Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Aku harus melenyapkanmu


__ADS_3

Rianty yang benar-benar bahagia sering tersenyum sendiri, apalagi teringat tingkah laku Gerald tadi.


Rianty sebenarnya juga sudah menyesal karena dengan mudah memilih bercerai dengan Gerald, sama sekali tidak memikirkan perasaan Gerald, dan sudah membuat Gerald sakit hati dan marah padanya.


Sekarang Rianty mengerti kalau Gerald benar-benar menyayangi bahkan mungkin mencintainya walaupun tidak pernah menyatakannya.


"Ibu, akhirnya ada seseorang yang benar-benar menyayangiku dan selalu melindungiku dan Aldi. Tidak ada yang perlu aku khawatirkan lagi", pikir Rianty dalam hati bahagia dan bersyukur memiliki Gerald, tapi merasa sedih untuk bundanya, memiliki suami seperti ayahnya, sehingga selama hidup, ibu nya tidak pernah merasakan kebahagiaan.


Senyum dan lamunan Rianty langsung buyar, ketika ada yang membuka pintu ruangan nya, dan melihat siapa yang muncul di ruang inap nya.


"Nona Monica?"


"Nyonya Gerald!", sahut Monica ketus.


"Kamu merasa sudah berhasil menendang aku, dan kamu merasa gelar Nyonya Gerald sudah jadi punyamu ya? Hingga kamu memanggilku dengan sebutan nona Monica!", sambung Monica menatap tajam ke Rianty.


Melihat tatapan tajam Monica, membuat Rianty takut dalam hati, tapi Rianty tidak memperlihatkannya pada Monica.


Rianty sudah merasakan ada yang tidak beres dengan pandangan Monica, tapi Rianty berusaha bersikap wajar.


"Maaf, ada apa Nyonya Gerald?", tanya Rianty.


Melihat ketenangan sikap Rianty malah membuat Monica tambah marah, dia malah merasa Rianty seperti mengejeknya.


"Jangan sombong kamu perempuan kampung. Kamu merasa sudah mengalahkan aku dan mentertawaiku kan? Mentang-mentang kamu sudah memenangkan hati Gerald!", ujar Monica dengan gusar dan wajah memerah karena marah.


'Aku tidak berpikir seperti itu nyonya Gerald", sahut Rianty


"Ala! Dari pertama kamu memang sudah punya niat merebut Gerald dariku bukan? Kamu sekongkol dengan paman busuk mu itu kan?Tujuan nya cuman mau jadi Nyonya Gerald. Berusaha merebut milik ku!


Kamu sengaja tidak meminum obat hamil yang kuberikan! Semua sudah rencanamu kan? Aku sudah memilih perempuan yang salah buat Gerald! Kupikir aku perempuan yang pintar, ternyata aku cuman dikalahkan oleh perempuan kampung sepertimu ha-ha-ha", ujar Monica tertawa sampai mengeluarkan air mata.


Rianty sampai terpana melihat tingkah laku Monica yang aneh, sama sekali tidak sadar bahaya mengancamnya.


Rianty mulai mengerti, sepertinya dulu itu semua rencana Monica, tapi dia tidak tahu apa tujuan Monica bertindak seperti itu.


Karena rasa kagetnya itulah yang membuat Rianty menjadi tidak siaga.

__ADS_1


"Gerald sudah menyia-nyiakanku, dia membuat aku patah hati. Kali ini aku akan membuat Gerald patah hati! Bagaimana rasanya kalau dia ditinggal orang yang dicintainya? Biar dia merasakan apa yang pernah aku rasakan. Biar dia lebih sakit dari aku, sekali kehilangan langsung dua, aku harus melenyapkan mu !", ujar Monica mulai mendekati Rianty.


Rianty kaget, mendengar perkataan Monica, apalagi sepertinya Monica juga tahu dia dalam kondisi hamil. Akhirnya Rianty sadar, kalau dia dalam keadaan bahaya. Tangan Rianty segera diarahkan ke tombol untuk memanggil perawat tapi sayangnya Rianty yang masih lemah kalah cepat dengan Monica yang seperti orang kalap.


Monica langsung menangkap tangan Rianty dan menghentakkan nya.


Sangking kencangnya bahkan suntikan infus di tangan Rianty juga terlepas.


"Saya mohon nyonya, apa yang mau nyonya lakukan?, sadarlah!", ujar Rianty meringis kesakitan.


"Kamu tenang saja, rasanya tidak akan sakit, aku akan membuatnya senyaman mungkin!", ujar Monica dengan wajah datar, kemudian menarik bantal yang dipakai Rianty.


"Ah aku harus bagaimana, mas Aldo, Aldi!", desah Rianty mulai putus asa, dan berusaha melawan Monica.


Tapi kekuatan Rianty yang sedang dirawat tidak sebanding dengan Monica yang penuh dendam, dan sudah seperti orang gila.


Monica menekan Rianty agar tidak bisa bergerak, dan langsung membekap Rianty dengan bantal.


Rianty berusaha meronta, tapi semakin lama semakin lemah, kehilangan tenaga dan kehabisan nafas, sampai akhirnya tidak sadarkan diri lagi.


...********...


Sekretaris Kim kaget menyaksikan apa yang terpampang di depan nya, dengan refleks sekretaris Kim segera menghampiri Monica dan menarik Monica.


"Kamu sudah gila nyonya! Kamu sudah melakukan usaha pembunuhan!", tegur sekretaris Kim mengunci tangan Monica agar tidak bisa bergerak lagi dan segera menarik bantal yang menutupi wajah Rianty.


"Mami, mami!", panggil Aldi segera menghampiri Rianty yang sudah tidak sadar karena kehabisan oksigen.


Aldi segera memencet bel untuk memanggil perawat.


...********...


"Dasar sekretaris sia*lan! Mengganggu rencana ku saja. Kalau kamu tidak datang, perempuan kampung itu sudah mati. Tidak akan ada yang mengganggu pernikahan aku dan Gerald lagi!", omel Monica yang sama sekali tidak menyesali perbuatannya itu.


"Nyonya sadarlah! Kalaupun tidak ada nona Rianty, Tuan Gerald tetap tidak mungkin menyukai anda, kalau sikapmu seperti itu. Jagalah sikapmu, ini sudah tindakan kriminal!", ujar sekretaris Kim marah, senyumnya yang biasa diobral pun sudah tidak kelihatan.


"Apa yang bisa dibantu pak?", tanya suster yang baru muncul di depan pintu.

__ADS_1


"Cepat sus! Mami saya!", ujar Aldi kalang kabut.


"Tolong panggilkan pihak keamanan sus! Ada yang mencoba melakukan pembunuhan!", ujar sekretaris Kim kepada suster yang satu lagi.


"Baik pak, akan segera saya panggilkan", sahut suster yang satu lagi kaget, segera berjalan keluar, apalagi dia mengenali Monica yang tadi sempat dia curigai.


...********...


"Akan segera kami amankan dulu perempuan ini pak!", ujar kedua security itu kepada sekretaris Kim.


Sekretaris Kim akhirnya melepaskan Monica, dan menyerahkan nya kepada kedua security itu.


"Bagaimana keadaan Nyonya Gerald Sus?", tanya sekretaris Kim pada suster yang sedang memeriksa Rianty.


"Dokter David akan segera ke sini memeriksanya pak, sepertinya tidak sadarkan diri lagi. Untung infusnya hanya terlepas dan jarumnya tidak sampai patah, dan sudah saya pasang kembali pak", sahut suster itu.


Saat dokter David tiba di ruangan Rianty, Dokter David berpas-pasan dengan Monica yang sedang diamankan pihak security.


"Ada apa ini pak?", tanya Dokter David bingung.


"Perempuan ini mencoba mencelakakan pasien Dok".


"Kalian coba saja menangkapku, akan kusuruh Tuan Gerald memecat kalian", omel Monica.


"Dokter! Ayo beritahu mereka siapa aku!", sambung Monica lagi.


Dokter David yang sudah melihat sekretaris Kim tentu mengerti, kalau ada yang tidak beres dengan Monica, apalagi tadi dia sudah yakin kalau Monica sepertinya mengalami gangguan.


"Lakukan saja tugas kalian!", ujar Dokter David kepada kedua security yang sempat agak ragu itu.


"Dasar dokter sia*lan!", Kau dan sekretaris itu sama saja. Awas kalian kalau aku sudah bebas! Akan kubuat kalian kehilangan pekerjaan!", ancam Monica.


Dokter David hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Monica.


"Sepertinya sudah telat untuk ditolong, kelihatan nya Nyonya Gerald yang satu ini benar-benar sakit jiwa!", pikir dokter David dalam hati, meninggalkan Monica dan segera menghampiri Rianty untuk memeriksa keadaan Rianty.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2