Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Kegiatan Rianty dan Aldi di Mansion Anggara


__ADS_3

Rini bertepuk tangan, ketika Aldi selesai memainkan sebuah lagu lama dengan ukulele.


Sebelum ke taman Aldi memang berencana memperlihatkan kebolehannya bermain gitar untuk menghibur kakeknya.


Entah mengapa Aldi merasa pasti kakeknya sangat kesepian hidupnya, karena tidak bisa berbicara, karena itu akhirnya Aldi pun berpikir ingin menghibur kakeknya.


Karena Aldi berencana keliling taman sekalian membawa kakeknya berjemur, Aldi hanya membawa ukulele nya saja, karena lebih mudah dan ringan dibandingkan dia harus membawa gitar.


"Cucu kita hebat ya pa!", ujar Rini pada suaminya.


Pak Anggara hanya bisa menatap kagum ke cucunya, tapi tidak bisa mengungkapkan isi hatinya.


Malah Pak Pram yang menjawab,


"Wah cucu bu Anggara skill gitar nya hebat sekali. Jarang banget anak seusia Aldi yang bisa bermain gitar sehebat itu, Bu!", puji Pak Pram yang benar-benar kagum pada Aldi.


"Papamu dulu juga pernah belajar bermain gitar, tapi tidak sehebat Al, karena papa mu lebih dikhususkan kakek untuk belajar bisnis ", ujar Rini bercerita tentang Gerald.


"Kalau kakek dan nenek suka, Al akan sering bermain buat kakek dan nenek. Nenek suka lagu apa? Al akan cari chord lagu kesukaan nenek, kalau sudah ketemu, Al akan mainkan untuk nenek".


"Nenek suka lagu Yesterday, Al!", sahut Rini tersenyum senang, karena dia merasa hubungan nya dengan Aldi semakin baik, dan Aldi juga terlihat sopan dan perhatian kepadanya.


"Ah kalau itu mah, Al bisa langsung mainkan untuk nenek karena Al sudah pernah mainkan lagu itu", ujar Al yang langsung memainkan lagu request dari neneknya itu.


Rini memperhatikan permainan cucunya itu dengan bangga dan senang, saat ini dia benar-benar bahagia karena sudah mempunyai seorang cucu sebagai penerus keluarga Anggara.


Rini benar-benar sudah lupa dengan perasaan tidak enaknya pada Monica dan keluarganya karena Gerald menikah lagi.


...********...


"Mengapa kamu tidak memberitahu keluargamu kalau Gerald menikah lagi? sungguh memalukan!", omel Mirna, ibu Monica yang mendatangi kantor Monica setelah dia mendapat kabar dari Devan kalau Gerald menikah lagi.


"Dan kamu koq bisa-bisanya mengijinkan Gerald untuk menikah lagi?", sambung Mirna lagi dengan perasaan tidak puas.


"Aku harus bagaimana lagi ma, Gerald sudah seperti disihir perempuan kampung itu! Gerald bahkan memilih ingin menceraikan ku!


"Cerai lagi? sampai kamu cerai lagi nama keluarga kita bisa hancur. Kakak mu Devan bercerai, kalau kamu bercerai juga, pasti keluarga kita yang dianggap tidak benar.


Mama heran sama kamu, kamu cantik dan pintar, dulu juga banyak laki-laki yang suka padamu.

__ADS_1


Koq menjaga seorang Gerald saja gak bisa? Padahal menurut kabar, Gerald orang yang tidak suka dekat dengan perempuan.


Siapa perempuan saingan mu itu? Lucy saja sudah kalah oleh kamu, perempuan mana yang sudah berhasil merebut suami mu?", tanya Mirna penasaran sesudah mengomel panjang.


"Ibu gak kenal, dia bukan dari kalangan kita. Perempuan ini berasal dari kampung dan membuka toko roti di kota. Ibu tanya saja pada kak Devan, kak Devan lebih mengenal perempuan itu.


Gerald bertemu perempuan itu kan gara-gara kak Devan memesan roti dan mengundang perempuan itu ke pesta ulang tahun mama waktu itu", jawab Monica akhirnya menyalahkan Devan, karena Monica kesal Devan menceritakan masalahnya pada ibunya.


"Ibu sungguh lebih tidak bisa terima lagi, kamu malah dikalahkan oleh gadis kampung!", ujar Mirna semakin tidak bisa menerima kekalahan anaknya.


"Jangan menghina gadis kampung ma, kak Devan saja tertarik dengan gadis kampung itu, kalau saja bukan diambil Gerald dulu", sahut Monica kesal, karena dari tadi ibunya menganggap remeh dia.


"Duh kalau sudah ketahuan mama, mama bisa muncul terus tiap hari di kantorku dengan semua teorinya! Aku dan Patrick bisa jadi tidak bebas lagi. Huh kak Devan memang bikin masalah saja!", sungut Monica dalam hati yang malah mengkhawatirkan kehilangan kebebasan nya dengan Patrick.


...********...


Setelah selesai acara jamuan makan dan meeting antara tuan Richard dengan Gerald dan Lucy, mereka berpisah di depan restoran Greenpalace.


"Buru-buru banget sih pulangnya?", tanya Lucy, melihat Gerald yang langsung berjalan dengan langkah lebar menuju ke arah parkir mobilnya, diikuti sekretaris Kim di belakang.


"Memang ada apa lagi? kan sudah ketemu kata sepakat antara kita dan tuan Richard, lagipula tuan Ricard mengejar penerbangan nya", sahut Gerald yang tergesa.


"Kan besok-besok bisa, via telpon juga bisa", sahut Gerald langsung menolak.


"Ya sudah, kalau kamu mau langsung balik ke kantor, aku ikut. Kita bahas di kantor mu juga bisa", sahut Lucy lagi belum menyerah, walaupun sudah ditolak.


"Siapa bilang aku mau balik kantor, aku mau balik ke mansion ku!", sahut Gerald menghela nafas kesal.


"Sejak kapan kamu pulang rumah secepat itu?"


"Sejak ada yang menunggunya di rumah, nona Lucy", sahut sekretaris Kim kali ini mewakili Gerald.


Sekretaris Kim tahu kalau Gerald mulai kesal


"Kalau ada yang perlu dibicarakan, juga bisa dengan aku", sambung sekretaris Kim lagi.


"Huh, mentang-mentang punya mainan baru, bisnis pun sudah tidak perduli!", sahut Lucy dengan kesal, dan langsung pergi meninggalkan Gerald dan sekretaris Kim tanpa berpamitan lagi.


...********...

__ADS_1


"Tuan kembali ke kantor ya?", tanya sekretaris Kim yang mengira Gerald hanya ingin menghindari Lucy.


"Kan aku sudah bilang, aku mau kembali ke Mansion ku. Koq masih tanya?"


"Ternyata betul juga kata Lucy, mentang-mentang punya mainan baru. Sejak kapan tuan Gerald pulang secepat itu?", pikir sekretaris Kim dalam hati.


"Mansion Anggara atau Mansion tuan sendiri?", tanya sekretaris Kim akhirnya.


"Koq masih tanya, masak kamu tidak tahu Kim? Mau mengejek aku ya?", Gerald tahu kalau sekretarisnya itu mau menggodanya.


"Baik tuan, kita menuju mansion Anggara sekarang".


...********...


Sesampai di Mansion, Gerald langsung menuju ke kamarnya. Ketika mendapati kamarnya yang kosong, Gerald langsung menuju ke kamar Aldi.


Gerald hanya melihat Aldi yang sedang tidur siang, sedangkan Rianty sama sekali tidak kelihatan.


"Katanya enggak ke toko, koq gak ada di kamar, ke mana dia?" pikir Gerald penasaran.


Akhirnya Gerald memutuskan untuk menelpon Rianty untuk menanyakan keberadaannya, daripada dia harus menebak-nebak.


"Oo, aku sedang di dapur Mas. Ada apa?", tanya Rianty ketika Gerald menelponnya.


"Aku sudah balik dan di kamar, tapi kamu gak ada, di kamar Aldi juga gak ada", sahut Gerald.


"Oo Mas Aldo sudah balik? ya udah aku kembali ke kamar. Kebetulan pisang molen buatan ku sudah jadi. Aku bawain sekalian ya", ujar Rianty.


Rianty memang membawa handphone terus, karena dia khawatir kalau Ayu atau Dita menghubunginya.


Sesudah hubungan telponnya dimatikan, Rianty segera menyiapkan piring dan membawa beberapa potong pisang molen yang dibuatnya tadi.


"Bu Mira, saya balik dulu ya, tuan sudah pulang, terimakasih ya sudah bantuin tadi", ujar Rianty ke bagian dapur nya keluarga Anggara.


"Iya nyonya muda, buatan nyonya muda enak lho", sahut Bu Mira memuji Rianty.


Rianty hanya tersenyum mendengar perkataan Bu Mira, sesudah pamitan, Rianty segera berjalan keluar dari dapur menuju ke kamarnya.


Rianty khawatir Gerald akan kesal kalau menunggunya terlalu lama .

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2