Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Pesta ulang tahun Aldi


__ADS_3

"Ibu ingin agar semua teman bisnismu, teman ibu dan saudara-saudara jauh kita tahu kalau sekarang Rianty adalah istrimu, bukan Monica lagi.


Kamu dan Rianty waktu menikah tidak ada pesta pernikahannya, sedangkan kalau sekarang kita adakan pesta pernikahan kan aneh, sementara Aldi saat pesta ulang tahun nya nanti sudah berusia 7 tahun", ujar Rini sambil menghela nafas.


Mendengar perkataan Rini, Rianty tentu merasa kaget dan menatap tak percaya kepada sang mertua.


Yang Rianty tahu selama ini Rini sepertinya malu untuk memiliki menantu seperti dia yang berasal dari kampung dan hanya lulusan SMP. Rianty benar-benar tak menyangka akhirnya Rini mau mengakuinya juga.


...********...


Sebenarnya sudah lumayan lama juga Rini sudah mau menerima Rianty, apalagi sejak Gerald sering membawa Aldi dan Rianty ke Mansion Anggara.


Rini mulai sering memperhatikan gerak-gerik Rianty diam-diam. Selama memperhatikan nya, Rianty terlihat seperti orang yang terpelajar dan sangat sopan, juga menghormati orang yang lebih tua.


Didikan Rianty pada Aldi juga membuat Aldi menjadi anak yang sopan dan mempunyai sikap yang menyenangkan.


Akhirnya hati Rini melunak, rasa tidak sukanya mulai hilang, apalagi sang asisten, Lena juga sudah tidak pernah menjelek-jelekkan sifat Rianty lagi.


Pelayan-pelayan di mansion nya, terutama bagian dapur juga menyukai Rianty, yang menurut mereka rendah hati.


Suaminya, pak Anggara juga sepertinya cukup menyukai Rianty, Rini tentu bisa mengerti isi hati sang suami, walaupun pak Anggara tidak bisa mengatakannya.


"Ah aku tidak mau perduli lagi apa yang akan dibicarakan orang lain di belakangku, yang penting hatiku bahagia bisa sering berkumpul dengan Aldi cucuku!", pikir Rini sesudah memutuskan untuk mengenalkan Rianty sebagai menantunya di pesta ulang tahun Aldi nanti.


...********...


"Jadi ibu bermaksud sekalian mengenalkan Rianty sebagai istri syah mu di pesta ulang tahun Aldi nanti. Karena itu ibu mau merayakannya dengan meriah dan mengundang banyak orang", sambung Rini lagi .


"Terimakasih ibu sudah mau menerima Rianty, Bu", sahut Gerald merasa senang dan menatap ke arah Rianty.


"Terimakasih Bu, sudah mau menerima ku", ujar Rianty juga dengan mata berkaca-kaca karena terharu.


Rini hanya mengangguk,


"Jadi nanti saat pesta ulang tahun Aldi, tampil lah lebih mewah jangan terlalu sederhana, bagaimanapun kamu harus mencerminkan istri seorang Presdir perusahaan besar", ujar Rini, setelah itu beranjak keluar dari ruang makan diikuti Lena.


Walaupun sudah bersedia menerima Rianty sebagai menantunya, tapi masih belum bisa mengurai suasana kaku antar Rini dan Rianty

__ADS_1


...********...


...**Pesta ulang tahun Aldi di Mansion Anggara**...


Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Pesta ulang tahun Aldi diadakan di taman Mansion Anggara yang luas itu.


Untung saja langit yang cerah mendukung pesta yang diadakan di ruang terbuka itu.


Pesta diadakan mulai jam 16.00, memang sengaja dipilih diadakan sore hari saat cuaca sudah tidak panas lagi.


Tampak Aldi yang tersenyum bahagia didampingi ayah ibunya yang berada di kanan kirinya.


Aldi tampak tampan dan menggemaskan dengan baju jas nya yang tanpa dasi itu.


Rianty juga terlihat cantik dengan baju warna putih dengan hiasan mutiara-mutiara dan rok nya yang agak mengembang, sehingga perutnya yang sudah agak besar tidak kelihatan.


Kalau Gerald tampak seperti biasanya, karena memang Gerald selalu berjas setiap dia ke perusahaan.


Baru kali ini Rianty memakai baju yang mewah, ditambah kalung yang juga sangat indah. Sampai kedua pegawainya Ayu dan Dita memandang tak berkedip saat melihat penampilan Rianty dari agak jauh.


"Astaga, ibu hari ini benar-benar seperti putri Cinderella, cantik sekali!", ujar Ayu kagum.


"Tapi kita berdua juga cantik lho dengan baju pemberian ibu. Kita juga kayak putri-putri di cerita dongeng. Siapa tahu di sini kita bisa ketemu pangeran kita. Ayo gunakan kesempatan sebaik-baiknya ta", ujar Ayu sedikit berbisik takut terdengar orang lain.


"Dasar kebanyakan drama, kebanyakan mimpi kamu yu!", omel Dita memukul bahu Ayu, dan pergi meninggalkan Dita.


"Lebih baik aku berkeliling melihat makanan-makanan yang tersedia", pikir Dita yang memang hobi masak itu.


...********...


Sekitar jam 16.30, baru mulai ramai tamu yang berdatangan, hal yang lumrah karena memang tradisi ngaret sudah merupakan hal yang biasa.


"Ayo, kamu gak usah berdiri terus, nanti kamu kecapaian", ujar Gerald menarik Rianty ke tempat yang ada tempat duduknya.


Rini hanya bisa menggelengkan kepala melihat Gerald yang super protektif pada Rianty yang sedang hamil. Akhirnya Rini yang menggantikan kedua orang itu, menemani Aldi.


Sedangkan Aldi juga tidak banyak protes, Aldi yang cerdas tahu ibunya sedang hamil, sehingga lebih banyak membutuhkan waktu istirahat dan tidak boleh kelelahan.

__ADS_1


"Gak pa pa mas, aku gak capek", ujar Rianty.


"Sudah kamu jangan banyak protes pokoknya nurut saja", ujar Gerald tegas, sambil menekan bahu Rianty agar duduk di kursi santai yang tersedia di taman.


Akhirnya Rianty hanya bisa menurut dan tersenyum, tidak protes lagi ke Gerald.


Tapi Rianty dikagetkan seorang wanita cantik yang tiba-tiba muncul,


"Saya pinjam suami mu sebentar ya nyonya Gerald", ujar perempuan cantik itu, sambil menarik tangan Gerald padahal Rianty belum sempat berkata apa-apa.


...********...


'Ngapain kamu menarik ku tiba-tiba Lucy? nanti malah bikin Rianty berpikiran yang tidak-tidak!", omel Gerald.


"Bagus lagi kalau dia cemburu, biar dendam ku terbalaskan", ujar Lucy tertawa.


"Memang kamu punya dendam apa sama aku?", tanya Gerald.


"Ku suruh kamu memperkenalkan istri mu sejak dulu gak mau kamu perkenalkan, kupikir istrimu seperti Monica lagi, membuat aku masih menunggumu. Tapi setelah hari ini melihat istrimu dan kelakuanmu, aku tahu aku sudah tidak ada harapan lagi. mau gak mau aku harus cari mangsa baru lagi.


Kamu sudah menghabiskan waktuku, tahu?", ujar Lucy memukul bahu Gerald.


Lucy memang perempuan modern yang sangat percaya diri, yang sama sekali tidak malu mengungkapkan isi hatinya secara terus terang.


"Dasar perempuan gila! menghabiskan waktuku saja!", omel Gerald langsung meninggalkan Lucy yang masih tertawa karena sudah berhasil membuat Gerald marah.


...********...


Rianty yang tadi sempat bingung, tidak sempat berpikir apa-apa ketika Devan menghampirinya.


"Bagaimana kabarmu Rianty?", tanya Devan yang memang sejak tadi memperhatikan Rianty dan Gerald.


Karena Angel diundang, akhirnya Devan ikut hadir juga menghadiri acara ulang tahun Aldi, bagaimanapun keluarga mereka masih ada hubungan bisnis.


"Baik mas Devan", sahut Rianty sedikit kaget, tidak menyangka kalau Devan akan menyapanya.


"Aku mewakili Monica minta maaf padamu atas tindakan yang sudah dilakukan nya pada mu", ujar Devan lagi.

__ADS_1


"Jangan diingat lagi kejadian itu mas, aku sudah mau melupakan nya dan tidak mau mengingatnya lagi", ujar Rianty yang memang trauma dengan kejadian itu.


Bersambung.......


__ADS_2