Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Lena memilih netral


__ADS_3

"Aduh!" keluh Rini yang sedang memotong tangkai bunga, karena tangannya terkena gunting.


Mendengar seruan Rini, Lena yang memang selalu berada di dekat Rini segera menghampiri.


"Ada apa nyonya? Nyonya harus hati-hati, ini terluka nyonya!", ujar Lena yang sudah memegang tangan Rini dan melihat luka Rini.


"Saya ambilkan antibiotik dan obat dulu nyonya", sambung Lena yang terdengar agak kalang kabut.


Memang kalau soal kesetiaan Lena tidak diragukan lagi, Rini yang terluka, Lena yang kalang kabut.


Selesai mengobati luka Rini, akhirnya Lena tidak bisa menahan mulutnya lagi untuk bertanya, karena dia melihat Rini yang terlihat sedih terus sejak terakhir menelpon dokter David.


Tapi Rini sepertinya sama sekali tidak mau menceritakan padanya.


Lena tahu Rini sedang sedih, dan hal ini bisa dipastikan karena rumah tangga Gerald dan Monica yang sedang kacau dan Aldi cucunya yang tidak bisa dia miliki lagi karena saat itu dia sudah memberi pilihan pada Rianty.


Lena tahu,kalau Rini tidak mungkin menjilat ludah sendiri.


"Nyonya apakah nyonya masih memikirkan Aldi?", tanya Lena.


"Tentu! Dia tetap adalah cucuku, walaupun terlahir dari rahim Rianty, Lena. Kau tahu sendiri sudah bertahun-tahun aku merindukan seorang cucu!", ujar Rini terdengar agak kesal.


Sepertinya Rini agak menyalahkan Lena atas kejadian itu, karena semuanya adalah usul Lena, yang mana Lena selalu menganggap Rianty hanya menginginkan harta Gerald, dan saat itu mereka bertaruh kalau Rianty pasti akan memilih Gerald dan menyerahkan Aldi, jika Rianty menginginkan harta.


"Saya dapat kabar dari orang kita kalau Aldi tinggal di Mansion yang baru dibeli Gerald, nyonya. Dan saat ini Aldi tinggal di sana, apakah nyonya mau pergi menengok Aldi?", tanya Lena.


"Aku ingin sekali Lena, tapi aku tidak mungkin menarik kembali apa yang sudah ku ucapkan!", ujar Rini menyesal dan menghela nafas berat .


"Untuk apa nyonya mempertahankan janji nyonya? Tuan muda juga belum menceraikan Rianty, bahkan bukankah sudah sejak kemarin Tuan muda tidak pulang. Menurut orang kita, Tuan muda di rumah sakit menemani Rianty. Dengan begitu bukankah Rianty juga tidak menepati janjinya untuk berpisah dengan tuan muda?", ujar Lena.


Lena memang dari kemaren sudah ingin memberitahu Rini hal itu, tapi karena mood Rini sedang jelek, akhirnya Lena bersabar menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya.


Mendengar perkataan Lena, Rini sempat tertegun dan berpikir sebentar.


"Benar juga yang kamu katakan Lena, tapi aku benar-benar bingung, apakah aku harus mempertimbangkan kembali untuk menerima Rianty sebagai menantuku?", tanya Rini akhirnya menceritakan kesusahannya kembali pada Lena, padahal sejak kejadian Aldi dibawa pergi Rianty, tidak pernah sekalipun Rini menceritakan masalahnya lagi pada Lena.


"Nyonya kali ini jangan menerima pendapat Lena mentah-mentah, nyonya harus pertimbangkan sendiri juga. Lena juga manusia biasa, kadang juga bisa salah", ujar Lena sebelum memberikan pendapatnya.

__ADS_1


"Apakah nyonya sudah siap kalau ada yang membuat gosip kalau nyonya mempunyai menantu bukan dari kalangan nyonya dan berpendidikan rendah? yang juga mempunyai ayah yang pemabuk dan penjudi? Yang penting asal nyonya siap saja menutup kuping dari omongan orang-orang", sambung Lena kali ini memberikan jawaban dengan pilihan.


Lena sudah kapok disalahkan dan dicuekin Rini berhari-hari, gara-gara memberikan masukan yang salah, apalagi setelah Monica yang dibelanya ternyata hanya manis di depan dia saja selama ini.


Akhirnya Lena memberikan pendapat netral, sama sekali tidak mau lagi mempengaruhi keputusan Rini lagi kali ini.


...********...


"Mau tidak mau aku harus mempertimbangkannya dengan benar-benar kali ini, karena Rianty sudah hamil lagi. Kalau aku menerima Rianty berarti aku bukan hanya mendapatkan Aldi, tapi aku akan mendapatkan cucu yang lain lagi. Mansion kita akan ramai kembali!", ujar Rini menerawang, memandang ke halaman mansion nya yang luas dan sepi dengan sedih.


"Pantas saja nyonya sering melamun akhir-akhir ini, ternyata Rianty mengandung lagi. Kali ini aku sudah tidak mau perduli lagi apa keputusan Nyonya, si Monica kurang ajar itu sudah dibela tidak tahu diri lagi.


Walaupun aku tidak menyukai seorang pelakor sebaiknya aku tutup sebelah mata saja kali ini.


Yang penting nyonya sudah mau menceritakan masalahnya padaku lagi", pikir Lena sang pelayan setia yang beberapa hari ini merasa tersiksa, karena Rini beberapa hari ini tidak mau bercerita apapun padanya lagi.


Dia merasa beruntung hari ini, karena Rini kembali menceritakan masalahnya kepada dia.


Sejak lena ditinggal calon suaminya, untuk menikah dengan perempuan lain, Lena memang sudah memutuskan tidak akan pernah menikah lagi, dan dia hanya ingin mengabdikan hidupnya untuk nyonya Rini Anggara.


Rini yang sayup-sayup mendengar gumaman Lena hanya bisa menghela nafas.


...********...


"Aku ingin bicara berdua denganmu saja Gerald!", ujar Devan mengepalkan tangan nya, merasa Gerald begitu tidak adil kepada adik nya, Monica.


Devan akhirnya memutuskan untuk mendatangi Gerald, agar Gerald mau melepaskan Monica.


Tapi ketika sampai di ruangan Rianty dirawat, apa yang dilihatnya tentu membuat darah Devan mendidih.


Gerald terlihat memeluk Rianty dan berada di ranjang yang sama dengan Rianty. Sedangkan Gerald yang mendengar suara orang membuka pintu, sama sekali tidak perduli, karena Gerald mengira hanya suster yang sedang bertugas, karena dia tidak mau mengganggu Rianty masih tertidur lelap di pelukan nya.


Kalau bukan untuk memohon, mungkin Devan sudah meninju muka Gerald.


Hatinya benar-benar panas, kalau dulu karena ia merasa iri pada Gerald yang berhasil mendapatkan Rianty, tapi kali ini sepertinya Devan mewakili Monica merasa Gerald begitu tidak adil pada Monica.


Hal tersebut akhirnya membuat Devan berbicara dengan suara kencang dan emosi, lupa akan sopan santun dan lupa kalau dia sebenarnya datang untuk memohon.

__ADS_1


...********...


Suara Devan yang kencang, tentu membuat Rianty terbangun dan segera melepaskan pelukannya pada Gerald setelah melihat siapa yang datang.


"Huh ada apa lagi, sungguh mengganggu, bahkan membuat Rianty bangun!", gumam Gerald kesal.


"Gak pa pa mas ", ujar Rianty pelan,sambil menggenggam tangan Gerald agar Gerald lebih sabar, karena Rianty khawatir kedua laki-laki itu berkelahi.


"Langsung saja katakan apa mau


mu Devan?", ujar Gerald enggan meninggalkan Rianty.


"Aku mau membawa pulang Monica! Keadaan nya sungguh menyedihkan! Kalau di sini terus lama-lama Monica bisa gila", pinta Devan tapi sama sekali tidak ada nada memohon.


"Dia memang sudah gila, makanya aku tahan. Aku akan menyerahkan nya pada yang berwajib. Dia sudah mau membunuh Rianty, bukan sekali saja bahkan dua kali. Menurutmu pantas tidak orang seperti itu dilepas?", tanya Gerald.


"Jangan sembarang bicara gara-gara kamu sudah tidak menyukainya. Gara-gara dia tidak bisa memberimu keturunan!", sahut Devan gusar


"Sudah kubilang aku akan membuktikannya pada mu kebusukan adikmu, Monica! Sampai kapan pun kami tidak akan mempunyai anak karena kami hanya menikah di atas kertas saja!


Saat itu aku tidak mempermasalahkan statusnya, karena belum bertemu Rianty. Dan adikmu juga memanfaatkan ku saja agar dia bisa berfoya-foya", sahut Gerald yang bukan saja membuat kaget Devan, tetapi juga Rianty yang tidak pernah menyangka hubungan Gerald dan Monica seperti itu.


Apalagi ibu Gerald, yang entah sejak kapan sudah berdiri di ruangan itu menyaksikan pertengkaran Gerald dan Devan.


Yang jelas Lena sang asisten setia tidak ketinggalan, berdiri di belakang Rini.


Bersambung........


...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...Sudah semangat ngehalu jadinya tetap malam lagi 🀣🀣. Sanggupnya cuman begitu, jadi buat yang minta double up atau crazy up, maaf ya, kayanya author yang satu ini kalau ngehalu lambat, gak bisa cepat🀣🀣, jadi gak sanggup penuhi permintaan pembaca tercinta....


...Jangan lupa ya jari2 nya pembaca yang aktif ya.. kasih Like boleh, comment boleh, apalagi hadiah dan vote. Hitung-hitung olahraga jari biar jadi lentik.🀣🀣🀣...


...Btw terimakasih untuk pembaca yang selalu mendukung karya author.πŸ™πŸ™πŸ™...


...Love you all 😘😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2