Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
rencana Mirna


__ADS_3

Walaupun Devan sudah lepas tangan sesudah melihat sikap adiknya dan perbuatan adiknya Monica, tapi tentu tidak demikian dengan Mirna.


Yang namanya seorang ibu apapun yang terjadi, tentu berusaha menyelamatkan anaknya, walaupun Monica sudah melakukan berbagai kesalahan.


Setelah berpikir lumayan lama, akhirnya Mirna menemukan setitik harapan


"Ah, sebaiknya aku menemui Rini saja! Akan ku ceritakan semua apa adanya pada dia, agar dia tidak menyukai perempuan kampung itu! Agar dia lebih memilih menjaga nama baik keluarga, daripada membela seorang perempuan yang bisa dibeli dengan uang.


Dan kebetulan Rini seseorang yang tidak punya pendirian, yang aku takutkan malah asisten nya yang sok tahu itu!", pikir Mirna dalam hati dan mulai menyusun rencana.


Mirna dan Rini sebenarnya memiliki hubungan yang lumayan baik, apalagi Devan dan Gerald berteman sejak kecil.


Ditambah lagi sejak mereka menjadi besan. Hubungan mereka mulai memburuk sejak Gerald memperistri Rianty.


Rini yang merasa tidak enak pada Mirna, akhirnya berusaha menghindari pertemuan dengan Mirna.


Sedangkan Mirna marah pada Rini karena menganggap Rini tidak membela Monica, Rini hanya gila cucu, sehingga membiarkan Gerald menikah lagi.


Akhirnya hubungan kedua besan itu merenggang dengan sendirinya. Belum lagi sifat Mirna yang mau menang sendiri, sehingga sering menyindir dan menyalahkan Rini, sehingga membuat Rini semakin enggan bertemu dengan Mirna dan menghindari Mirna.


Namun demikian Mirna cukup mengenal sifat Rini yang mudah dipengaruhi dan selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan.


Bahkan Mirna juga mengetahui banyak keputusan Rini dipengaruhi asisten nya Lena.


...********...


"Maaf Bu, saya tidak bisa membantu . Nyonya Rini biasanya mengambil keputusan sendiri, saya hanya memberikan pendapat", ujar Lena, saat Mirna menelpon nya, meminta bantuan nya untuk mempengaruhi Rini agar Rini membantunya membujuk Gerald melepaskan Monica.


"Huh, pas ada maunya sopan banget. Terakhir ketemu malah bentak-bentak aku, gara-gara aku membela nyonya Rini", gerutu Lena dalam hati. Lena memang mempunyai sifat pendendam.


"Kalau tidak mau bantu bilang saja, gak usah alasan macam-macam. Aku juga bisa usaha sendiri!", sahut Mirna emosi, langsung mematikan handphonenya dan membantingnya ke atas meja.


Untung saja handphone Mirna brand terkenal yang memang tahan banting.


Sifat nya yang mau menang sendiri akhirnya tidak bisa dia tahan lagi, saat Lena menolak untuk membantunya.


"Cuman seorang asisten saja sudah sombong, dia pikir dia siapa? Huh, berani-beraninya dia menolak permintaanku!", omel Mirna masih merasa tidak puas.


Sedangkan Lena yang sempat terpaku mendapat perlakuan seperti itu, akhirnya malah bersyukur,


"Ibu dan anak sama saja. Ada maunya baik, begitu gak ada maunya langsung dibentak-bentak.

__ADS_1


Untung saja aku bekerja pada Nyonya Rini yang begitu baik pada ku, tidak bekerja kepada orang-orang seperti mereka!"


...********...


Begitu sampai di Mansion barunya, Gerald tentu merasa senang saat disambut Aldi yang berlari ke arah mobil Gerald diparkirkan.


Tapi perasaan senangnya langsung lenyap ketika Aldi langsung marah-marah kepadanya.


"Huh.. katanya seorang Presdir gak pernah bohong. Tapi papa sudah bohongin Al!", ujar Aldi marah sambil berkacak pinggang, bahkan Gerald belum sempat membuka pintu untuk Rianty.


"Lho kapan papa bohong sama Al? papa selalu menepati janji!", sahut Gerald tidak terima disebut pembohong.


"Papa kemaren bilang sama Aldi kalau mami sudah sadar, papa akan telpon Aldi, dan sekretaris Kim akan jemput Al ke rumah sakit. Ternyata papa bohong!", omel Aldi.


"Papa bohongin Aldi ya?", tanya Rianty tersenyum dan memegang kedua bahu Aldi.


Aldi dan Gerald tidak sadar kapan Rianty sudah keluar dari mobil.


"Iya! Aldi sampai khawatir kenapa mami gak sadar-sadar, sampai Al tidur pun gak nyenyak! Papa terlalu", omel Aldi yang masih kesal.


Gerald akhirnya sadar kalau dia sudah lupa dengan janji yang diucapkan nya, akhirnya mengalah


"Gak bisa, enak banget cuman minta maaf! Papa harus dihukum!", ujar Aldi.


Mendengar perkataan Aldi, Rianty hanya tersenyum dan tidak berusaha untuk membantu Gerald, padahal Gerald sudah memandang ke Rianty sepertinya meminta bantuan Rianty untuk mengatasi kemarahan Aldi.


"Huh, biar tahu rasa diamuk anaknya, siapa suruh tadi isengin aku di rumah sakit", pikir Rianty dalam hati, memasang wajah polos.


Timbul rasa iseng dalam hati Rianty berlagak tidak mengerti tanda dari Gerald


"Aldi hari ini mau di kamar saja dan tidak mau bicara sama papa, pokoknya papa gak boleh masuk kamar Aldi sama sekali hari ini. Itu hukuman nya buat papa!", ujar Aldi.


"Cuman satu hari kan?", tanya Gerald.


"Enggak, 3 hari!".


"Baiklah papa terima hukumannya Al", ujar Gerald mengalah.


"Kebetulan aku bisa berduaan dengan Rianty", pikir Gerald merasa senang dalam hati.


"Awas ya papa kalau masuk ke kamar Al hari ini!", ujar Aldi memperingati Gerald.

__ADS_1


"Ayo mi, mami ke kamar Aldi sekarang juga yuk, Al kangen cerita sama mami. Mami juga temanin Al di kamar ya, biar papa tahu rasanya bagaimana ditinggal sendirian!", ujar Aldi menarik tangan Rianty untuk mengikutinya.


"Lho koq mami diajak juga? kan katanya cuman Al!", ujar Gerald tidak terima dan langsung keberatan kali ini.


"Ya pasti sama mami dong. Kalau cuman Al sendirian di kamar, itu namanya bukan hukuman, malah keenakan papa dong, malah Aldi yang seperti kena hukum dikurung di kamar, kalau sama mami kan enggak", ujar Aldi tersenyum menang kali ini.


Gerald akhirnya terdiam mendengar perkataan Aldi.


"Dasar anak keras kepala, selalu mengganggu aku dan Rianty. Salahku juga bisa lupa dengan janjiku, padahal kali ini aku mau merayu dia buat tidur sendiri, malah dia merampas Rianty dari pagi!", sesal Gerald dalam hati.


"Ya sudah mas, aku ikut Al ke kamarnya dulu ya mas!", ujar Rianty memasang senyum manisnya.


Gerald diam dan hanya menatap ke Rianty seperti tersihir, mengagumi senyum Rianty yang menurutnya membuat Rianty tampak semakin cantik.


Namun akhirnya Gerald baru sadar kalau Rianty sama sekali tidak mau membantunya berbicara pada Aldi.


"Jangan-jangan Rianty sengaja menghindariku, awas kamu malam nanti Rianty!", gerutu Gerald dalam hati memandang ibu dan anak yang berjalan ke dalam mansion meninggalkannya sendiri di halaman.


...********...


"Nyonya Rini, ada yang mau bertemu dengan nyonya", ujar salah satu pelayan di Mansion Anggara.


"Siapa?"


"Nyonya Mirna", sahut pelayan itu.


"Aduh mau ngapain dia mencari aku? Aku saja sedang pusing hadapi si Gerald. Si Lena juga lagi keluar", keluh Rini dalam hati mulai cemas, sambil mer*emas-r*emas tangan nya.


Rini memang agak takut menghadapi Mirna yang selalu pintar bersilat lidah itu.


Bersambung........


...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...


...***Author ucapkan terimakasih untuk dukungan Like, comment, hadiah dan votenya...


...🙏🙏🙏***...


...***Love you All...


...😘😘😘***...

__ADS_1


__ADS_2