Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
hobi baru


__ADS_3

"Mas sudah gak usah ke bagian SPOG lagi, nanti kan cek setiap 2 Minggu sekali, aku sudah baik-baik saja mas ", ujar Rianty menarik tangan Gerald mencegah.


"Tidak bisa, walaupun kita sudah punya Aldi, tapi ini kan pertama kali aku menghadapi wanita hamil.


Aku harus tahu lebih mendetail agar tidak terjadi apa-apa selama kehamilan mu sampai melahirkan!", ujar Gerald malah menarik tangan Rianty agar mengikutinya.


"Ih.. pasti mas Aldo nanya hal itu lagi deh, benar-benar bikin malu", pikir Rianty dalam hati, tetapi mau tidak mau dia mengekor di belakang Gerald dengan pasrah.


...********...


"Keadaan ibu Rianty sudah baik-baik saja, tuan Gerald. Yang penting selama kehamilan jangan kecapaian dan stres. Saya juga sudah meresepkan vitamin untuk ibu Rianty. Kalau merasa kurang sehat atau ada keluhan, baru datang lagi, jangan sembarang minum obat bebas ya.


Untuk jadwal kontrolnya setiap 2 minggu sekali, nanti kalau mencapai usia 3 bulan kalau tidak ada masalah cukup sebulan sekali", jawab dokter Mira, ketika Gerald menanyakan keadaan Rianty.


"Apakah masih ada pertanyaan lain nya lagi Tuan Gerald? tanya dokter Mira.


"Kami tetap bisa berhubungan seperti biasa kan dok?", tanya Gerald.


"Tuh kan, pasti nanya itu lagi! ih ngeselin banget sih, dasar omes!", kali ini Rianty menggerutu dalam hati, karena takut ditertawakan dokternya lagi.


Rianty akhirnya berlagak tidak mendengar dan menunduk saja.


"Tidak masalah Tuan Gerald, selama ibu Rianty tidak ada keluhan apapun. Tapi agak dibatasi ya, seminggu maksimum 3 kali, kalau terlalu sering takutnya terkena ISK (Infeksi Saluran Kencing)", ujar dokter Mira menjelaskan dengan rinci, yang membuat Rianty semakin menunduk.


"Nanti akan saya berikan link yang berupa panduan posisi yang aman, tuan Gerald. Jadi tuan Gerald bisa lebih jelas, karena ada penjelasannya mulai dari bulan pertama sampai bulan ke sembilan", sambung dokter Mira lagi menjelaskan.


Penjelasan yang akhirnya membuat wajah Rianty bertambah merah.


"Baik dok, terima kasih", sahut Gerald yang dari tadi memperhatikan dengan seksama penjelasan dokter Mira.


...********...


Ketika sampai di luar, Gerald baru menyadari Rianty yang cemberut dan juga wajahnya yang merona merah, karena dari tadi Gerald memperhatikan penjelasan dokter Mira dengan seksama, sehingga tidak menyadari perubahan wajah Rianty.


"Koq cemberut? malu ya sayang?", tanya Gerald tambah menggoda Rianty, karena saat itu dia merasa Rianty menggemaskan.


"Iya! Sudah tanya, koq tanya lagi? Koq kayak sudah kebelet saja!", omel Rianty akhirnya kelepasan karena malu dan kesal.

__ADS_1


Memang sejak hamil Rianty


menjadi mudah marah dan manja.


"Memang iya", sahut Gerald yang semakin senang menggoda Rianty dan sepertinya menjadi hobi barunya.


"Ih! mas Aldo omes!", ujar Rianty tambah kesal, dan mencubit lengan Gerald.


"Sudah berapa kali hari ini kamu mencubitku? harus dihukum apa ya?", tanya Gerald sambil mencekal tangan Rianty yang mencubitnya.


"Lepasin mas, banyak yang lihat!", ujar Rianty memelankan suaranya, karena melihat beberapa suster yang lewat, memandang ke arah nya dan tersenyum.


"Ya sudah, jangan gampang marah.Nurut saja sama mas, mas kan tujuannya baik, biar gak salah! Lagipula kita sudah menikah, ngapain kamu malu?", ujar Gerald kali ini merangkul bahu Rianty, sambil berjalan ke arah ke luar.


"Untung kan tadi mas tanya, kalau enggak nanti kelebihan, lewat sampai 3 kali bagaimana?", tanya Gerald tanpa merasa bersalah


"Tuh kan mas Aldo omes lagi kan?", omel Rianty.


"Kan salahmu juga! Mengapa tadi kamu yang menggoda mas duluan?", ujar Gerald.


"Ah, tadi kan aku tujuan nya cuman merayu Mas Aldo agar melepaskan Monica. Koq malah dianggap menggoda sih. Huh dasar kepedean!", gerutu Rianty di dalam hati, tapi tidak berani mengatakannya pada Gerald.


"Ih aku kan cuman gak mau mas Aldo marah dan cuman kasih masukan, koq malah dibilang menggoda sih!", ujar Rianty tidak mau kalah.


"Iya tahu, mas cuman candain kamu saja", ujar Gerald akhirnya mengalah.


"Mas bertanya kepada dokter Mira karena ada rencana membawamu honeymoon, makanya mas tanya. Untung kan tadi tanya, jadi tahu maksimum tiga kali seminggu. Kalau yang namanya honeymoon jangan-jangan malah bisa tiga kali sehari, kalau tidak diperingati dokternya", tanpa sadar Gerald kembali menggoda Rianty.


"Idih.. mas Aldo gak tahu malu!", omel Rianty yang kembali memerah wajah nya, dan kali ini yang menjadi sasaran cubitan nya adalah pinggang Gerald, karena dengan posisi dirangkul Gerald , memang paling mudah mencubit pinggang Gerald.


Gerald sama sekali tidak merasakan sakit, malah tersenyum puas, karena sudah bisa menyalurkan hobi barunya, yaitu menggoda Rianty.


...********...


"Baiklah, kalau ibu terus mendesak aku akan menceritakan kesalahan Monica yang sebenarnya!", ujar Devan, yang akhirnya tidak tahan dengan gangguan dari ibunya, Mirna.


Walaupun Devan sudah menceritakan kesalahan Monica yang selingkuh dengan pria lain yang bernama Patrick, Mirna masih tidak terima.

__ADS_1


Mirna malah menyalahkan Gerald yang selingkuh dulu.


"Adikmu tidak bisa jadi satu pihak yang disalahkan saja, dalam hal ini Gerald juga harus disalahkan. mengapa dia mempunyai perempuan lain, bahkan sudah memiliki anak yang berumur 7 tahun. Berarti Gerald juga bersalah, mungkin adik mu Monica hanya merasakan kesepian saja dan mencari hiburan, kalau menurut ibu. Sejak dia menikahi perempuan itu saja, Gerald sudah tidak pernah pulang ke mansion Monica. Mana boleh Gerald menceraikan Monica seenaknya saja secara sepihak!


Kalau mau disalahkan, ya salah perempuan kampung itu yang berusaha merebut suami orang lain, hanya karena dia ingin hidup enak dan berlimpah harta. Ibu tahu jenis perempuan seperti itu!", omel Mirna panjang lebar, yang intinya masih berusaha membela Monica.


Karena itulah, hal yang sebenarnya tidak ingin diberitahu Devan ke Mirna, akhirnya Devan beri tahu juga karena tidak tahan dengan omelan Mirna yang terus menerus menyalahkan Rianty.


"Devan sebenarnya tidak ingin memberitahu ibu, tapi ibu merasa tidak puas terus. Ibu jangan kaget kalau aku ceritakan apa yang sudah dilakukan Monica di belakang kita !" ujar Devan.


"Katakanlah! Apa sih yang bisa membuat ibu kaget?", sahut Mirna sombong.


"Ibu jangan mengatakan Rianty perempuan penggoda terus! Sebenarnya Rianty itu cuman korban saja, Rianty adalah perempuan yang dihadiahkan oleh Monica pada Gerald di malam pertama, dan kebetulan Gerald akhirnya mencintai Rianty, apalagi mereka sudah punya anak.


Yang bersalah adalah Monica sendiri, anak kebanggaan ibu!", sindir Devan.


Mirna tentu saja kaget mendengar perkataan Devan,


"Tidak mungkin, kamu jangan berbohong untuk melindungi gadis kampung itu. Buat apa Monica berbuat seperti itu?", ujar Mirna tidak percaya


"Karena waktu belajar di Paris, Monica sudah terbiasa dengan pergaulan bebas bu. Tapi Monica ingin terlihat sebagai gadis sempurna buat Gerald, akhirnya Monica membuat rencana tidak masuk akal yang akhirnya mencelakakan dia sendiri", ujar Devan menghela nafas.


Mendengar penjelasan Devan membuat Mirna terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi kali ini.


Bersambung.........


...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...


...Author ucapkan terimakasih atas dukungan Like, comment, hadiah dan vote dari pembaca tersayang....


...Maaf kalau ada komentar yang belum dibalas, tapi author selalu membaca setiap komentar yang masuk dan sangat menghargai....


...Author sungguh terimakasih buat komentar dari pembaca semua yang selalu membuat author semakin semangat berkarya....


...Love you all...


...😘🥰🥰😘...

__ADS_1


__ADS_2