
"Aldi jangan nakal ya, nurut sama papa", ujar Rianty sebelum keluar mobil, ketika Gerald sudah sampai di depan toko rotinya.
"Nanti kalau sudah selesai saya telpon ya mas!", sambung Rianty.
'Baiklah, usahakan jangan terlalu lama!", sahut Gerald.
"Iya mas", sahut Rianty segera beranjak keluar dari mobil.
"Dadah..mi", ujar Aldi sambil melambaikan tangan pada Rianty.
Melihat kaca mobil yang masih terbuka, Rianty menghampiri Aldi dan mengecup pipinya, karena tadi saat keluar dari mobil, posisinya tidak memungkinkan Rianty untuk mengecup pipi Aldi.
Karena Aldi duduk di samping Gerald, sedangkan Rianty duduk di belakang .
"Gak adil, masak papanya gak dapat", selak Gerald tiba-tiba.
Kali ini Aldi sama sekali tidak protes, karena hatinya sedang senang dibuatkan studio oleh Gerald dan otaknya sudah tidak sabar untuk melihat studionya.
Sedangkan Gerald tampaknya tidak akan beranjak pergi, kalau Rianty belum memenuhi permintaan nya
Rianty yang tidak mendapat protes dari Aldi juga Gerald yang sepertinya menunggu Rianty mengabulkan permintaan nya, akhirnya membuat Rianty menghampiri Gerald juga, mengecup pipi Gerald, sedangkan Gerald dari tadi sudah menurunkan kaca mobilnya menunggu Rianty.
Gerald akhirnya tersenyum puas, karena keinginannya dituruti.
"Hati-hati di jalan ya mas!", ujar Rianty, sesudah itu Rianty langsung melangkah ke toko rotinya dan tidak menoleh lagi, karena Rianty dari tadi merasa Gerald menatapnya terus dengan intens, yang akhirnya membuat dia sering salah tingkah.
...********...
Begitu masuk ke dalam toko, Rianty langsung disambut Ayu yang dari tadi sudah tidak sabar menunggu Rianty masuk, karena dari tadi Ayu memperhatikan kejadian di luar sejak mobil Gerald sampai di depan toko, dan yang sudah pasti Ayu menyaksikan Rianty mengecup pipi Gerald juga.
Dan tujuannya Ayu hanya satu, yaitu menggoda Rianty dan rasa ingin tahunya yang besar bagaimana rasanya punya pasangan seorang sultan.
"Wah ternyata hubungan ibu sama si Sultan mesra banget ya, benar-benar pasangan yang cocok Bu", ujar Ayu.
"Ah..biasa saja", sahut Rianty agak malu, karena Rianty yakin Ayu dari tadi sudah melihat dia.
"Bu, kasih tahu dong apa resepnya biar bisa disayang si sultan. Kalau disayang sultan pasti enak, mau apa saja dikabulkan", ujar Ayu.
__ADS_1
"Ayu juga pengen deh dapat suami seorang sultan, yang menyayangi Ayu seperti ibu", sambung Ayu lagi.
Dita yang biasa suka menegur Ayu, kali ini hanya memperhatikan pembicaraan Ayu dan Rianty saja, karena sepertinya Dita juga tertarik dengan pertanyaan Ayu dan ikut menunggu jawaban Rianty.
Sudah bukan rahasia lagi, kalau cerita seperti Cinderella tentu selalu menarik untuk didengar, apalagi pendengarnya adalah perempuan-perempuan yang masih single.
Rianty terdiam mendengar pertanyaan Ayu, malah pikiran Rianty langsung mengembara ke sikap Gerald padanya akhir-akhir ini.
"Mas Aldo sepertinya memang menyayangiku dan memperhatikan aku. Tetapi akan bertahan berapa lama? Bagaimana kalau muncul perempuan lain yang menarik perhatian mas Aldo lagi?
Bukan hal yang mustahil, karena mas Aldo tampan, gagah, juga berkuasa dan kaya. Apalagi mas Aldo sangat berpengalaman terhadap perempuan.
Akankah nasibku sama seperti Monica?" , pikir Rianty yang masih mengira Gerald seorang casanova.
"Sedangkan hatiku sepertinya sudah mencintai mas Aldo. Saat ini aku hanya bisa berusaha melayani mas Aldo dengan sebaik-baiknya saja, agar dia tidak berpaling dariku".
Karena pikiran nya itulah, Rianty akhirnya teringat lagi janjinya pada ibu mertuanya untuk membujuk Gerald mengunjungi Monica.
Rianty akhirnya hanya bisa menghela nafas untuk mengurangi beban pikirannya.
...********...
"Habis kamu juga suka nanya yang aneh-aneh saja yu, emang bikin roti pakai resep!", sahut Rianty tertawa melihat keingintahuannya Ayu.
"Ah..ibu pelit, cerita sedikit saja gak mau", rajuk Ayu belum menyerah.
"Susah untuk diungkapkan Ayu. Yang jelas menurut ibu kita harus mencintai dengan tulus, melayani dengan ikhlas. Pokoknya prinsip nya seperti itu, dengan begitu semoga saja pasangan kita juga bisa membalas kita dengan mencintai kita dengan tulus juga", jawab Rianty akhirnya mengungkapkan prinsip cintanya.
"Semoga mas Aldo juga bisa mencintaiku juga dengan tulus", harap Rianty dalam hati.
"Aku yakin si sultan benar-benar mencintai ibu, Ayu doain semoga ibu selalu bahagia bersama sultan", ujar Ayu akhirnya.
"Pasti dong, ibu kan cantik, baik dan rajin. Sultan pasti benar-benar menyukai ibu", Dita juga ikut memuji Rianty.
"Ayo, ibu jadi curiga, kalian mau apa nih, koq tiba-tiba memuji ibu terus", ujar Rianty mencoba mengalihkan kedua pegawainya dari pembahasan tentang Gerald.
"Enggak lah Bu, ibu curigaan saja", sahut Ayu tertawa.
__ADS_1
Untungnya sesudah itu, Dita mulai membahas kesulitan yang dia temui dalam membuat roti, dan memberikan catatan penjualan kemaren, dan keduanya sudah tidak membicarakan Gerald lagi.
...********...
Rianty tidak sadar kalau dari tadi sejak dia datang ke toko nya, gerak geriknya diperhatikan oleh 3 pasang mata lainnya juga.
Ayah Rianty yang sudah diketemukan keberadaannya sedang berada di mobil yang sama dengan Patrick, menunggu perintah dari Monica untuk membuat kekacauan.
Monica yang pintar dan licik, tentu tidak mau bertemu dengan ayah Rianty yang seorang pemabuk dan penjudi, karena dia tidak mau kalau suatu hari ketahuan, dia terlibat dan berurusan dengan Gerald.
Monica dari tadi sudah geram melihat kemesraan Rianty dan Gerald, apalagi melihat muka Gerald yang sepertinya sangat bahagia saat bersama Rianty, tapi terhadap dia seakan-akan begitu jijik.
Karena hal tersebut, akhirnya membuat Monica semakin dendam.
...********...
Sugiman, ayah Rianty seperti mendapatkan durian runtuh, saat dia didatangi Patrick yang memberitahukan keberadaan Rianty, dan Rianty sudah menjadi istri dari orang kaya.
Sugiman yang tidak pernah kapok berjudi, walaupun sering kalah, saat ini memang sedang memiliki hutang yang banyak.
Hutang yang dulu saja belum dia lunasi, akhirnya membuat Sugiman selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari penagih.
"Mengapa saya harus menunggu menantu saya yang kaya itu pergi dulu, baru saya boleh meminta uang pada anak saya? Kalau ada dia kan lebih bagus, mungkin dia bisa langsung memberikan sejumlah uang yang saya butuhkan?", tanya Sugiman tidak puas, karena sejak tadi sebenarnya dia sudah ingin turun meminta uang pada Rianty.
"kita ikuti saja perintah dari atasan kita! Bapak jangan macam-macam dengan tuan Gerald, bisa jadi dia lebih sadis dari penagih hutang yang bapak hindari itu, bapak bukan saja akan babak belur, jangan-jangan nyawa bapak pun melayang, kalau dia marah!", ujar Patrick menakuti pak Sugiman.
"Baiklah, saya akan menurut saja", sahut pak Sugiman akhirnya.
"Huh..dasar anak gak berbakti, sudah punya suami kaya raya sama sekali gak ingat sama bapaknya.
Dulu kamu kabur dari pernikahan dengan Sugeng saja belum kuperhitungkan berapa kerugian yang sudah aku alami", pikir Sugiman dalam hati, sama sekali tidak merasa bersalah pada anaknya, malah Sugiman merasa dia berada di pihak yang dirugikan.
Rianty hanya seperti barang dagangan saja buat pak Sugeng.
Hati nurani Sugiman sudah hilang sejak lama, sejak dia bergumul dengan yang namanya judi dan minuman keras.
Bersambung.........
__ADS_1