ke sini, duduk di samping nenek!", panggil Rini yang memang sudah rindu dengan cucunya berhari-hari, sambil menepuk sampingnya yang kosong.

__ADS_1


Juga ingin menghilangkan suasana kaku dengan Rianty.


Aldi menurut dan berjalan ke ke tempat duduk Rini, lalu memberikan salim (mencium tangan orang tua sebagai tanda hormat) kepada Rini sebelum duduk di samping Rini.


Rini tentu merasa senang, bahkan sampai lupa dengan tujuan kedatangannya.


"Kakek baik-baik saja ya, nek?", tanya Aldi.


Aldi memang selalu diajarkan sopan dan perhatian pada orang yang lebih tua oleh Rianty. Aldi juga anak yang pintar mengambil hati orang.


Rini benar-benar terharu melihat Aldi yang selalu perhatian pada pak Anggara.


"Kakek baik-baik saja, tapi sering sedih karena kangen sama Aldi", sahut Rini yang sangat menginginkan Aldi tinggal di mansion nya lagi.


"Makanya Aldi sering main ke Mansion Anggara temanin kakek, main gitar buat kakek, biar kakek terhibur", ujar Rini sambil mengelus rambut Aldi.


"Nanti Bu, kalau ada waktu aku bawa Aldi dan Rianty main ke tempat ibu", ujar Gerald.


Dengan berkata begitu, Gerald sepertinya ingin memberitahu kalau mereka akan tinggal di mansion sendiri, dan tidak akan tinggal di mansion Anggara lagi.


"Ayo, duduk sini Rianty!", perintah Gerald pada Rianty yang dari tadi masih berdiri canggung.


Rianty menuruti perintah Gerald, dan segera duduk di samping Gerald.


Gerald menggenggam tangan Rianty dan meletakkannya di atas pahanya.


"Sebaiknya aku mengikuti alur saja, lagipula apapun yang sudah diinginkan Gerald biasanya tidak akan dilepas lagi. Dan ternyata Monica juga sifat aslinya sangat buruk, walaupun asalnya dari keluarga terpandang", pikir Rini yang semakin memantapkan hatinya untuk menerima Rianty sebagai menantunya.


...********...


"Aku mau mengantar Aldi ke sekolah Bu! Ibu sekalian ikut saja, nanti bicara di kantor saja. Ibu datang dengan siapa?", tanya Gerald.


"Dengan Lena, tapi Lena sedang mengambil obat ayah mu, nanti dia baru balik lagi menjemput ibu".


"Oo, ya sudah kalau gitu ibu ikut mobilku saja, sekalian ngantar Aldi ke sekolah. Ibu kan belum pernah lihat sekolahan Aldi. Nanti ibu hubungi Lena supaya langsung kembali ke mansion saja!", ajak Gerald.


"Baiklah, ajak Rianty juga. Apa yang ingin ibu bicarakan biar Rianty ikut dengar juga", ujar Rini.


"Baiklah Bu".


"Ayo kamu siap-siap ikut juga", ujar Gerald sambil menepuk-nepuk tangan Rianty yang berada di genggamannya, bermaksud menenangkan Rianty.


"Baik mas, saya permisi sebentar dulu ya Bu, buat bersiap-siap", ujar Rianty sopan.

__ADS_1


"ya", sahut Rini pendek.


...********...


"Apa yang ingin ibu bicarakan?", tanya Gerald memulai pembicaraan sesudah mereka berada di kantor, dan duduk di sofa kantor.


Seperti biasa Gerald pasti menyuruh Rianty duduk di sampingnya, karena Gerald tahu kalau Rianty masih segan pada ibunya


Sedangkan Rini duduk di depan pasangan itu.


"Ibu minta kamu lepaskan Monica", ujar Rini langsung.


Gerald yang dari tadi wajahnya cerah langsung berubah,


"Tidak bisa! Dia sudah mau membunuh Rianty, padahal tahu Rianty sedang mengandung anak ku. perempuan kejam seperti itu buat apa dilepas? Kenapa ibu masih membelanya?", omel Gerald.


"Ibu bukan membelanya, ibu sekarang juga sudah setuju kalau kamu menceraikan Monica, ibu sudah tahu sifat aslinya.


Ibu sudah tahu semuanya dari Mirna, kamu gak usah menutupi kalau Rianty adalah perempuan yang dibeli Monica untuk mu", ujar Rini menatap ke Rianty.


Rianty seketika langsung gugup dan menunduk, tidak berani menatap ke Rini lagi, karena malu dengan masa lalunya.


"Kalau pun iya kenapa? Yang penting aku mencintai Rianty. Rianty melakukan nya karena keadaan nya saat itu dan sudah ditipu, tapi sesudah itu Rianty hidup dengan baik, tidak pernah melakukan hal yang memalukan lagi. Tidak seperti Monica yang berkali-kali melakukan kejahatan!", ujar Gerald membela Rianty.


"Karena itulah ibu menyuruhmu melepaskan nya, karena ibunya mengancam akan menyebarkan berita itu kalau kamu tetap menahan Monica. Mirna sudah nekad, dia tidak mau malu sendiri, dia juga mau menarik kita", ujar Rini.


"Aku akan berusaha mengatasinya Bu!", ujar Gerald masih teguh pada pendirian nya.


"Tidak bisa! Kasihan Aldi kalau sampai tersebar berita itu. Dan bagaimana juga dengan Rianty?", tanya Rini marah karena kesal dengan Gerald yang keras kepala


"Ibu berteman dengan Mirna sudah lama, ibu tahu sifatnya. Dia bisa melakukan hal itu. Tapi kalau kamu melepaskan Monica, dia tentu tidak akan melakukan hal itu. Karena dia juga tidak mau nama Andersen menjadi jelek!", sambung Rini lagi.


Gerald terdiam mendengar perkataan ibunya itu dan mulai memikirkan perkataan Rini.


"Mas aku mohon. Lepaskan Monica, aku malu mas kalau sampai tersebar", ujar Rianty memohon pada Gerald sambil menggenggam tangan Gerald dengan kedua tangannya.


Bersambung.......


...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...


...Author ucapkan terimakasih atas dukungan like, comment, hadiah dan vote dari pembaca....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


...Love you All...


...😘🥰😘...


__ADS_2