Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Rianty mulai menyukai Gerald


__ADS_3

Rianty akhirnya memutuskan dia tidak ke toko roti, karena dia merasa tidak enak. Ini adalah hari kedua dia berada di mansion Anggara, dan tadi Gerald berpesan agar dia memakai sopir keluarga Anggara, tentu dia merasa sungkan.


Sedangkan motornya masih berada di tokonya, lagipula kalau dia tidak menuruti Gerald, dia khawatir nanti malah menjadi masalah, jadi dia memilih jalan aman, lebih baik dia tidak berangkat ke toko rotinya hari ini.


"Gerald sepertinya saat ini sedang menyukai aku. Entah bisa bertahan berapa lama? Sepertinya Gerald sangat memperhatikanku.


Aku sebaiknya menjaga situasi aman, jangan sampai kehadiranku membuat ibu Gerald ataupun asistennya ribut dengan Gerald", pikir Rianty dalam hati.


Karena Rianty ingat Lena pernah berkata padanya kalau dia membutuhkan bantuan pelayan di keluarga Anggara, dia harus melalui ijin Lena dulu.


Sedangkan kalau dia naik transportasi online, dia khawatir nanti malah menjadi pertanyaan Gerald, kalau sampai ketahuan Gerald.


Sesudah memutuskan tidak ke toko rotinya Rianty langsung melakukan video call dengan Dita.


"Halo pagi Bu, ada apa Bu?", jangan khawatir, semuanya sudah beres", ujar Dita langsung, padahal Rianty belum sempat berkata apa-apa.


Lalu Dita juga langsung memperlihatkan rak-rak tempat jualan yang sudah tersusun roti.


"Iya, ibu percaya dengan pekerjaan kalian, ibu hanya ingin memberitahu kalau hari ini ibu tidak bisa datang ke toko ya. Ibu usahakan besok datang", ujar Rianty tersenyum melihat tingkah karyawannya yang memperlihatkan hasil kerjanya di video call.


"Aldi dimana Bu? Koq gak kelihatan Bu?", tanya Dita.


"Oo Aldi lagi bawa kakeknya jemuran di taman".


Sebenar nya Rianty ingin ikut, tapi karena ibunya Gerald juga ikut, Rianty akhirnya memutuskan tidak ikut, dengan alasan hendak merapikan barang-barang nya, dan seperti biasa Lena yang mewakili langsung menyahut sinis,


"Memang kamu bawa barang sebanyak apa sampai tidak habis-habis dirapikan? Kamu kan tinggal tunggu Tuan Gerald membawamu shopping!"


Mendengar perkataan Lena sebetulnya Rianty sempat merasa sakit hati juga, sepertinya Lena menghina dia menikahi Gerald karena menginginkan hidup mewah.


Tapi Rianty berusaha sabar dan tidak memperdulikan perkataan Lena yang selalu sinis itu.


Untung saja kali ini ibu Gerald yang sedang ingin melakukan pendekatan dengan Aldi, langsung setuju dengan keinginan Rianty.


"Biarkan saja Lena, kan kemaren Rianty sampainya sudah sore, mungkin belum sempat merapikan!aku kan juga bisa membawa Aldi keliling", ujar Rini merasa senang, karena dia berpikir bila tidak ada Rianty, dia bisa lebih dekat dengan cucunya itu.


...********...


"Wah berarti ibu cuman berdua sama si sultan dong!", ujar Dita menggoda Rianty, membuat Rianty tersadar dari lamunannya.


Belum sempat Rianty menjawab, Ayu yang dari tadi cuman mendengarkan langsung ikutan.


"Wah si sultan kemaren malam masih belum cukup ya? jadi ibu gak boleh kerja, hehehe", ujar Ayu yang terkekeh dengan pikiran mesumnya.

__ADS_1


"Hush, sembarangan kamu! Tuan Aldo pagi-pagi sudah berangkat ke kantor. Dasar omes kamu ", omel Rianty agak malu, teringat sikap mesra Gerald padanya tadi pagi.


"Iya nih Bu, harusnya Ayu ini cepat dinikahkan saja", sahut Dita mengejek temannya itu.


Rianty hanya tersenyum melihat tingkah laku ke dua karyawannya itu.


...********...


Setelah menutup video call dengan Dita dan Ayu, tiba-tiba Rianty merasa kesepian.


Rianty menjadi kebingungan sendiri, apa yang mau dia lakukan, padahal biasanya jam-jam begini dia sedang sibuk dengan tokonya.


Sedangkan barang-barangnya sudah dia rapikan semua juga.


Sedang Rianty kebingungan mau melakukan apa, tiba-tiba saja handphonenya mendapat panggilan masuk.


Tanpa melihat panggilan dari siapa, Rianty langsung menerima panggilan itu, karena dia mengira Dita yang menelpon hendak menanyakan sesuatu.


"Kamu sudah di toko rotimu?", terdengar suara Gerald bertanya, sesudah Rianty mengucapkan


"halo".


Rianty yang tidak menyangka Gerald akan menelponnya sempat terdiam beberapa saat sebelum menjawab.


"Kenapa?"


"Hari ini aku mau menemani Aldi saja di rumah", sahut Rianty memberikan alasan.


"Mas Aldo ada apa menelponku?"


"Tadinya aku berpikir sore akan menjemputmu pulang, ya udah kalau kamu di rumah, jadi nanti aku langsung pulang saja", sahut Gerald.


"Terimakasih mas Aldo"


"Kamu jangan suka merasa sungkan pada suamimu sendiri", ujar Gerald sesudah itu langsung mematikan hubungan telponnya.


"Apakah mas Aldo marah padaku. Aku kan hanya bersikap sopan saja pada mas Aldo, kenapa harus marah?


Sungguh sulit menduga isi hati orang-orang seperti mereka.


Saat hatinya sedang senang, mas Aldo akan baik sekali, tapi dalam sekejap saja sudah berubah.


Jangan-jangan begitu juga dengan perasaan cintanya, saat dia suka dia akan baik, tapi begitu bosan mungkin akan langsung dibuang",

__ADS_1


karena tidak mengerjakan apapun, akhirnya Rianty menjadi melamun dan berpikir yang tidak-tidak.


Bahkan Rianty menjadi terbayang Gerald yang begitu romantis dan bersikap mesra padanya.


Entah mengapa sikap Gerald yang begitu memperhatikannya sangat mempengaruhi perasaannya, bahkan kadang Rianty harus mengakui kalau dia merasa senang dengan perhatian Gerald padanya.


"Jangan-jangan aku sudah menyukai mas Aldo!


Ah.. daripada aku tidak ada kegiatan dan berpikir yang tidak-tidak, sebaiknya aku ke dapur saja. Siapa tahu ada yang bisa aku kerjakan", putus Rianty segera beranjak keluar dari kamar Aldi dan turun ke bawah.


...********...


Gerald langsung memutuskan sambungan panggilannya dengan Rianty, ketika melihat sekretaris Kim masuk bersama Lucy.


Tapi sekretaris Kim hanya sekedar mengantar Lucy saja ke ruangan Gerald, setelah itu sekretaris Kim sudah keluar lagi.


"Mengapa kamu datang ke kantor ku, bukan bertemu langsung saja di Restoran Greenpalace saja?", tanya Gerald, karena mereka berencana mengundang Tuan Richard untuk makan di Restoran yang terkenal dengan masakan Indonesia dan steak nya itu.


"Wah sombong ya kamu Gerald, mentang-mentang sudah punya dua istri!", ujar Lucy menyindir.


Lucy memang perempuan modern yang suka berbicara langsung tanpa saringan.


Karena Lucy cantik, pinter dan kaya akhirnya dia tumbuh menjadi perempuan karier yang sangat percaya diri.


Waktu dia menyukai Gerald juga dia menunjukkan rasa sukanya terang-terangan, hanya saja Gerald tidak pernah membalasnya, karena


Gerald hanya menganggap Lucy sebatas teman bisnis dan hanya sebatas kagum saja pada kehebatan Lucy dalam berbisnis.


Kebetulan juga perusahaan Gerald banyak yang bekerjasama dengan perusahaan Takahashi, perusahaan ayah Lucy.


"Memang aku harus buat laporan ke kamu?", sahut Gerald ketus, Gerald memang kurang suka orang lain mengurus masalah pribadinya.


"Kapan-kapan boleh gak aku kenalan dengan istrimu, aku penasaran perempuan mana yang sudah membuat kamu menikah sampai dua kali? Padahal dulu kan kamu paling anti sama perempuan, dengan Monica saja paling gara-gara dijodohin ibumu itu", ujar Lucy penasaran.


"Tidak perlu! dia bukan berasal dari kalangan kita, kamu tidak akan mengenalnya!", ujar Gerald mulai kesal.


"Aku tahu itu. Justru itu aku pengen mengenalnya!", sahut Lucy yang masih ngotot dengan keinginannya.


"Kamu sebenarnya mau bicara masalah bisnis atau bukan? Kalau kamu masih mau bicara masalah pribadi, aku tidak bisa melayanimu lagi!", ujar Gerald tegas dan kali ini tidak bisa ditawar lagi.


"Aneh! Aku dan Rianty menikah hanya membuat surat nikah saja dan tidak dirayakan, sudah begitu Lucy pun masih bisa tahu! yang membuat gosip benar-benar hebat!", gerutu Gerald dalam hati.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2