
Tahun ini ulang tahun Aldi akan dirayakan secara besar-besaran oleh keluarga Anggara.
Sebenarnya Rianty kurang setuju, tapi karena ini adalah keinginan Rini, Rianty tidak berani mengajukan protes.
Bagaimanapun hubungan Rianty sudah jauh lebih baik dengan Rini, walaupun masih agak kaku.
Tentu Rianty tidak ingin hubungan nya merenggang dengan Rini hanya karena masalah perayaan ulang tahun Aldi.
Rini juga sudah berusaha menerima Rianty, walaupun hubungan nya belum bisa seperti Rini dan Monica dulu.
Sedangkan Lena juga sifatnya mulai melunak dan lebih bersahabat terhadap Rianty, apalagi sejak dia menyukai masakan Rianty.
...********...
Rianty memang orang yang tidak suka berpangku tangan. Walaupun Rini sudah menerimanya sebagai menantu, tetap saja suasana masih saja kaku jika mereka berada di tempat yang sama.
Akhirnya setiap Rianty dibawa ke kediaman Anggara, Rianty selalu menyibukkan diri dengan memasak di dapur. Akhirnya staf di dapur juga sudah terbiasa dengan kehadiran Rianty.
Bahkan Rianty selalu menyempatkan diri memasak makanan kesehatan untuk pak Anggara yang menderita stroke dan diabetes yang dia pelajari dari internet.
Hanya Gerald yang sering mengomel karena takut Rianty akan kelelahan.
"Gak pa pa Mas, aku kan perlu gerak juga. Kalau begini kan hampir seperti olahraga, sedangkan kalau tiap hari aku menemani mas di kantor kan banyakan duduk dan tidak gerak", sahut Rianty, yang akhirnya membuat Gerald teringat kalau Dokter Mira pernah berpesan agar Rianty juga harus sering gerak selama hamil.
Akhirnya Gerald sudah tidak protes lagi, apalagi setelah dia melihat ayah ibunya menyukai masakan Rianty.
"Biar saja, siapa tahu dengan begitu Rianty semakin disukai ibu. Si Lena gak tahu malu itu juga menyukai masakan Rianty ku", pikir Gerald dalam hati.
...********...
Gerald sebenarnya anak yang menyayangi orang tua. Gerald mengerti kalau Rini kesepian dan menyukai Aldi.
Ketika melihat Rini sudah mau mulai menerima Rianty, setiap ada waktu ruang Gerald selalu membawa Rianty dan Aldi ke mansion Anggara.
Apalagi ketika melihat ayahnya, pak Anggara yang terlihat bahagia setiap kedatangan mereka, walaupun tidak bisa mengucapkan apapun, Gerald bisa merasakan kebahagiaan ayah nya jika bersama Aldi.
Sedangkan Rianty termasuk wanita yang pengertian, Rianty sama sekali tidak mengajukan protes pada Gerald, dan Rianty cukup pintar menempatkan diri di keluarga Anggara.
Bahkan terakhir kalinya mereka ke Mansion Anggara, mereka menginap di sana atas permintaan Aldi yang suka membawa kakeknya berjalan-jalan di taman saat pagi hari.
...********...
__ADS_1
"Boleh ya mi?", tanya Aldi pada Rianty.
"Mami gak masalah, coba Al tanya sama papa", sahut Rianty yang juga merasa kasihan pada pak Anggara.
"Boleh ya pa, kita menginap di sini?", tanya Aldi yang langsung mengalihkan pandangannya pada Gerald.
"Boleh! Tapi ada syaratnya", ujar Gerald.
"Ih..papa koq pakai syarat segala sih sama anak sendiri?", tanya Aldi sedikit kesal.
"Apa syaratnya?", sambung Aldi lagi.
"Aldi belajar tidur sendiri, tidak perlu ditemani mami lagi!"
"Apa hubungannya pa?"
"Tentu itu berhubungan, itu kan mengajarkan Aldi lebih mandiri. Aldi mau merawat kakek, terlebih dahulu Al harus mandiri dulu dong", sahut Gerald meyakinkan Aldi.
"Huh, papa gak usah bohongin Aldi. Al tahu papa cuman mau bobok nya sama mami!", omel Aldi kesal.
"Walaupun Al bobok masih ditemani. mami, Al anak yang mandiri!", ujar Aldi dengan sombong dan melipat kedua tangan nya di dada.
"Terserah kamu mau atau tidak!", sahut Gerald mencoba menggertak.
Rianty yang dari tadi tersenyum mendengar adu mulut bapak dan anak itu tersentak kaget karena tidak menyangka dia yang akan disuruh memutuskan.
"Baiklah kalau begitu, biar mami yang memutuskan", sahut Gerald menerima tantangan Aldi dengan hati tidak tenang.
Akhirnya Aldi dan Gerald mengalihkan pandangan mereka pada Rianty sambil menunggu jawaban Rianty.
Rianty yang sempat terdiam sejenak akhirnya menjawab,
"Aldi sudah bertambah besar, Al sudah harus belajar tidur sendiri ya? Apalagi sebentar lagi Al akan punya adik. Jadi menurut mami sebaiknya Al mulai sekarang tidur sendiri ya", ujar Rianty tersipu, sambil mengelus rambut Aldi.
Aldi langsung terperangah memandang tidak percaya pada ibunya, yang menurutnya sudah menghianati dia.
Sedangkan Gerald tersenyum senang dengan hati berbunga-bunga.
Kegiatan yang tidak direncanakan itu akhirnya menjadi kegiatan rutin dan hampir tiap Minggu mereka menginap di Mansion Anggara.
...********...
__ADS_1
Gerald yang hatinya senang karena Rianty akhirnya lebih memilih tidur dengan nya dan memberikan pengertian pada Aldi untuk tidur sendiri, langsung menggendong Rianty begitu melihat Rianty keluar dari kamar mandi saat mereka sudah berada di kamar tidur mereka yang dulu.
"Mas! kau mengagetkan aku saja!", ujar Rianty sambil memukul dada Gerald ketika sudah berada dalam gendongan Gerald.
"Aku senang akhirnya kamu lebih memilih tidur denganku daripada Aldi", ujar Gerald sambil mengecup bibir Rianty sekilas, lalu meletakkan Rianty di atas kasur mereka, sesudah itu Gerald juga ikut naik ke kasur dan tidur di samping Rianty.
Rianty tersenyum malu mendengar perkataan Gerald, Rianty jadi teringat saat pertama kali dia yang merasa resah dan takut tidur sekamar dengan Gerald, tapi hari ini malah dia yang memilih untuk tidur dengan Gerald.
"Kenapa kamu tersenyum? hari ini jangan menggoda aku!", ujar Gerald menyadarkan Rianty dari pikiran nya itu.
"Ih.. pede banget sih! siapa yang mau menggoda mas Aldo!", omel Rianty sambil mencubit perut Gerald.
"Ini kalau bukan menggoda namanya apa? pakai cubit-cubit perut ku!", ujar Gerald langsung menangkap tangan Rianty.
"Mas yang duluan sih! Ayo lepasin tanganku!", ujar Rianty.
"Sudah kamu diam-diam saja jangan mancing macan tidur!", ujar Gerald akhirnya memeluk Rianty masuk dalam pelukannya
"Cepat tidur! seharian ini kamu banyak memasak di dapur, pasti sudah capek", ujar Gerald sambil mengecup dahi Rianty.
Sedangkan Rianty langsung dengan posisi favoritnya, memeluk pinggang Gerald dan menyembunyikan wajahnya di dada Gerald.
Gerald pun langsung memejamkan matanya berusaha untuk tidur.
"Ah aku harus segera tidur, daripada berpikiran macam-macam", pikir Gerald berusaha segera tidur karena jatah maksimum mereka sudah habis Minggu ini.
...********...
"Kalian tahu mengapa ibu mau merayakan ulang tahun Aldi tahun ini secara meriah?", tanya Rini di atas meja makan setelah mereka selesai sarapan pagi bersama.
"Tidak tahu Bu, menurutku sih tidak perlu Bu , tapi kalau ibu maunya begitu juga tidak apa-apa", sahut Gerald akhir nya mempunyai kesempatan untuk mengajukan keberatan nya, karena Gerald sebenarnya tahu kalau Rianty kurang suka
"Baiklah ibu akan memberitahu kalian kenapa, agar kalian tahu alasan ibu", sahut Rini.
Bersambung.......
...Author ucapkan terimakasih pada pembaca yang selalu mendukung karya author dengan like, comment, vote dan hadiah....
...🙏🙏🙏...
...Love you All...
__ADS_1
...😘😘😘...