Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Aldi memilih ikut Gerald


__ADS_3

Yang pertama keberatan tentu Rianty. Justru dia takut kalau Aldi dekat dengan Gerald, rahasianya akan ketahuan.


"Jangan Tuan Aldo, nanti merepotkan , apalagi Tuan Aldo orang yang sibuk, nanti mengganggu", ujar Rianty sama sekali tidak berani memandang ke Gerald.


Dalam hatinya sebenarnya dia juga bingung, Al mau dititipkan ke siapa. Selama ini belum pernah dia dan Al terpisah, belum pernah sekalipun dia meninggalkan Al.


"Ah sungguh menyedihkan kalau tidak punya sanak saudara, saat seperti ini tidak ada yang bisa membantuku", pikir Rianty dalam hati dengan mata berkaca-kaca dan langsung teringat pada ibunya, satu-satunya orang yang paling dekat dengannya dan selalu siap membantunya, tapi itupun juga sudah meninggalkannya.


Gerald yang dari tadi memperhatikan muka Rianty, merasa Rianty seperti akan menangis.


"Al temanin mami saja di rumah sakit, boleh ya, mi?", tanya Aldi lagi.


Rianty segera mengangguk dan mengiyakan, tanpa berpikir panjang lagi.


"Tidak boleh, di rumah sakit tidak boleh ada anak kecil yang menemani ibunya dirawat", ujar Gerald tegas.


"Tapi Al...",


"Iya Rianty, di Rumah sakit memang peraturan nya seperti itu. untuk anak kecil di bawah 12 tahun yang menjenguk saja khusus keluarga saja", ujar Devan memutuskan pembicaraan Rianty.


"Kamu tidak punya saudara untuk menitipkan Al? Atau mungkin saudara dari papa Al? Kalau ada akan aku bantu antarkan Al ke sana?", tanya Devan.


Sebenarnya Devan juga bertujuan memancing, dia juga ingin tahu status sebenarnya Rianty, karena selama ini dia hanya tahu dari Angel saja kalau Aldi tidak punya papa.


Mendengar pertanyaan itu Rianty terdiam, bingung untuk menjawabnya. Ternyata yang menunggu jawaban bukan hanya Devan, Gerald juga penasaran dengan jawaban Rianty.


Akhirnya Rianty hanya bisa menggeleng,


"Aku sudah tidak punya saudara".


"Ih..papa, Angel kan sudah bilang kalau Al itu sudah tidak punya papa, kalau enggak mana mungkin Angel minta sama papa kalau Angel mau Tante Rianty jadi mamanya Angel!", ujar Angel yang sama sekali tidak tahu kalau ucapannya membuat Rianty kaget dan menjadi salah tingkah. Apalagi Rianty merasa dari tadi Gerald menatap ke arahnya terus.


Devan juga sebenarnya kaget mendengar perkataan Angel yang begitu terus terang,


"Jangan sembarang berbicara Angel", tegur Devan pada anaknya.


"Maafkan ucapan Angel, soalnya dari kecil dia ingin sekali punya seorang ibu. Dan kebetulan dia sering melihat hubunganmu dan Aldi yang begitu akrab, jadi dia menginginkanmu menjadi ibunya", ujar Devan menjelaskan, seakan secara langsung juga ingin memberitahu kalau dia tidak keberatan dengan keinginan anaknya itu.


Gerald yang dari tadi hanya duduk diam dan mendengar pembicaraan itu, mengepalkan tangannya, entah mengapa dia merasa tidak rela Rianty diminati pria lain, apalagi setelah Rianty mengakui kalau dia adalah wanita yang berada di kamar pengantinnya 7 tahun yang lalu.

__ADS_1


Bagaimanapun kejadian 7 tahun yang lalu itu adalah pengalamannya pertama berhubungan dengan wanita, walaupun dalam pengaruh obat.


Dia juga masih ingat Rianty dengan pasrah menyerahkan miliknya yang paling berharga, dan andaikata seperti kata Rianty kalau itu hanya sebuah transaksi saja, tapi tidak buat Gerald.


Selama 7 tahun hidupnya dipenuhi rasa penasaran tentang wanita itu, kadang benci, kadang merasa dijebak, juga rasa ingin tahu yang besar apa tujuan wanita itu.


Tapi sesudah bertemu wanita yang selalu membuatnya penasaran itu, bukannya seperti rencananya semula, ingin membuat hidup wanita itu susah, seperti keinginannya dulu, malah dia menolongnya dan khawatir pada Rianty.


Bahkan sepertinya dia merasa tertarik pada Rianty, apalagi saat menatap mata indahnya yang berkaca-kaca, Gerald seperti tersihir dan merasa ingin melindungi Rianty.


"Siapa bilang? Papaku masih ada, si Angel sok tahu!", sahut Aldi kesal.


Mendengar jawaban Aldi, Devan dan Gerald bersamaan menatap ke arah Rianty, sedangkan Rianty terdiam dan menunduk, kebingungan mau menjawab apa.


"Kenapa mami kamu kecelakaan, papamu


gak datang?, kamu yang gak terima kenyataan! Dasar pelit, takut mamimu sayang sama yang lain juga", sahut Angel tidak tahu kalau ucapannya bisa membuat Aldi marah dan tidak terima.


"Mi, ayo beritahu Angel kalau Al masih punya papa, biar Angel gak sembarangan jodoh-jodohin mami!", ujar Aldi sambil memegang tangan Rianty.


Wajah Rianty yang tadinya masih pucat, menjadi merona karena malu, karena mendengar adu mulut Angel dan Aldi mengenai statusnya itu. Apalagi Devan dan Gerald yang dari tadi menatapnya.


"Angel, Tante Rianty sedang sakit, jangan berbicara yang tidak-tidak", tegur Gerald akhirnya.


Angel langsung terdiam tidak berani berkata-kata lagi, karena Angel memang segan pada Gerald.


"Al biar ikut denganku saja, di rumahku banyak asisten rumah tangga yang bisa mengurusnya", putus Gerald akhirnya.


"Al, kamu maukan ikut Om?, Biarkan ibumu beristirahat dulu, biar cepat sembuh, nanti kan kamu bisa cepat kumpul lagi dengan ibumu!", ujar Gerald pada Aldi.


Devan yang melihat kejadian itu menjadi curiga, setahunya Gerald biasanya tidak suka ikut campur urusan orang. Bahkan kali ini mau merawat Aldi, padahal Gerald tidak pernah berinteraksi dengan anak kecil, bahkan Angel anaknya saja agak takut pada Gerald.


"Biar ikut aku saja, ada si Angel, jadi Aldi kan ada temannyal", usul Devan menawarkan diri juga, karena Devan mulai curiga dengan kelakuan adik iparnya yang tidak biasa ini.


Bagaimana juga dia sudah berteman lama dengan Gerald, baru kali ini dia melihat Gerald bisa begitu perhatian pada seseorang, dan seorang wanita lagi.


"Al ikut Om itu saja", ujar Aldi menunjuk ke arah Gerald. Ternyata Aldi masih marah dengan omongan Angel, akhirnya dia lebih memilih Gerald.


Dan memang dalam hati Aldi cukup kagum dengan Gerald yang tegas dan tadi sudah menolong mereka saat kecelakaan.

__ADS_1


Bahkan dengan kekuasaannya itu, Dia bisa dengan cepat memasukkan ibunya ke Rumah sakit untuk segera diobati dan dirawat di tempat yang baik.


Melihat itu Rianty kaget dan segera membujuk Aldi,


"Al, lebih baik ikut Om Devan saja, jadi kan nanti ada temannya".


"Gak mau, Al gak butuh teman, Al udah capek, mau langsung bobok saja. Angel bawel, nanti ngoceh terus!" , sahut Aldi.


"Huh lagian siapa yang mau temenin kamu, ge er!", sahut Angel tidak mau kalah.


Akhirnya Rianty tak berkutik, dan hanya pasrah saja.


Tidak lama kemudian Devan pamit pulang dulu, karena Angel sudah ribut pulang sesudah musuhan dengan Aldi.


"Ah untung masih ada Aldi bersamaku, Tuan Aldo tidak berani macam-macam. Nanti dia juga yang menjaga Aldi, setidaknya aku masih aman untuk hari ini. Nanti kalau aku sudah sembuh aku bisa menghindarinya", pikir Rianty dalam hati, menenangkan dirinya sendiri.


Tapi ketenangan hatinya buyar seketika, ketika muncul sekretaris Kim yang membawa Aldi pergi, sedangkan Gerald sama sekali tidak terlihat akan beranjak pergi dari kamarnya.


Bersambung........


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Dear pembaca tercinta,


Maaf para pembaca tercinta, sekarang ini author tidak bisa up rutin seperti dulu lagi, karena kegiatan di kota kami, sudah berjalan seperti biasa lagi, sudah tidak PKM lagi.


Author sudah mulai kegiatan rutin lagi, jadi waktu untuk halu-haluan membuat karangan menjadi sedikit.


Tapi Author tetap akan berusaha up sesering mungkin.


Buat yang ingin mengisi waktu bisa coba mampir di karyaku yang lain, yang berjudul "Loving you", ceritanya gak kalah menarik dan seru lho, sudah up sampai episode 104. (sekalian promosi😁😁)


Tidak lupa author ucapkan terimakasih kepada para pembaca yang sudah terus mendukung karyaku dengan like, comment dan votenya.πŸ™πŸ™


Jangan lupa follow author dan tekan favoritnya juga yaπŸ€—πŸ€—


karena tanpa pembaca, author menjadi tidak berarti.


Semoga selalu terhibur dengan karyaku.

__ADS_1


Salam sehat selaluπŸ’ͺπŸ’ͺ


__ADS_2