Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Devan menyerah


__ADS_3

Devan sejak tadi meremas tangan nya sendiri, bahkan rasanya sampai berkeringat dingin.


Rasanya selama ini kalau dia menonton film pshycopat saja dia tidak pernah setegang ini.


Devan sudah percaya dengan perkataan Gerald, tapi Devan ingin menyaksikan sendiri apa yang sudah diperbuat Monica, hingga membuat Gerald begitu membencinya dan sama sekali tidak mau mengampuni Monica.


Akhirnya Devan ke bagian CCTV juga untuk melihat rekaman di ruangan Rianty, sesudah petugas itu menghubungi Gerald dan mendapat ijin dari Gerald.


Devan benar-benar tidak habis pikir, iblis mana yang sudah merasuki adiknya hingga dapat berbuat sekejam itu, apalagi dari pembicaraan Monica dengan Rianty, Monica mengetahui kalau Rianty sedang hamil.


"Untung sekretaris Kim datang tepat waktu, kalau tidak Monica menghabiskan 2 nyawa sekaligus!", pikir Devan langsung merasakan tubuhnya menjadi lemas dan tak bertenaga setelah menyaksikan kekejaman adiknya Monica.


"Aku sungguh tidak menyangka, tumbuh bersama selama 33 tahun, aku ternyata sama sekali tidak mengenal sifat aslinya. Monica terlalu pintar menyimpan rahasianya dan penuh kebohongan", desah Devan kecewa dan duduk termenung, padahal rekaman CCTV sudah habis sejak tadi.


Sampai akhirnya Devan didatangi petugas tadi,


"Sudah pak?", tanya petugas itu.


"Oh..sudah...sudah..pak. terimakasih!", sahut Devan salah tingkah dan segera bangun dari duduknya dan segera berjalan ke tempat Monica ditahan.


Devan memutuskan untuk menemui Monica kembali.


...*******...


"Kak Devan, aku sudah bisa ikut pulang bersama mu kan?", ujar Monica penuh harapan, ketika melihat Devan kembali muncul di ruang tahanan nya.


"Sepertinya kali ini Kakak sudah tidak bisa membantumu Monica, kamu berharap saja pada keberuntungan agar Gerald mau melepaskan mu!", ujar Devan berusaha menahan kemarahannya.


Devan ingin melihat kebohongan apalagi yang ingin dilakukan Monica.


"Kak usahakan aku keluar dari sini, aku benar-benar tidak bersalah! Semua itu salah Rianty yang merebut Gerald yang kucintai dari ku. Kalau kak Devan kehilangan orang yang kakak cintai, bagaimana rasanya? Kalau aku sampai gila di sini, ini salah kakak yang tidak mau menolongku!", ujar Monica mengintimidasi Devan.


"Kamu memang sudah gila Monica!", ujar Devan menampar Monica kali ini, karena Devan kali ini sudah tidak bisa menahan kegeramannya menghadapi Monica yang penuh kebohongan dan sandiwara.

__ADS_1


"Salahnya kak, sudah mengambil milik ku. Lihat hebatnya wanita itu, dia bahkan bisa mempengaruhi kakak. Bahkan kakak lebih membela dia dibandingkan adikmu sendiri.


Sadarlah kak, dia sudah punya Gerald, untuk apa kakak membelanya? Dia tidak mungkin memilih kakak, Gerald lebih kaya dari kak Devan. Kakak bahkan menamparku demi dia!", omel Monica yang tidak puas menerima perlakuan Devan.


Monica bahkan melepaskan sepatunya dan melempar Devan dengan sepatunya karena tidak terima Devan sudah berani menamparnya.


"Ternyata benar kata Gerald, kalau kamu itu sudah gila.


Kamu sudah melakukan kesalahan fatal, tapi masih tidak sadar Monica. Kamu sudah tidak perlu bersandiwara lagi. Kakak sudah tahu semua rahasia mu!", ujar Devan, yang berhasil menangkap sepatu yang dilempar Monica yang diarahkan pada mukanya.


"Aku tak punya rahasia apa-apa. kakak jangan dengar perkataan wanita kampung itu. Apalagi kata-kata Gerald. Gerald sudah diguna-gunai wanita kampung itu", sahut Monica yang semakin kacau.


"Apapun yang kamu ucapkan sudah percuma Monica, semua bukti sudah ada. Bahkan aku selama ini sudah salah duga, kukira Gerald berselingkuh darimu, ternyata kamu sendiri yang menyerahkan Rianty pada Gerald, dan kebetulan Gerald mencintainya. Kakak tidak habis pikir apa yang dipikirkan otakmu itu!", ujar Devan menghela nafas.


...********...


Monica menatap kaget pada Devan, dia tidak mengira kalau Devan sudah mengetahui rahasia tentang transaksi itu.


"Gerald yang memberitahu, tapi ada saksinya. Saksinya supir pribadimu, pak Dodi! Kamu sudah tidak bisa mengelak lagi, kakak sepertinya juga sudah tidak sanggup menolong mu. Bahkan simpanan mu Patrick juga sudah ketahuan Gerald. persiapkanlah dirimu! Paling sebentar lagi Gerald akan menceraikan mu!", ujar Devan.


Mendengar hal tersebut, Monica langsung terjatuh ke lantai dan menangis tersedu-sedu.


"Semuanya sudah menyalahkan ku! Mengapa tidak ada yang menyalahkan Rianty. Mengapa hanya salahku saja! Mengapa Gerald bisa memaklumi Rianty? Padahal Rianty boleh dibilang juga ikut menipu Gerald! Bahkan dia adalah keponakan si Dodi penghianat itu!", ujar Monica masih tidak bisa terima.


"Karena dari awal kamu sudah merencanakan yang tidak benar. Rianty itu hanya korban, karena membutuhkan uang. Dan kebetulan Gerald mencintainya. Jadi kamu sudah tidak mungkin menang Monica. Salahmu sendiri yang mempertemukan mereka.


Andai dari pertama kamu mendengarkan kakak untuk bercerai dengan Gerald, sudah tidak akan ada hari ini. Untuk apa kau pertahankan orang yang sama sekali tidak mungkin menyukaimu?", sesal Devan.


"Masalahmu saja belum selesai. Kakak benar bingung bagaimana harus menghadapi ibu. Kamu tahu sendiri ibu sangat menjaga nama keluarga. Sepertinya Gerald benar-benar sudah susah dipengaruhi untuk berdamai lagi!", ujar Devan mengeluarkan unek-uneknya.


"Yang selalu kalian pikirkan hanya nama baik saja. Itulah yang membuatku selalu melakukan hal apapun harus sembunyi-sembunyi.


Orang melihatku sebagai putri keluarga Anderson kehidupannya sangat enak. Tapi selama ini aku harus melakukan hal apapun diam-diam dan tidak boleh ketahuan!", ujar Monica menyalahkan.

__ADS_1


"Karena kamu melakukan hal yang tidak benar. Aku tidak pernah melakukan tindakan apa pun dengan sembunyi-sembunyi seperti dirimu!", sindir Devan yang langsung membuat Monica terdiam kali ini.


...********...


Rianty sudah bisa bergerak leluasa karena sejak tadi infusnya Rianty sudah dilepas, wajahnya juga sudah kelihatan segar, sudah tidak pucat.


Apalagi suasana hati Rianty yang sedang bahagia karena Gerald yang begitu penuh perhatian dan menyayangi nya membuat wajahnya berseri-seri dan bertambah cantik


"Nona Rianty sudah boleh pulang Tuan Gerald, yang penting harus diperhatikan pola makan nya Tuan Gerald. Dan ingat ya, jangan sembarang minum obat. kalau ada keluhan langsung hubungi aku", ujar dokter David yang datang mengecek kondisi Rianty.


"Ada yang mau ditanyakan lagi tidak?", sambung dokter David lagi.


"Baik David! Akan ku perhatikan pola makan nya. Apakah kami boleh berhubungan seperti biasa?", tanya Gerald dengan wajah datar


Rianty yang berada di samping Gerald tentu mendengar perkataan Gerald, yang mana wajahnya langsung memerah karena malu.


"Ih masak kayak gitu ditanyain sih mas!", tegur Rianty berbisik dan mencubit lengan Gerald.


"Tidak apa-apa nona Rianty, ini adalah pertanyaan wajar", sahut Dokter David tersenyum, yang akhirnya membuat Rianty bertambah malu.


Akhirnya Rianty memilih untuk diam saja.


Bersambung........


...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...


...Terimakasih atas dukungan pembaca berupa Like, comment, hadiah dan vote....


...🙏🙏🙏...


...Love you all...


...🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2