Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Rianty mulai berubah pikiran


__ADS_3

"Maaf siapa kalian? Saya tidak pernah mendekati tuan Aldo, dan tidak ada tujuan apapun!", sahut Rianty


"Benar dugaanku, aku pasti mendapat masalah kalau berhubungan dengan orang seperti Tuan Aldo, entah siapa mereka", pikir Rianty dalam hati mulai resah.


"Wah hebat sekali ya kamu! Bahkan mempunyai panggilan khusus buat tuan Gerald. Pantas saja Tuan Gerald bisa tergila-gila padamu, sampai lupa dengan istrinya yang di rumah", omel Lena penuh emosi, seakan-akan dialah yang dikhianati Gerald. Lena sepertinya mewakili Monica merasa sakit hati.


"Saya tidak bersalah apapun, saya sudah bilang saya tidak mendekati tuan Aldo.


Saya harap kalian pergi dari sini, jangan mengganggu kehidupanku!", ujar Rianty mengusir, karena kesabarannya sudah habis dengan perkataan Lena.


"Siapa lagi yang datang mi?", tanya Aldi yang sudah berada di bawah, setelah selesai mandi Aldi yang tidak menemukan ibunya di kamar, langsung menuju kebawah


Ketiga orang yang sedang berada dalam suasana tegang itu, langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah suara itu.


Ibu Gerald dan asistennya Lena langsung terpana melihat Aldi yang begitu mirip dengan Gerald waktu kecil. Rini tanpa sadar berjalan mendekati


Aldi, sekali melihat saja dia sudah langsung suka pada Aldi, dan memang sudah lama dia memimpikan mempunyai cucu, dia sungguh merasa mansionnya begitu kosong dan sepi.


"Siapa namamu nak?", tanya Rini sambil


mengelus pipi Aldi.


"Ibu siapa? Mengapa sembarang memegang mukaku?", tanya Aldi sambil memundurkan badannya dan menatap Rini dengan curiga. Lagipula Aldi memang tidak suka kontak fisik dengan orang lain, selain ibunya


Rianty yang melihat itu langsung segera menghampiri Aldi, dan memeluk Aldi.


Lena tidak mau kalah, segera mendekati Nyonya nya,


"Kamu harus sopan nak, ibu ini adalah nenekmu!", ujar Lena mewakili Rini menjelaskan.

__ADS_1


Sedangkan Rini masih terdiam dan tak berkata apa-apa hanya memandang Aldi tak berkedip sama sekali.


"Ah bahkan sikapnya juga hampir mirip Gerald", pikir Rini dalam hati.


"Nenekku sudah meninggal", sahut Aldi, karena yang dia tahu hanya ibu dari Rianty yang sudah meninggal.


"Aku adalah ibu papamu, jadi aku adalah nenekmu juga", ujar Rini akhirnya tidak tahan lagi, karena Rini tiba-tiba berpikiran untuk memiliki Aldi, karena sudah begitu lama dia memimpikan mempunyai seorang cucu.


Rianty tentu kaget begitu tahu yang berdiri di depannya adalah ibu dari Gerald.


"Nyonya jangan sembarangan, Al adalah anakku, aku tidak punya hubungan apapun dengan kalian! Jangan sembarangan mengaku, jangan mengganggu hidup kami!", ujar Rianty.


"Baiklah, namamu Rianty kan? Aku ingin berbicara denganmu, berdua saja!", ujar Rini memberi tanda ke Rianty, kalau dia tidak mau Aldi mendengar pembicaraan mereka.


"Al masih sibuk edit video kan? Al naik dulu ke atas lanjutin ya, nanti kalau mami sudah selesai, mami naik ke atas kasih comment buat video Al", instruksi Rianty.


"Baik mi", sahut Aldi mengangguk dan segera menuju ke arah tangga. Al memang anak yang pintar, dia mengerti kadang pembicaraan orang dewasa tidak boleh dia dengar.


"Aku ingin kamu menyerahkan Aldi pada keluarga kami, karena dia adalah anak Gerald. Dia adalah keturunan Anggara. Mengapa kamu menyembunyikannya dari kami sampai begitu lama? katakan berapa yang kau inginkan, aku bersedia membayar mu! Dan kamu jangan khawatir, menantuku Monica pasti akan merawat Aldi dengan baik dan akan menganggap Aldi seperti anaknya sendiri", ujar Ibu Gerald.


"Aku tidak melahirkan anakku untuk kujual", sahut Rianty. Sebenarnya Rianty marah, tapi dia menahan kemarahannya karena yang berbicara adalah ibu Gerald.


"Kamu saja berani berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri, kalau bukan demi uang terus buat apa? bermimpi jadi Nyonya Gerald? Jangan harap dengan statusmu! Sekarang Nyonya kami masih baik mau memberimu uang untuk ganti rugi, jangan sampai akhirnya uang sudah tidak dapat, anakmu juga kami bawa.


Kalau kamu mau coba melawan keluarga Anggara, coba saja!", ujar Lena menakuti Rianty.


Sebenarnya bukan menakuti, memang dengan kekuatan keluarga Anggara memang tidak mustahil untuk mengambil Aldi dari tangan Rianty. Tapi Rini sengaja ingin membayar Rianty, agar Gerald tahu kalau Rianty hanyalah menginginkan uangnya saja.


Dan untuk rencana ini, sudah pasti Lena yang mengajari ibu Gerald.

__ADS_1


"Aku sudah bilang aku tidak butuh uang kalian, jangan harap aku akan menyerahkan Aldi pada kalian, saya harap kalian segera pergi dari tempatku. Jangan mengganggu kami!", ujar Rianty dengan tegas, padahal hatinya berdebar-debar karena mulai takut dengan ancaman Lena.


"Baiklah, Kami pergi dari sini. Tapi kamu jangan senang dulu, masalah ini belum selesai. Kami hanya memberimu waktu untuk berpikir, bagaimanapun kamu sudah melahirkan keturunan Anggara.


Kalau kamu sudah berpikir baik-baik dan berubah pikiran hubungi aku. Aku memberimu waktu 2 hari!", ujar Rini, setelah Lena berbisik padanya tadi.


Lena meletakkan kartu nama Rini di atas meja, sesudah itu kedua perempuan itu melangkah keluar dari toko roti Rianty.


Setelah kedua perempuan itu keluar, Rianty langsung terduduk lemas di kursi.


"Ah apa yang kutakutkan terjadi juga. Apa yang harus kulakukan agar Aldi jangan sampai diambil mereka? jalanku benar-benar sudah buntu. Bagaimana aku bisa melawan mereka dengan keuanganku ini. Aku sudah pernah membaca, jarang ada pengacara yang bersedia melawan pengacara keluarga Anggara.


Apakah aku sebaiknya menerima tawaran tuan Aldo untuk menikah? Tapi tuan Aldo sudah punya istri. Tapi terkadang jadi manusia harus egois, untuk apa aku memikirkan perasaan orang lain, sedangkan mereka saja tidak memikirkan perasaanku.


Jika aku menikah dengan tuan Aldo, setidaknya aku masih bisa menjadi ibu Aldi. Jika aku bisa melayani tuan Aldo dengan baik, tentu aku bisa meminta bantuan tuan Aldo, kalau mereka berusaha memisahkan ku dengan Aldi ". Pikiran Rianty yang sudah tidak tenang dan takut Aldi diambil ibu Gerald, akhirnya. membuat Rianty berpikir untuk memanfaatkan Gerald untuk melawan ibu Gerald sendiri.


...********...


"Nona Monica saya sudah bertemu Rianty, saya sudah minta dia untuk tidak mengaku mengenal kita, dan aku sudah bilang padanya, kalau akan memberinya uang dalam jumlah besar untuk menyimpan rahasia ini", lapor Dodi pada Monica dan hendak menipu uang Monica.


"Baiklah dalam beberapa hari ini akan kuberikan uangnya untukmu. Tapi aku bingung mengapa perempuan gila harta itu ditawari uang yang banyak untuk menyerahkan anaknya, dia menolak?", ujar Monica curiga.


"Siapa yang menawarkan nona? Tuan Gerald?", tanya Dodi penasaran.


"Kamu belum tahu ya, Gerald sudah tahu kalau anak perempuan itu adalah anaknya, jadi ibu mertuaku juga sudah tahu. Untung saja aku selalu baik dan sering memberikan oleh-oleh untuk si peratu itu, jadi kalau ada apa-apa dia pasti memberitahuku", ujar Monica.


Monica memang perempuan yang licik, kalau di depan Lena selalu sopan dan menghormati Lena, karena dia tahu posisi Lena di keluarga Anggara tidak bisa dianggap remeh.


Hal itulah yang membuat Lena akhirnya menyukai Monica, tentu saja Lena tidak tahu kalau di belakang Lena, Monica juga ikut-ikutan memanggilnya peratu.

__ADS_1


Karena Monica kadang juga kesal dengan Lena yang suka mengatur dia.


Bersambung........


__ADS_2