
"Devan, aku akan melepaskan Monica. Aku minta kamu menjaga baik-baik adikmu agar tidak mencelakai Rianty lagi!", ujar Gerald yang siang itu berada di kantor Devan.
"Nanti kau jemput dia di rumah sakit, dan minta dia tanda tangani surat cerai kami!", ujar Gerald sambil menyerahkan kertas gugatan cerainya ke Devan.
"Baiklah. Aku akan menjaga Monica agar tidak mencelakai Rianty lagi, aku akan membayar orang 24 jam untuk mengawasinya.
Terimakasih kamu sudah mau memaafkan Monica", ujar Devan kali ini mengalah, karena dia sudah tahu semua kesalahan dimulai dari Monica sendiri.
"Aku tidak pernah memaafkan nya", ujar Gerald dingin.
"Tapi kau akhirnya melepaskan nya?", ujar Devan bingung.
Sebetulnya Devan cukup mengenal Gerald, karena itu dia juga merasa heran akhirnya Gerald mau melepaskan Monica.
"Kalau kau mau tahu sebabnya, tanya saja pada ibu mu itu!", ujar Gerald.
"Itu saja tujuan kedatangan ku Devan", ujar Gerald sesudah itu beranjak meninggalkan kantor Devan.
"Apa yang sudah dilakukan ibu sehingga Gerald melepaskan Monica? Tapi syukurlah akhirnya Monica tidak jadi dibawa ke tahanan", pikir Devan dalam hati, sambil menatap kepergian Gerald, walau bagaimanapun Monica tetap adiknya.
...********...
Gerald tadi langsung menuju ke tempat Devan sesudah ibunya kembali ke Mansion, karena Gerald sudah mengiyakan melepaskan Monica pada ibunya.
Gerald juga ingin urusan perceraian nya segera selesai, dan tidak memiliki hubungan apapun dengan Monica lagi, agar dia bisa hidup berbahagia dengan Rianty dan memenuhi janjinya pada Aldi.
Saat berangkat ke kantor Devan, Rianty yang minta ikut, tidak diperbolehkan oleh Gerald, Gerald tidak suka kalau Rianty bertemu Devan lagi.
"Mas, aku di sini mau ngapain? Gak ada mas sepi. Boleh ya aku ikut? rajuk Rianty.
"Jangan Rianty, mas akan segera kembali, tidak memakan waktu yang lama, dekat koq!" hibur Gerald.
"Di bawah meja situ ada majalah, kalau suntuk bisa kamu baca", sambung Gerald lagi.
"Tapi tetap saja gak enak, di ruangan asing, sendirian lagi. Boleh ya mas", rayu Rianty sambil memeluk lengan Gerald.
"Sudah pokoknya kamu tunggu mas saja di sini, mas segera kembali. siapa bilang ini ruangan asing, ini kan ruang kerja suami mu!", ujar Gerald menegaskan, kemudian mengecup dahi Rianty sekilas dan segera beranjak keluar dari ruangan nya meninggalkan Rianty.
"Hfff, kalau aku gak cepat-cepat pergi, bisa kena rayuan nya lagi", pikir Gerald dalam hati.
Tapi Gerald sempat melihat Rianty yang menghentakkan kakinya kesal dan cemberut saat ditinggalkan.
Gerald hanya bisa tersenyum saja, "Sepertinya Rianty menjadi mudah marah dan manja sejak hamil, nanti saat pulang saja baru aku urus", putus Gerald dalam hati.
...********...
__ADS_1
Benar saja, begitu Gerald kembali ke kantor, Rianty sama sekali tidak mau menyapa Gerald dan duduk di ujung sofa berlagak seru melihat majalah.
Gerald malah memanfaatkan kesempatan itu untuk melihat file yang di atas mejanya dan menandatangani file yang perlu ditanda tangani dulu.
"Sebaiknya aku selesaikan pekerjaanku dulu, sebelum mengurus Rianty yang ngambek. Paling sebentar lagi si Kim sudah balik dari luar dan bakal menagih file-file ini", pikir Gerald kemudian dengan serius memperhatikan file-file tersebut.
"Ah mas Aldo kalau lagi serius kerja tambah ganteng saja ", pikir Rianty yang diam-diam mengintip Gerald dari balik majalahnya, karena merasa dicuekin Gerald.
Tadinya Rianty yang kesal malah jadi mengagumi Gerald tanpa sadar, padahal kalau dulu melihat wajah Gerald serius seperti itu, Rianty akan takut karena cerita paman nya itu.
Akhirnya Rianty tersenyum sendiri teringat saat pertama dia bertemu Gerald setelah kejadian 7 tahun yang lalu itu. Rianty sungguh tidak menyangka akhirnya dia akan mencintai Gerald dan Gerald juga mencintainya. Padahal awalnya dia takut pada Gerald dan selalu berprasangka buruk pada Gerald.
...********...
"Koq senyum-senyum sendiri? lagi mikirin mas ya?", tanya Gerald menggoda, yang akhirnya membuat Rianty sadar dari lamunan nya.
"Huh, masih ingat ya kalau aku di sini, kukira mas Aldo sudah lupa dengan keberadaan ku", sahut Rianty membuang muka, merasa kesal karena dari tadi dicuekin.
"Ayo ke sini, bantuin mas lepasin dasi, mas merasa gerah!", ujar Gerald yang sudah mulai mengenal sifat Rianty, Rianty tidak pernah menolak kalau diminta bantuannya.
Benar saja tebakan Gerald, Rianty bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Gerald, walaupun sambil mengomel
"Memang gak bisa lepasin sendiri?"
Begitu sampai di depan Gerald, Rianty membungkukkan badan nya sedikit untuk melepaskan dasi Gerald, sedangkan Gerald merasa senang karena dia bisa melihat wajah Rianty yang cantik dari dekat.
Gerald segara mendekatkan wajahnya pada Rianty, dan kedua tangannya langsung memegang kedua bahu Rianty, sedangkan Gerald masih dalam keadaan duduk. kemudian Gerald langsung mendaratkan ciumannya pada bibir Rianty.
Rianty yang tidak menyangka akan mendapat serangan dari Gerald menjadi bingung dan sama sekali tidak melawan, bahkan Rianty sepertinya menikmati ciuman, hisapan dan gigitan Gerald pada bibirnya.
...********...
Sayangnya kemesraan kedua suami istri yang sedang dimabuk cinta itu langsung terhenti, ketika ada seseorang melangkah ke dalam ruangan itu.
Tampak sekretaris Kim berdiri canggung, bingung akan melakukan apa.
"Aduh tuan Gerald bermesraan koq tidak pada tempatnya, aku jadi serba salah!, mau keluar lagi gak mungkin, soalnya sudah ketangkap basah".
Rianty langsung tersipu malu, menundukkan kepalanya dan berdiri di belakang kursi Gerald, andaikata bisa, mungkin Rianty sudah bersembunyi di belakang kursi Gerald.
Sedangkan Gerald mukanya datar saja dan sama sekali tidak merasa bersalah sudah mencemari mata sekretarisnya yang belum pernah berpacaran itu.
"Ini file nya sudah kubaca dan kutanda tangani semua!", ujar Gerald sambil memberikan file-file itu kepada sekretaris Kim.
"Baik tuan!", ujar sekretaris Kim cepat, karena sekretaris Kim ingin segera keluar dari ruangan itu agar Gerald bisa melanjutkan acaranya lagi.
__ADS_1
"Lain kali kalau masuk ketuk pintu dulu!", tegur Gerald
'Huh, dulu kalau aku masuk dan ketuk pintu dulu, tuan muda bilang berisik, lain kali langsung masuk saja. Ternyata jatuh cinta bisa membuat orang hilang ingatan!", gerutu sekretaris Kim dalam hati, tapi yang keluar dari mulutnya berbeda.
"Baik tuan", sahut sekretaris Kim segera beranjak ke luar dari dari ruangan Gerald.
...********...
Begitu bayangan sekretaris Kim tidak kelihatan lagi, Rianty langsung mencubit lengan Gerald.
"Tuh kan mas nakal sih! sungguh memalukan sampai kelihatan sekretaris Kim", omel Rianty yang tidak puas mencubit sekali saja, kembali mencubit Gerald lagi
"Tapi kamu suka kan sayangku?", ujar Gerald menggoda Rianty dan menangkap tangan Rianty yang mencubitnya
"Ih kepedean!" omel Rianty.
"Ayo duduk sini!", ujar Gerald menepuk pahanya.
"Gak mau, kita di kantor , bukan di rumah, nanti ada yang tangkap basah lagi bagaimana?", tanya Rianty ragu karena dia juga tergoda untuk bermanja-manja pada Gerald.
"Kan ini kantornya Mas, suka-suka dong mau ngapain. Lagipula selain sekretaris Kim, setiap orang yang masuk ke sini pasti mengetuk pintu dulu", ujar Gerald tersenyum melihat keraguan Rianty.
Rianty akhirnya terpancing dan duduk di pangkuan Gerald. Rasa marahnya pada Gerald karena ditinggal sendirian di kantor sudah hilang semua, seperti biasa Gerald memeluk pinggang Rianty, dan meletakkan dagunya di bahu Rianty,
"Ayo mas ajak kamu lihat tempat kerja mas!", bisik Gerald di telinga Rianty, sambil menyalakan komputernya.
...********...
Selesai melihat semua ruangan di kantor Gerald melalui CCTV, Rianty sungguh tidak bisa menahan perasaan hatinya lagi. Tiba-tiba Rianty mengubah posisi duduknya dan melingkarkan kedua tangan nya pada leher Gerald.
"Mas Aldo kamu sangat baik padaku. Aku mencintaimu, jangan pernah meninggalkanku dan Aldi ya", ujar Rianty menyatakan perasaan nya, dan kali ini berinisiatif mengecup bibir Gerald.
Gerald tentu merasa senang dengan pernyataan dari Rianty dan langsung membalas kecupan Rianty lebih dalam lagi.
"Ternyata di tempat kerja pun aku bisa Honeymoon", pikir Gerald dalam hati merasa senang.
"Tapi sungguh berat menjalankan aturan dari dokter Mira yang hanya memberikan jatah tiga kali seminggu!", sesal Gerald dalam hati, yang saat ini merasa hidupnya penuh madu.
Bersambung........
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Author ucapkan terimakasih atas dukungan Like, Comment, hadiah dan Vote dari pembaca semua....
...Maaf kalau ada komentar yang terlewatkan dan tidak dibalas....
__ADS_1
...Love you All...
...❤️❤️❤️...