
Begitu sampai di ruang tamu, Rini terpaksa menyapa ramah dan berbasa-basi kepada Mirnai.
"Tumben, sudah lama baru berkunjung ke sini?"
"Maunya sih sering main kesini, bagaimana juga kita kan berhubungan baik sejak dulu. Tapi kamu selalu sibuk dengan cucu mu. Jadi aku gak enak mengganggu mu terus", ujar Mirna menyindir halus.
"Ah, tidak apa-apa. Lagipula si Aldi sekarang sudah gak tinggal di sini", ujar Rini kelepasan bicara, karena sudah berhari-hari dia selalu merasa kangen pada Aldi, dan tidak ada tempat buat dia berkeluh kesah selain Lena yang tidak bisa memberikan jalan keluar.
"Lho koq bisa? kata Monica waktu itu mereka semua tinggal di Mansion Anggara, koq sekarang gak tinggal di sini lagi?", pancing Mirna.
"Ah, kalau anak sudah dewasa sudah susah diatur. Lebih nurut sama istrinya dari pada ibunya ini", ujar Rini yang mengeluarkan unek-uneknya,
Rini sudah lupa dengan keruwetan hubungan Gerald dan Monica.
Rini malah merasa punya tempat berbagi, karena dulu Rini dan Mirna memang hubungannya baik.
"Huh istri yang mana? cuman istri yang dibeli saja! Monica istrinya yang sebenarnya malah mau dipenjara!", gerutu Mirna dalam hati menahan kekesalan nya demi mendapat bantuan dari Rini.
"Rini aku datang ingin membicarakan hal penting padamu", ujar Mirna akhirnya ke intinya.
"Masalah apa?", tanya Rini yang sebenarnya sudah bisa mengira arah pembicaraan Mirna.
"Aku mau bercerita hal yang sebenarnya padamu, masalah hubungan Monica, Rianty dan Gerald", ujar Mirna.
"Aku sudah bilang dari awal, sekarang Gerald sudah tidak menurut padaku. Kalau kamu ingin aku melepaskan Monica, aku tidak punya hak untuk itu", ujar Rini menolak dulu, sebelum Mirna sempat meminta bantuan nya.
Di otaknya langsung teringat rekaman hasil CCTV yang dia tonton itu, Rini juga merasa perbuatan Monica sudah sepantasnya dihukum.
"Sial, aku belum ngomong saja dia sudah menolak dulu!", omel Mirna dalam hati berusaha menahan kemarahannya.
"Memang aku ingin Monica lepas, tapi aku bukan ingin memaksamu. Aku datang ke sini karena mau memberitahumu suatu hal supaya kamu tidak menyesal di kemudian hari, dan ini menyangkut nama baik keluarga!", ujar Mirna
...********...
Ternyata kali ini pancingan Mirna berhasil, Mirna sudah yakin kalau yang namanya sudah berhubungan dengan nama keluarga, Rini pasti akan terpengaruh.
__ADS_1
"Baiklah! Coba beritahu aku!", ujar Rini mulai penasaran.
"Semua memang salah Monica. Monica sewaktu belajar di Perancis terpengaruh pergaulan bebas. Aku juga baru tahu, Rini.
Karena Monica ingin terlihat sempurna di depan Gerald, pada saat malam pengantin Monica membeli Rianty untuk menggantikan nya.
Tapi mungkin perempuan kampung itu sudah tertarik dengan Gerald yang kaya dan berkuasa, akhirnya Rianty sengaja tidak meminum obat kontrasepsi yang diberikan. Dan beruntungnya akhirnya dia hamil.
Coba kau bayangkan apakah di dunia ini ada kebetulan seperti itu, dia bisa bertemu kembali dengan Gerald dan Gerald mengenalinya, padahal malam itu Gerald tidak sadar.
Jadi kamu harus hati-hati dengan Rianty, dia bukanlah gadis desa yang polos, otaknya penuh rencana!", ujar Mirna bercerita tanpa jeda, berusaha mempengaruhi Rini.
"Ah ternyata Monica sudah benar-benar rusak dan agak gila. Dari awal aku sudah salah, menjodohkannya dengan Gerald. Ternyata aku hanya terpengaruh oleh penampilan depannya saja. Seharusnya aku menjodohkan Gerald dengan Lucy", sesal Rini dalam hati.
Bukan nya menjadi tidak suka dengan Rianty, Rini malah menyesal sudah memilih Monica sebagai istri Gerald.
"Tapi bagaimanapun sekarang sudah percuma, Gerald benar-benar menyukai Rianty, bahkan aku sudah tidak bisa mempengaruhi Gerald lagi, Gerald sama sekali tidak mau mendengarkan ku lagi, apalagi sebentar lagi mereka akan memiliki anak yang kedua", ujar Rini yang sudah tidak mau terlibat urusan Monica dan Gerald lagi.
"Huh, mau enaknya saja dan tidak mau terlibat. Dia sudah tidak memperdulikan hubungan kami dulu., sepertinya dia mau lepas tangan, dan tidak mau perduli lagi dengan nasib Monica dan nama keluarga Andersen, tidak segampang itu! Cara halus tidak bisa, terpaksa aku harus mengancamnya!", pikir Mirna yang akhirnya memakai cara kedua.
"Kau mau mengancam ku?", tanya Rini mulai tidak tenang dan cemas.
"Aku tidak mengancam mu, aku hanya ingin menyelamatkan anak ku dan nama keluarga Andersen. Itu saja!", sahut Mirna dengan muka datar, sesudah itu langsung berjalan keluar tanpa berpamitan lagi dengan Rini.
Meninggalkan Rini yang terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
...********...
Gerald menjadi kesal setelah melihat CCTV pada kamar Aldi, kalau Aldi masih belum tidur juga.
Pengalaman di Mansion Anggara, saat mengintip kamar Aldi tertangkap basah, akhirnya membuat Gerald memasang CCTV pada kamar Aldi di Mansion mereka tanpa sepengetahuan Aldi.
"Heran anak itu, katanya kemaren malam gak bisa tidur karena tidak tenang mikirin mami nya, masak sampai jam 10.00 malam begini masih belum tidur juga", gerutu Gerald kesal.
"Rianty juga sama sekali tidak memikirkan ku begitu bertemu dengan anaknya, sama sekali tidak muncul di kamarku sekalipun, untung aku masih bisa melihatnya dari CCTV yang ku pasang ini!", pikir Gerald merasa sedikit kecewa pada Rianty dan cemburu pada Aldi.
__ADS_1
Mungkin karena kelelahan, apalagi saat menjaga Rianty di rumah sakit, Gerald tidurnya tidak nyaman, akhirnya Gerald tertidur menelungkup di atas meja, dengan keadaan CCTV nya masih menyala.
...********...
"Hfff, akhirnya si Aldi tidur juga", ujar Rianty menarik nafas sambil menyelimuti tubuh Aldi.
"Sebaiknya aku tidur juga", pikir Rianty, kemudian Rianty mengambil baju tidur dan mengganti bajunya dulu, karena sejak tadi dia belum mengganti bajunya.
Rianty memutuskan untuk menggantinya di ruang tidur saja, saat melihat Aldi yang sudah tertidur pulas.
Tetapi sesudah memejamkan mata, ternyata Rianty tidak bisa tertidur juga, Rianty merasa sepertinya ada sesuatu yang kurang.
"Ih, mas Aldo koq tumben ya sama sekali tidak mengintip kamar Aldi. Kenapa Mas Aldo tidak menculik ku hari ini?"
"Aku koq semakin hari semakin tidak tahu malu. Koq malah mengharapkan mas Aldo menculik ku ke kamarnya?", pikir Rianty menekan kedua pipinya dan merasa malu pada dirinya sendiri.
Akhirnya Rianty kembali membaringkan tubuhnya di samping Aldi dan mencoba untuk tidur kembali.
Tetapi semakin berusaha tidur, pikiran Rianty semakin melayang ke mana-mana, bahkan membayangkan rasa nyamannya saat tidur berada dalam pelukan Gerald.
Rianty yang merasa kesal pada dirinya sendiri, akhirnya bangun dari tidurnya lagi.
"Mungkin ini mau mu ya nak?", ujar Rianty sambil mengelus perutnya yang masih rata.
Akhirnya Rianty memutuskan menuju ke kamar Gerald, dan membuang rasa malunya.
Bersambung........
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa dukung terus Author dengan Like dan comment agar author semakin semangat berkarya....
...Terimakasih juga atas hadiah dan Vote nya, sehingga membuat popularitas karya author yang semakin meningkat....
...Love you all...
__ADS_1
...😘😘😘...