Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Gerald mengalah


__ADS_3

Pagi-pagi Gerald sudah muncul di depan toko roti Rianty. Begitu melangkah masuk, Gerald melihat Aldi yang sedang memasukkan roti ke plastik.


Aldi terlihat sudah rapi dengan pakaian seragam nya.


"Papa, selamat pagi", sapa Aldi pada Gerald, sesudah itu melanjutkan kegiatannya memasukkan roti ke plastik lagi.


Gerald sempat tertegun mendengar sapaan Aldi, karena setahunya kemaren Aldi masih marah padanya. Tapi tentu saja Gerald merasa senang dengan perubahan Aldi.


"Pagi juga Al, Mami Al ke mana, koq gak kelihatan?", tanya Gerald, karena sejak masuk tadi dia tidak melihat bayangan Rianty sama sekali.


"Mami sedang mandi pa, biasa kalau habis mengoven roti, mami mandi dulu. Nanti kan mami mau antar Aldi ke sekolah, kata mami kalau enggak nanti badannya bau roti. Kata mami takutnya nanti kalau bau roti, ada teman Al yang sedang lapar menggigit mami ha..ha..ha..


Mami pikir Al masih kecil, bisa dibohongin!", cerita Aldi tertawa teringat Rianty, yang kadang suka melucu juga.


'Lho Aldi kan memang masih kecil!", sahut Gerald tersenyum melihat Aldi yang sok dewasa.


"Huh, papa jangan menganggap remeh Al,


ya! Walaupun masih kecil Al bisa melindungi mami!", ujar Aldi dengan sombong dan melipat kedua tangannya di dada, sambil memandang kesal ke Gerald yang dianggapnya sudah meremehkannya.


"Hfff, benar juga kata sekretaris Kim, anak ini susah dihadapi. Gampang marah dan mau menang sendiri!", pikir Gerald menghela nafas berusaha sabar.


Gerald tidak sadar kalau sifatnya Al sama dengan dia.


"Iya papa tahu, Al memang anak yang hebat dan pintar, sekretaris Kim sudah beritahu papa", sahut Gerald mengalah.


"Huh, malah om Kim yang lebih mengerti Al daripada papa. Papa harus belajar banyak sama Om Kim!", ujar Aldi lagi.


"Untung kamu anakku!", gerutu Gerald dalam hati, bingung mau menjawab apa lagi. Baru kali ini Gerald mati kutu, tidak bisa menjawab.


Untungnya saja ucapan Aldi memang tidak memerlukan jawaban Gerald.


"Al mau tinggal sama papa, tapi ada syaratnya!", sambung Aldi lagi.


"Baiklah, katakan syaratnya. Pasti papa berusaha memenuhi permintaan Aldi", sahut Gerald tersenyum.


"Apa sih permintaanmu yang tidak bisa aku penuhi, aku yakin bisa memenuhi permintaanmu, jangankan satu lebih dari itu pun aku sanggup!", pikir Gerald dalam hati merasa senang, karena yakin kali ini dia yang menang.


"Nanti kalau tinggal sama papa, mami bobok sama Al, papa jangan rebutan bobok sama mami ya! Kalau papa gak setuju, Al gak mau tinggal bareng sama papa!", ujar Aldi tegas dan sepertinya sudah tidak bisa ditawar lagi.


Gerald yang mengira Aldi menginginkan barang atau sesuatu yang dibutuhkan, menjadi kaget dan terdiam tak bisa menjawab.


Gerald tak menyangka permintaan Aldi tidak bisa dinilai dengan harta yang dia miliki.


Sebetulnya Gerald tentu merasa keberatan dengan permintaan Aldi, tapi sepertinya sudah tidak bisa ditawar lagi.


"Baiklah, syarat Al papa terima", sahut Gerald akhirnya mengalah, setelah tadi Gerald sempat berpikir agak lama.


"Benar ya, awas kalau papa bohong.

__ADS_1


Al tidak suka orang yang berbohong, kalau papa bohong, Al gak mau ngomong lagi sama papa", sahut Aldi meyakinkan sekali lagi.


"Baik Al, papa janji!", sahut Gerald meyakinkan anaknya.


"Baru kali ini aku harus mengalah sama seseorang, dan orang itu adalah anakku sendiri! Biarlah aku mengalah untuk menang.


Nanti saat dia sudah tidur, aku culik maminya itu!", pikir Gerald dalam hati kesal dengan permintaan anaknya itu.


Ternyata Gerald juga tidak kehabisan akal.


...********...


Rianty yang sudah selesai mandi dan turun dari atas kaget melihat Gerald yang sudah muncul pagi-pagi di tokonya


"Mas Aldo, ada apa pagi-pagi datang ke sini?", tanya Rianty bingung.


"Aku datang mau antar Aldi ke sekolahnya, kamu juga sekalian ikut ya!", sahut Gerald yang malah ikutan Aldi memasukkan roti ke dalam bungkusannya.


"Saya bisa antar Aldi mas, jangan merepotkan. Mas Aldo kan sibuk!", sahut Rianty merasa tidak enak.


Rianty juga segera mendekati Gerald dan segera mengambil plastik dari tangan Gerald.


"Sudah mas, jangan mengotori tanganmu, aku saja!", ujar Rianty sambil memasukkan roti dengan cekatan ke dalam plastik.


Gerald terdiam dan memandang ke Rianty dengan lekat, Gerald kesal karena dia merasa Rianty sepertinya begitu segan dan menjaga jarak dengannya.


"Mas Aldo mau minum apa, saya buatkan", ujar Rianty sambil menyusun roti ke rak jualannya.


"Tidak usah, nanti sesudah mengantar Aldi, aku akan mengajakmu sarapan menemaniku, ada yang mau aku bicarakan!", ujar Gerald.


"Tadi aku sudah sarapan bersama Aldi Mas Aldo, kalau mau aku buatkan sebentar ya mas!", sahut Rianty menolak, dia sungguh merasa risih pergi berdua saja dengan Gerald.


"Tidak usah! Kalau kamu sudah kenyang, kamu cukup menemaniku saja!", sahut Gerald yang mulai kesal, karena dia merasa ditolak terus oleh Rianty.


"Baiklah mas", sahut Rianty akhirnya menurut, dari pada dia harus adu mulut dengan Gerald di depan Aldi.


Ketika Ayu dan Dita sudah datang, Rianty akhirnya ikut dengan Gerald untuk mengantar Aldi ke sekolah.


Ayu masih sempat berbisik pada Rianty,


"Bu bilang sama pak sultan toko rotinya jangan tutup ya, ibu tetap lanjutin ya".


...********...


Gerald membawa Rianty ke sebuah restoran yang terlihat sangat nyaman, sepertinya restoran ini memang dibuat untuk orang yang ingin santai makan dan berbincang-bincang.


Rianty menjadi salah tingkah ketika Gerald menarik kan kursi untuk Rianty. Rianty menurut duduk di kursi itu dan mengucapkan terima kasih.


Rianty sungguh tidak terbiasa, dia merasa diperlakukan seperti seorang putri. Apalagi sebelumnya Gerald juga yang membantunya membuka safety belt nya saat keluar dari mobil.

__ADS_1


Rianty sungguh menyesali kelambatan gerakannya.


Sambil menunggu pesanan datang, Gerald akhirnya membuka pembicaraan,


"Ibuku ingin kita tinggal di mansion nya setelah menikah. Dia ingin sekali Aldi tinggal bersamanya, karena sudah lama sekali dia mendambakan punya seorang cucu.


Dulu aku memang pernah berjanji padanya kalau aku punya anak, aku akan tinggal bersamanya. Apakah kamu setuju dan tidak keberatan?"


"Apa aku punya hak untuk menolak? Aku sudah tahu dari pertama, tidak akan mudah bagiku masuk dalam keluarga konglomerat, apalagi kalau dilihat dari asal usul ku ini.


Itu sudah konsekuensi ku saat aku memutuskan menikah dengan Mas Aldo", pikir Rianty dalam hati pasrah.


"Enggak masalah mas, tinggal di mana saja buat saya sama saja"


"Kamu yakin tidak masalah tinggal bersama keluargaku?", tanya Gerald, Gerald tidak menyangka kalau Rianty langsung setuju dengan keinginan ibunya.


"Iya mas, gak masalah", jawab Rianty meyakinkan Gerald.


"Tapi aku mau meminta sesuatu pada mas Aldo".


"Katakanlah, kalau sanggup pasti akan kuberikan".


"Ijinkan aku tetap membuka toko roti ku ya mas Aldo?"


"Dalam masalah biaya hidupmu, kamu tidak perlu khawatir, aku akan memenuhi semua kebutuhanmu. Kenapa kamu masih harus membuka toko itu?", tanya Gerald yang kurang setuju Rianty masih membuka toko rotinya.


"Keadaan sudah berbeda, kamu bukan hanya perlu memperhatikan Aldi saja, kamu juga perlu memperhatikanku, aku takut nanti kamu kecapaian!", sambung Gerald lagi menyatakan ketidak setujuan


nya.


Rianty merasa seperti diingatkan kalau dia berjanji akan melayani Gerald dengan baik, akhirnya Rianty menggenggam tangan Gerald yang berada di atas meja.


"Aku berjanji mas, gak akan kecapaian. kedua karyawan ku sudah pintar mengelola toko.


Boleh ya mas, aku tetap buka toko rotinya?", pinta Rianty menatap ke Gerald memohon.


Gerald akhirnya tidak tega menolak permohonan Rianty, ketika menatap ke mata Rianty.


Akhirnya tanpa sadar Gerald menganggukkan kepalanya mengijinkan.


Sesudah itu pesanan mereka datang, Rianty segera melepaskan genggaman tangannya pada tangan Gerald dengan agak malu.


Karena Rianty sudah makan akhirnya Gerald memesankan , sepotong kue yang bentuknya sangat menarik.


Akhirnya selama waktu makan Rianty sepertinya fokus pada kuenya saja, sama sekali tidak berani melihat Gerald, karena dia merasa malu pada tindakannya sendiri tadi.


Sedangkan Gerald saat menyantap sarapannya berkali-kali mencuri pandang ke Rianty, perempuan yang sudah membuat dia semakin tertarik.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2