Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Aldi tidak mau tinggal bersama papa


__ADS_3

Begitu masuk dalam ruangan Rianty, hati Gerald langsung merasa sakit dan menyesal karena tadi sempat meninggalkan Rianty, apalagi melihat wajah Rianty yang masih pucat dan belum sadar.


Gerald menyesalkan mengapa dia tidak meminta orang untuk menjaga Rianty, sebelum dia pergi.


Sedangkan Aldi tampak duduk di samping Rianty, terlihat seperti termenung.


Kalau hari biasa, tentu Gerald akan menertawai Aldi yang tampak seperti orang dewasa yang seperti sedang banyak pikiran.


"Ah ini akibat rasa penasaranku ingin segera menemui Dodi, ingin tahu apa yang ingin dibicarakannya, hingga Rianty menjadi terluka lagi!", sesal Gerald.


"Papa, kenapa Tante itu jahat sekali! Kenapa dia mau mencelakai mami Aldi! Aldi tidak mau lagi tinggal sama papa, kalau tante jahat itu masih istri papa.


Aldi cuman mau tinggal berdua sama mami saja!


Dulu waktu belum ada papa datang, mami dan Aldi selalu hidup bahagia walaupun tidak kaya. Sejak papa datang, mami bukannya hidup enak, mami malah menderita!", omel Aldi yang langsung berdiri dari tempat duduknya, dengan suara mengebu-ngebu.


"Aldi memang rindu punya seorang papa, tapi kalau mami harus menderita, Aldi gak mau lagi. kasihan mami!", sambung Aldi lagi, sebelum Gerald sempat menjawab.


Gerald sempat terpaku, mendengar perkataan Aldi. Akhirnya Gerald mendekati Aldi dan memegang kedua bahu Aldi,


"Maafkan papa yang sudah membuat Aldi dan mami Rianty menderita, papa berjanji setelah ini papa tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi", ujar Gerald.


"Papa juga akan segera menceraikan Tante Monica, jadi mami adalah istri satu-satunya papa, tidak ada yang lain lagi", sambung Gerald meyakinkan Aldi.


"Papa tidak bohong? Papa bukan cuman mau menyenangkan Aldi saja kan?", tanya Aldi dengan pandangan menyelidik.


"Tentu, seorang Presdir mana boleh berkata bohong?", sahut Gerald sambil mengelus kepala Aldi meyakinkan.


"Baiklah, kalau papa berjanji, nanti Aldi akan ngomong sama mami, biar mami tidak marah lagi sama papa", ujar Aldi, karena Aldi tidak tahu kalau Rianty sudah tidak marahan dengan Gerald.


"Baiklah Aldi, terimakasih sudah mau bantuin papa!", ujar Gerald sekedar menyenangkan Aldi.


"Sombong sekali anak ku ini, dia tidak tahu kalau mami nya sudah menyerah padaku", pikir Gerald dalam hati menertawakan sikap Aldi yang sok dewasa itu.


"Tapi bagaimana dengan nenek?", tanya Aldi lagi.


"Aldi jangan khawatir, biar papa yang mengaturnya. Sekarang Aldi pulang dulu sama sekretaris Kim. Aldi gak perlu khawatir, tidak ke tempat nenek, ke tempat yang ada studionya itu. Nanti kalau mami sudah boleh pulang, papa bawa mami ke sana juga. Untuk sementara kita tinggal di sana", ujar Gerald menenangkan Aldi.


"Tapi Aldi masih mau tunggu mami bangun pa!", ujar Aldi masih tidak rela meninggalkan Rianty.


"Papa akan jaga mami, papa gak ke mana-mana lagi. Aldi pulang bersih-bersih dan istirahat dulu, nanti kalau mami sudah sadar, papa akan nelpon Aldi. Aldi boleh datang lagi jenguk mami. Ok?"

__ADS_1


"Baiklah pa, Aldi pulang dulu ya", ujar Aldi akhirnya menurut, dan berjalan menuju pintu keluar


...********...


Sepeninggal Aldi, Gerald segera mendekati Rianty, memperhatikan wajah Rianty yang masih pucat.


"Maafkan aku Rianty!", ujar Gerald sambil mengelus pipi Rianty yang pucat, degan ibu jarinya.


Kemudian Gerald membungkuk, mengecup dahi Rianty dan bibir Rianty sekilas, sesudah itu Gerald baru duduk di samping Rianty dengan menggenggam tangan Rianty, sambil menatap ke wajah pucat itu.


"Kali ini aku akan menjagamu lebih baik lagi agar tidak ada yang bisa menyakitimu lagi, Rianty. Sudah cukup penderitaan mu, kamu sudah tidak boleh menderita lagi. Kamu harus bahagia", janji Gerald dalam hati, sambil menatap wajah yang dikasihinya itu.


Gerald menyadari, apa yang dikatakan anaknya ada benarnya juga, sejak Rianty menikah dengannya, Rianty memang harus menghadapi beberapa masalah dan harus mengalah.


"Tapi aku tak akan membiarkan itu terjadi lagi, aku hanya ingin melihat kamu bahagia Rianty, hal lain nya, aku tidak akan peduli lagi", janji Gerald lagi.


...********...


"Kak Devan, cepat tolong aku! Aku ditahan orang-orang ini!", ujar Monica begitu Devan mengangkat telpon.


Devan tentu kaget mendengar perkataan Monica,


"Aku di rumah sakit Healthy Life, ada orang yang menahan aku gak boleh pergi! Kakak cepat ke sini tolong aku", ujar Monica kalang kabut.


"Itu kan rumah sakit milik Gerald, kamu minta Gerald saja, tentu Gerald lebih mudah menolong mu, lagipula apa hak mereka menahan mu", tanya Devan.


"Huh boro-boro Gerald sia*lan itu menolongku, aku ditahan justru gara-gara sekretaris sia*lan nya itu!kalau kak Devan masih menganggap ku adik, cepat datang!


Tolong aku!", ujar Monica kesal dan langsung mematikan sambungan telpon.


Devan tertegun mendengar perkataan Monica, dia benar-benar kaget mendengar umpatan Monica dan Sifat ketus Monica. Selama ini Monica tidak pernah bersikap seperti itu.


Devan Akhirnya segera bangun dari kursinya dan mengambil kunci untuk segera menuju ke rumah sakit, tiba-tiba saja Devan mulai merasa tidak tenang.


" Ah, sebetulnya apa yang sudah dilakukan Monica, mengapa dia bisa sampai ditahan di rumah sakit!" pikir Devan sambil mempercepat langkahnya.


...*********...


"Mas Aldo, Aldi....tolong", ujar Rianty yang masih setengah sadar dan mengigau.


Gerald.langsung meremas tangan Rianty yang berada dalam genggamannya,

__ADS_1


"Jangan takut Rianty, kamu sudah tidak apa-apa! Monica sudah diamankan!", ujar Gerald menenangkan Rianty.


Gerald segera bangun dari tempat duduknya, dengan sedikit membungkuk, Gerald mengelus pipi Rianty.


"Mas sudah di sini, jangan takut Rianty", bisik Gerald di dekat telinga Rianty


"Mas Aldo, aku takut!", ujar Rianty yang mulai sadar dengan suara bergetar. Dan tanpa sadar matanya meneteskan air mata.


Rianty benar-benar trauma dengan kejadian tadi, karena dia benar-benar sudah kehabisan nafas dan dadanya terasa seperti mau meledak karena tidak ada udara.


"Jangan takut Rianty, mas akan menemanimu terus, tidak akan meninggalkanmu lagi, lagipula Monica sudah ditahan!", ujar Gerald berusaha menenangkan Rianty.


Hati Gerald benar-benar sakit, menyaksikan Rianty yang ketakutan sampai meneteskan air mata.


"Jangan takut, ada aku", ujar Gerald berusaha menenangkan Rianty.


Dengan ibu jarinya Gerald menghapus air mata Rianty, bahkan kemudian mengecup pipi Rianty yang basah


Akhirnya Rianty merasa tenang, karena perhatian Gerald,


"Terimakasih mas", ujar Rianty tersenyum pada Gerald.


Gerald sampai terpana dengan senyum tulus Rianty, akhirnya tidak bisa menahan dirinya untuk mengecup bibir Rianty.


Rianty yang memang sudah mencintai Gerald, kali ini membiarkan nya dan sama sekali tidak mengajukan protes.


Bahkan hatinya merasa berbunga-bunga, bahagia dengan Gerald yang begitu memperhatikan dan menyayanginya.


Bersambung .......


...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


Maaf ya readers, baru up lagi. Author disibukkan menemani anak yang lagi banyak kegiatan sekolahnya, jadi tidak konsentrasi ngehaluπŸ™πŸ™πŸ™


Author akan usahakan up nya lancar kembali.


Semoga tidak bosan menunggu kelanjutan nya


Tidak lupa author ucapkan terimakasih atas dukungan Like, Comment, Vote dan hadiahnya selama iniπŸ™πŸ™πŸ™


Love you pembaca yang selalu mendukung😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2