Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
pernyataan cinta


__ADS_3

Devan terdiam dan termenung mendengar perkataan Gerald.


"Pantas saja aku merasa waktu di pesta ulang tahun ibu, Gerald belum mengenal Rianty, tetapi mengapa mendadak mereka mempunyai Aldi yang sudah berumur 7 tahun. Ternyata hari ini aku tahu sebabnya", pikir Devan dalam hati, akhirnya dia mendapatkan jawaban dari rasa penasaran nya itu.


"Tapi tolonglah kali ini kamu lepaskan Monica, kami akan menghukumnya kalau memang benar dia sudah berlaku tidak benar, setidaknya jangan sampai tercium awak media. Nama keluarga kita akan menjadi taruhannya!", ujar Devan mencoba mempengaruhi Gerald.


"Kamu bisa berkata dengan mudah, agar aku bisa memaafkan Monica.


Tapi dia sudah mencoba menghilangkan nyawa orang yang aku cintai. Sampai sekarang saja aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi andaikata sekretaris Kim tidak datang tepat waktu! Aku tidak bisa kehilangan Rianty. Bagaimana kalau orang yang kau sayangi mau dicelakakan orang? Apa yang akan kau lakukan? Pasti kau juga akan mengamankan orang itu juga kan?", tanya balik


Gerald


Mendengar pertanyaan itu, Devan terdiam dan berpikir kembali bagaimana cara yang harus dia gunakan untuk merubah keputusan Gerald.


Sedangkan Rianty kali ini merasa hatinya berbunga-bunga mendengar Gerald berkata mencintainya, karena selama ini Gerald tidak pernah menyatakan langsung padanya.


Rianty merasa beban di hatinya sebagian menghilang begitu mendengar ucapan Gerald.


"Walaupun aku pernah menebak mas Aldo mencintaiku, tapi mendengar secara langsung benar membuatku bahagia. Kali ini aku harus lebih berjuang lagi untuk mendapatkan restu dari ibu mas Aldo. Aku tidak boleh mengecewakan mas Aldo lagi, aku juga harus mencintainya dengan tulus, Mas Aldo juga sudah banyak berkorban demi aku", janji Rianty dalam hati, sambil menatap ke arah pria yang dia cintai dengan mata berkaca-kaca, karena terharu.


...********...


"Tapi kata Monica dia melakukan itu tanpa sadar, tidak ada niat untuk membunuh Rianty. Dia melakukannya karena merasa panas pada perkataan Rianty kepadanya", ujar Devan lagi.


Sebenarnya Devan sudah mulai ragu degan pernyataan Monica yang lebih banyak bohongnya, tapi mau tidak mau dia harus mencoba sebagai langkah terakhir untuk membujuk Gerald agar melepaskan Monica.


"Ternyata Monica membohongimu lagi Devan! Kamu bisa lihat buktinya nanti di bagian rekaman. Semua ruangan di rumah sakit ini ada CCTV. Monica murni ingin menghilangkan nyawa Rianty!", ujar Gerald kali ini tidak bisa dibantah lagi.


Devan kali ini benar-benar kehabisan akal, Devan dalam hati yakin dengan perkataan Gerald, walaupun tidak menutup kemungkinan dia tetap ingin melihat hasil rekaman CCTV itu untuk memastikan.


Devan benar-benar kecewa dengan kenyataan yang dia terima, ternyata Monica adiknya penuh dengan kebohongan dan kelicikan.


Devan tidak pernah menyangka kalau adiknya yang paling mereka banggakan dalam keluarga selama ini, yang terlihat sempurna, cantik, pintar, anggun dan terpelajar ternyata memiliki sifat yang tidak terpuji.


"Ternyata sampai kapan pun aku tidak pernah bisa mengerti hati seorang wanita. Bahkan itu hati adik ku sendiri", pikir Devan dengan hati sedih dan kecewa.


"Tapi bagaimanapun aku harus tetap mengeluarkan Monica", pikir Devan yang akhirnya tatapan nya berhenti pada Rianty.

__ADS_1


"Lebih baik aku mencoba memohon pada Rianty daripada Gerald yang keras kepala itu!", pikir Devan dalam hati.


...********...


Memang sebuah nama sangat penting buat keluarga terpandang seperti keluarga Anderson dan Anggara.


Devan mengupayakan segala cara agar bisa melepaskan Monica, karena tidak mau memalukan nama keluarga mereka.


Tapi berbeda dengan Gerald yang saat ini bagi dia Rianty lebih penting dari segalanya bagi dia.


"Rianty, memandang persahabatan kita dulu, dan persahabatan antara Aldi dan Angel, aku mohon untuk kali ini maafkanlah Monica.


Aku berjanji akan mengawasinya agar Monica tidak bisa mencelakakan kamu lagi", ujar Devan dengan memohon, dan kali ini dia terpaksa membuang rasa malunya untuk memohon pada seorang wanita.


Rianty yang tidak menyangka Devan yang tiba-tiba memohon padanya, tentu saja kaget, dan mengalihkan pandangan nya pada Devan.


"Aku..??" Rianty benar-benar kebingungan untuk berpikir dan menjawab.


"Saya mohon Rianty, hanya untuk kali ini saja kau maafkan Monica. Saya berjanji kejadian itu tak akan terulang lagi, kami akan membatasi gerak Monica. Kalau terjadi lagi aku pasti akan bertanggung jawab!", ujar Devan.


Bagaimanapun juga Gerald tahu kalau dulu Devan pernah menyukai Rianty dan merasa cemburu.


Mendengar perkataan Gerald, Rianty langsung menunduk dan tidak berani melihat ke Devan lagi.


Rianty benar-benar merasa serba salah.


Kalau menuruti kata hatinya sebenarnya dia ingin mengabulkan permintaan Devan, bagaimana juga Devan juga baik padanya dulu.


Tapi Rianty juga tidak mungkin melawan kehendak Gerald, Rianty juga khawatir kalau Gerald menjadi salah paham


"Aku harus membujuk mas Aldo pelan-pelan, tidak boleh langsung, nanti mas Aldo malah salah paham. Memang benar kata Devan, setidaknya mereka harus menjaga nama keluarga mereka. Apalagi ibu mas Aldo yang sangat mementingkan hal itu, kalau sampai berita ini tersebar tentu ibu mas Aldo akan semakin membenciku!", pikir Rianty dalam hati, dan mulai menyusun rencana bagaimana agar Gerald tidak jadi menuntut Monica.


"Mas Devan beri kami waktu untuk memikirkan nya", ujar Rianty akhirnya.


"Tidak perlu dipikirkan! keputusanku tidak akan kuubah!", ujar Gerald semakin kesal.


"Baiklah aku pegang janjimu Rianty, semoga aku mendapat kabar baik", ujar Devan menebalkan muka dan tidak memperdulikan Gerald yang menatap tajam ke arahnya, dan beranjak pergi dari ruangan itu

__ADS_1


"Semoga kali ini penilaian ku pada wanita tidak salah lagi!", pikir Devan dalam hati berharap, karena dulu Devan menilai Rianty adalah gadis yang baik hati dan pengertian, hingga membuat dia menyukai Rianty.


Dan Devan bisa melihat Gerald yang begitu menyayangi Rianty, kalau sudah seperti itu tentu tidak sulit buat Rianty memohon pada Gerald, pikir Devan menenangkan hatinya.


...********...


"Kamu jangan harap aku merubah keputusanku Rianty, kamu tidak perlu mencoba membantu Devan!" ujar Gerald marah dan cemburu, begitu Devan meninggalkan ruangan Rianty.


"Aku bukan nya membantu mas Devan, aku hanya ingin semua masalah bisa selesai dengan baik, tidak merugikan kedua belah pihak!", sahut Rianty mencoba memberi pengertian pada Gerald


"Tapi dia sudah mencoba melenyapkan mu! Aku tidak bisa terima, pasti akan diulangi lagi! Kamu jangan protes lagi, pokoknya aku tetap ingin Monica di penjara!", tegas Gerald marah.


"Mas Aldo jangan marah, aku kan hanya memberikan masukan. Ayo mas santai dulu, duduk dekat aku, jangan marah-marah nanti cepat tua", ujar Rianty mengelus tangan Gerald, ketika Gerald sudah duduk disampingnya.


Entah belajar dari mana dia merayu seorang pria.


"Hati-hati infus mu lepas!", omel Gerald.


"Makanya mas Aldo jangan jauh-jauh", rayu Rianty lagi, langsung memeluk lengan kanan Aldo dengan kedua tangan nya dan menyenderkan kepalanya ke lengan Aldo.


Untung saja Lena tidak melihat adegan itu, Lena tentu akan pusing dan menganggap Rianty perempuan penggoda yang ahli, jika melihat adegan itu.


Bersambung........


...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...Jangan lupa tekan like nyaπŸ‘ ya, pembaca kesayanganku...


...kalau perlu ditambah komentarπŸ’¬....


...Ditambahkan Vote🎫 dan hadiah🌹 tentu membuat author tambah semangat lagi, apalagi kalau hadiahnya secangkir kopi🍡, bisa buat bergadang nih.πŸ€—πŸ€—πŸ€—...


...Terimakasih atas dukungan pembacakuπŸ™πŸ™πŸ™...


...Love you All...


...😘πŸ₯°πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2