
Keesokkan paginya Rianty jam 05.00 pagi sudah selesai mandi dan rapi.
Kemaren malam sesudah menemani Gerald, Rianty baru tertidur jam 01.00 pagi, karena itu akhirnya membuat Rianty bangun kesiangan.
Sebetulnya Rianty biasanya kalau di toko rotinya, jam 04.00 sudah bangun dan menyiapkan roti-roti yang mau dijual.
Tapi hal itu sudah tidak mungkin bisa dilakukannya lagi, dia tidak mungkin pagi-pagi ke toko rotinya.
Hal tersebut sudah Rianty diskusikan bersama Dita dan Ayu. Kebetulan dari dulu Dita sering membantu Rianty membuat roti, jadi untuk pembuatan Roti, Dita bisa menangani, apalagi Dita lulusan kejuruan Tata Boga.
Ditambah lagi Dita sudah lama bekerja untuk Rianty.
Hanya saja Dita dan Ayu jam 04.00 pagi sudah harus mulai bekerja, untung saja rumah Dita dan Ayu dekat dengan toko roti.
Rianty akhirnya membuat aturan datang lebih cepat, pulang lebih awal. Rianty juga menjanjikan kenaikan gaji untuk kedua karyawannya itu.
Ayu dan Dita tentu saja merasa senang, terlebih Dita yang merasa dia bisa lebih mengasah kemampuannya membuat roti.
Bagi Dita dan Ayu, Rianty tetap menjalankan usaha rotinya walaupun sudah menjadi istri seorang Sultan, sudah membuat mereka bersyukur, karena mereka sudah betah bekerja pada Rianty. Selain tempatnya yang dekat rumah, Rianty juga selalu bersikap kekeluargaan pada mereka.
...********...
Rianty menatap ke Aldi yang masih tertidur pulas, mungkin karena kecapaian, dan juga hari ini adalah hari Sabtu, biasanya Aldi memang suka bangun lebih siang karena tidak sekolah.
"Sepertinya dia sudah lupa kalau dia berjanji mau membawa kakeknya jemuran", pikir Rianty tersenyum
Memang dari kemarin Aldi sibuk menceritakan tentang pak Anggara, karena sepertinya Aldi sangat
prihatin dengan keadaan kakeknya itu.
"Mas Aldo bangun jam berapa ya? Aku harus menepati janjiku untuk melayaninya. Sepertinya mas Aldo baik padaku, aku harus membalas kebaikannya.
Lagipula di keluarga ini hanya mas Aldo yang baik padaku, kalau Pak Anggara aku tidak tahu isi hatinya, yang jelas ibu mas Aldo dan Lena tidak menyukaiku. Aku hanya bergantung pada Mas Aldo saja, aku harus pintar mengambil hati mas Aldo, kalau aku mau hidupku tenang bersama Aldi. Juga agar mas Aldo tidak bosan padaku", pikir Rianty yang ternyata masih menganggap Gerald seorang Casanova.
Karena pikirannya itulah yang membuat Rianty beranjak dari kamarnya memberanikan diri menuju ke kamar Gerald.
Rianty membuka pintu tembusan perlahan-lahan, karena dia takut kalau Gerald masih tidur, dan dia akan membangunkan Gerald.
Begitu sampai di kamar, Rianty melihat tempat tidur yang sudah rapi dan kosong, Gerald juga sudah tidak kelihatan di kamar.
"Ah, berarti mas Aldo sudah turun, sungguh memalukan! aku turun lebih siang dari mas Aldo. Nanti bagaimana tanggapan ibu Gerald dan asistennya itu?", pikir Rianty agak khawatir, karena dia tahu kedua orang itu sangat tidak menyukainya
Ternyata kekhawatiran Rianty tidak beralasan, belum sempat dia berbalik, tiba-tiba Rianty dipeluk dari belakang.
"Aku suka wangi tubuhmu", ujar Gerald yang tiba-tiba mengecup bahu Rianty.
Mendapat perlakuan intim dari Gerald, Rianty jadi kebingungan harus bersikap bagaimana, bahkan dia merasa tubuhnya menjadi kaku karena tegang.
__ADS_1
Gerald yang merasakan ketegangan Rianty, akhirnya membalikan tubuh Rianty agar menghadap ke arahnya.
Pipi Rianty langsung bersemu merah, ketika melihat penampilan Gerald yang hanya terbalut handuk. Rianty baru tahu kalau Gerald baru selesai mandi.
"Ada apa mencariku?", tanya Gerald untuk menguraikan rasa tegang Rianty.
"Aku...aku berpikir mau menyiapkan pakaian mas Aldo untuk ke kantor, mas Aldo suamiku, aku tentu harus melayani keperluan mas Aldo", sahut Rianty yang awalnya tergagap,
tapi sesudah dia berhasil menenangkan hatinya dan teringat misinya, akhirnya dia bisa menjawab dengan lancar.
Gerald segera menunjukkan dimana letak bajunya,celananya, pakaian dalamnya dan perlengkapan lainnya ke Rianty.
"Ya sudah, kamu pilihkan dan ambilkan untuk aku!", ujar Gerald yang merasa senang dilayani Rianty.
Sedangkan Rianty merasa senang, karena dia berhasil mengalihkan sikap intim Gerald.
Rianty segera meletakkan pakaian yang sudah dia pilih dan diambilnya ke atas kasur, kebetulan Gerald berdiri dekat kasur.
Merasa hal yang wajar karena Rianty adalah istrinya, Gerald tanpa merasa malu melepas handuknya dan berpakaian.
Rianty tentu saja kaget, walaupun ini bukan pertama kalinya dia melihat tubuh polos Gerald, tetap saja Rianty merasa malu.
Rianty segera membalikan badannya,
"Ah, dasar buaya, koq tidak malu melepas handuk seenaknya saja!", gerutu Rianty dalam hati kesal.
Rianty segera menyibukkan diri, berlagak memperhatikan warna dasi yang kira-kira cocok untuk pakaian Gerald.
"Mau sampai berapa jam dia memilih dasi untuk aku?", pikir Gerald tersenyum melihat Rianty yang salah tingkah.
"Ayo Rianty, pakaikan dasi pilihanmu !", perintah Gerald, agar Rianty tahu dia sudah siap berpakaian.
Rianty menuruti keinginan Gerald, Rianty segera menghampiri Gerald, menaikan kerah baju Gerald, sambil berjinjit, dan membantu Gerald memasang dasi yang dipilihnya.
Baru saja Rianty menarik nafas lega setelah selesai memasangkan dasi Gerald, Gerald malah menarik pinggangnya dan memeluknya erat.
"Aku hari ini ada urusan dan harus berangkat pagi, kamu ke toko roti jangan naik motor, minta saja supir mengantarmu! Dari sini ke toko rotimu cukup jauh", ujar Gerald masih memeluk dan menatap
Rianty.
"Iya mas", sahut Rianty lirih, karena terpengaruh pelukan Gerald.
Walaupun Rianty sudah mengiyakan, Gerald masih tidak melepaskan pelukannya, Gerald bahkan mengecup dahinya, dan pelan-pelan berpindah ke pipinya, Rianty hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya, membiarkan Gerald memesrainya.
"Mi!", panggil Aldi sambil membuka pintu tembusan.
Mendengar suara Aldi, Rianty segera mendorong dada Gerald,
__ADS_1
"Mas, ada Aldi", ujar Rianty dengan suara bergetar karena masih terpengaruh dengan kejadian tadi.
Akhirnya Gerald segera melepaskan Rianty dan menghela nafas kesal,
"Heran si Al selalu mengganggu kedekatan aku dengan Rianty, jangan-jangan dia iri pada papanya sendiri!", gerutu Gerald dalam hati.
Sedangkan Rianty merasa bersyukur dengan kemunculan Aldi, dan dengan cepat sudah mengikuti Aldi kembali ke kamar.
Begitu sampai di kamar, sangking senangnya Rianty langsung mengecup pipi Aldi yang dianggap sebagai penyelamatnya.
"Ih.. mami koq cium Aldi tanpa sebab sih, lagian Aldi kan belum mandi, biasanya mami bilang Aldi masih bau iler!", protes Aldi.
...********...
Karena kejadian kemaren malam dan pagi sebelum ke kantor itulah, akhirnya Gerald berpikir untuk honeymoon agar hubungannya bisa lebih dekat lagi dengan Rianty.
"Sayang sekali honeymoon ku gagal", desah Gerald masih kecewa.
"Masuk!", ujar Gerald ketika mendengar pintu ruangannya diketuk sehingga membuat lamunannya buyar semua.
"Ada apa Kim?" tanya Gerald sesudah melihat sekretarisnya yang masuk.
"Pertemuannya nanti jam 12.00, kata Lucy sekalian mengundang tuan Richard makan siang", ujar sekretaris Kim memberitahu jadwal Gerald.
"Baiklah", sahut Gerald sambil berdiri dari duduknya.
"Bagaimana penampilanku?", tanya Gerald pada sekretaris Kim.
"Tuanku selalu terlihat tampan dan gagah!", sahut sekretaris Kim.
"Sejak kapan dia perduli dengan penampilannya? Bukankah Tuan Gerald selalu percaya diri dengan penampilannya. Jangan bilang dia mau menarik perhatian Lucy, masak sudah punya 2 masih tidak cukup?", pikir sekretaris Kim bingung.
"Soal itu tidak usah kamu bilang, aku juga sudah tahu. Maksudku pakaianku dan dasi ku, sangat cocok sekali kan warnanya? Ternyata perempuan lebih pintar mencocokkan warna! Rianty yang menyiapkan bajuku ini!", ujar Gerald bangga.
"Iya, tuan Gerald", sahut sekretaris Kim.
"Kukira ada apa? ternyata hanya ingin membanggakan istri barunya itu! Kalau tuan Gerald masih mabuk kepayang begitu, kira-kira otaknya bisa pakai untuk membicarakan bisnis nanti tidak? Mana kali ini adalah proyek besar". Sekretaris Kim hanya bisa khawatir dalam hati, tapi tidak berani mengajukan protes pada Gerald.
Bersambung.......
...Dear pembaca tersayang, jangan lupa like, comment, dan pencet tombol favoritnya β€οΈ ya......
...Kalau yang suka sama cerita romantis jangan lupa follow author,...
...jadi setiap ada yang baru akan...
...selalu mendapat notifikasi....
__ADS_1
...Tidak lupa author ucapkan terimakasih untuk dukungan vote, dan hadiah untuk authorπππ...