
Pagi ini Gerald duduk diam di ruangannya, padahal banyak file di atas meja yang harus dia periksa.
Gerald terlihat melamun, semua file di mejanya tidak ada satu pun yang di sentuh.
"Selamat pagi tuan, dokumen-dokumennya sudah diperiksa ulang dan tanda tangan belum?", tanya sekretaris Kim begitu masuk ke ruangan Gerald.
Memang biasanya dokumen-dokumen itu sudah disortir sekretaris Kim dulu, jadi sebenarnya Gerald hanya memeriksa ulang.dan tanda tangan saja, jadi tidak memerlukan waktu lama lagi.
"Belum sempat, nanti kalau sudah kuberitahu!"
Jawaban Gerald tentu membuat sekretaris Kim kaget, karena biasanya Gerald selalu cepat.
"Tuanku ini tumben banget, padahal dari sejam yang lalu dia sudah datang, koq belum sempat. Tidak melakukan apa-apa koq gak sempat?", pikir sekretaris dalam hati.
"Apakah Tuan ada masalah yang bisa saya bantu?", tanya sekretaris Kim akhirnya, karena kali ini dia merasa tuannya sedang mengalami masalah, dan tidak seperti biasanya.
"Ah.. aku pusing sama ibuku. Kemaren dia sudah bertemu Aldi, dan berkata akan mengambilnya dari Rianty!", ujar Gerald.
"Tapi kan tuan juga mau mengambil Aldi bukan? Biarkan saja ibu Tuan yang mengurusnya, jadi Tuan tidak perlu bertemu nona Rianty, dan tidak perlu merasa tidak tega", sahut sekretaris Kim memberi pendapat.
"Siapa bilang? aku kan sudah bilang mau ambil ibu dan anak. Kalau ibuku hanya mau ambil Aldi, dan nanti Aldi akan dirawat oleh Monica. Menurutmu perempuan seperti Monica bisa gak merawat anak? Aku meragukan itu. Lagipula Aldi begitu dekat dengan ibunya! Aku tidak tega memisahkan mereka!", sahut Gerald memberikan alasannya.
"Bukankah biasanya tuan kalau menginginkan sesuatu, kalau tidak bisa mendapatkannya secara baik-baik, Tuan akan dengan cara memaksa. Mengapa kali ini harus merasa tidak tega? Yang penting tuan mendapatkan Aldi yang tuan inginkan. Mau lewat tangan siapa saja gak masalah, dan tuan tidak harus merasa bersalah pada nona Rianty, jika yang merebutnya adalah ibu Tuan, bukan tuan sendiri", ujar sekretaris Kim memberikan pendapatnya dan mengingatkan kebiasaan Gerald.
Bagaimana juga sekretaris Kim masih mencurigai Rianty, dan sebenarnya dia
kurang setuju dengan Gerald yang menginginkan Rianty.
Menurut sekretaris Kim, Rianty bisa menyebabkan Gerald bermasalah, kalau sampai menikah dengan Gerald.
Tidak usah jauh-jauh, sekarang saja Gerald tidak memeriksa dokumennya sama sekali karena memikirkan masalah Rianty. Padahal biasa Gerald tidak pernah menunda-nunda dalam menyelesaikan pekerjaan.
Mendengar perkataan sekretaris nya, Gerald terdiam. Sebenarmya yang jadi masalah adalah Rianty menolaknya, dan Gerald tidak mungkin menceritakan pada sekretarisnya kalau dia sudah ditolak Rianty, karena Gerald yakin dia akan ditertawakan sekretarisnya itu.
__ADS_1
...********...
Rianty pagi-pagi sudah menyelesaikan persiapan buka tokonya. Roti-rotinya sudah selesai dibuat, dan Rianty hari ini membuat tidak terlalu banyak, karena belum terlalu pulih.
Sesudah Ayu dan Dita sampai di toko, Rianty langsung bersiap mengantar Aldi ke sekolah. Tapi kali ini Rianty menggunakan transportasi online, karena motornya masih berada di bengkel karena tabrakan hari itu, lagipula tubuhnya belum terlalu pulih.
"Ibu hari ini pulangnya agak siangan ya Dit, karena ada urusan", ujar Rianty memberitahu pegawainya
"Baik Bu", sahut Dita dan Ayu kompak.
Sepanjang perjalanan Rianty lebih banyak diam, untungnya Aldi juga lagi tidak banyak bertanya hari ini, Aldi lebih banyak memandang ke luar jalan melihat pemandangan.
Rianty sudah membulatkan hatinya untuk pergi ke Anggara grup setelah mengantar Aldi ke sekolah, untuk menerima permintaan Gerald, menikah dengan Gerald. Dia sudah tidak perduli walaupun hanya menjadi istri kedua, yang penting baginya tidak ada lagi yang bisa mengambil Aldi darinya.
...********...
Walaupun Gerald tidak membantah perkataan sekretarisnya itu, tapi sebenarnya Gerald masih berpikir terus bagaimana agar Rianty bersedia menikah dengannya. Dia harus cepat, sebelum ibunya bergerak.
Tapi kekhawatiran Gerald tidak berlangsung lama, ketika Gerald diberitahu oleh resepsionis kalau Rianty datang mencarinya.
"Sekretaris Kim memang benar, siapa yang berani menolakku", gumam Gerald tersenyum puas, kali ini dia yakin Rianty sudah akan menerima permintaannya, kalau tidak tak mungkin Rianty sampai datang ke kantor mencarinya.
Gerald duduk santai di bangku kebesarannya, menunggu Rianty di ruangannya.
"Ada hal penting apa kamu sampai mencariku ke perusahaan ku, Rianty?", tanya Gerald, ketika Rianty sudah diantar ke ruangannya dan duduk di hadapannya Padahal di sudah menduga untuk apa Rianty datang.
Sebenarnya Rianty malu untuk mengatakan keinginannya, Lidahnya terasa kelu seketika.Baru kali ini dia menyesal terlahir dari keluarga tidak mampu, tidak berdaya menghadapi orang-orang seperti Gerald, hanya bisa merendahkan diri.
"Aku..aku..apakah tawaranmu kemaren masih berlaku tuan Aldo?", tanya Rianty akhirnya, setelah menemukan kalimat yang tepat padahal sebelumnya sempat tergagap.
"Aku tidak pernah bermain-main dengan perkataan ku", sahut Gerald tegas.
"Tapi bolehkah aku mengajukan satu permintaan tuan Aldo?", tanya Rianty.
__ADS_1
"Katakanlah!", ujar Gerald .
"Tuan harus berjanji membantuku bila ada yang mau memisahkan Al dengan aku, tuan Aldo", sahut Rianty.
"Kalau statusmu istriku, tidak ada yang berani menyentuhmu. Tidak usah kau katakan pun aku akan melindungimu, aku adalah orang yang selalu melindungi apa yang menjadi milikku!", sahut Gerald tegas.
Akhirnya Rianty menatap Gerald, baru kali ini dia berani menatap ke Gerald,
"Saya bersedia menjadi istri tuan dan saya berjanji akan berusaha melayani tuan dengan baik", ujar Rianty akhirnya.
"Kamu sudah sembuh? mengapa kamu pergi-pergi?, kamu kesini naik apa?", tanya Gerald yang tiba-tiba teringat Rianty baru keluar dari rumah sakit.
"Motor saya masih di bengkel tuan Aldo, jadi saya naik transportasi online ke sini Tuan Aldo!", jawab.
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang!"
"Tidak usah tuan, nanti akan mengganggu pekerjaan tuan Aldo, saya bisa pulang sendiri".
"Sudah! kamu jangan membantah, tunggu sebentar",. ujar Gerald kali ini tidak bisa ditawar lagi.
Belum sempat mereka pergi keluar dari ruangan, terdengar pintu ruangan Gerald diketuk sebentar, setelah itu langsung masuk kedua wanita yang membuat Rianty tertegun seketika.
Tampak ibu Gerald dan Monica melangkah masuk ruangan, ternyata bukan Rianty saja yang kaget, ibu Gerald juga kaget karena tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Rianty dalam ruangan Gerald, tentu saja ibu Gerald langsung berprasangka jelek terhadap Rianty.
Ibu Gerald juga merasa tidak enak terhadap Monica, sedangkan Monica menatap tajam dan benci ke Rianty.
Melihat keadaan itu ibu Gerald langsung menegur Rianty,
"Untuk apa kamu ke sini, kamu mau menggoda anakku ya?
Rianty terdiam dan tidak bisa menjawab, bagaimanapun hati nya merasa bersalah, karena Gerald sudah mempunyai istri.
"Untuk apa menggodaku, sebentar lagi Rianty akan menjadi istriku!", akhirnya malah Gerald yang mewakili Rianty menjawab.
__ADS_1
Tentu saja jawaban Gerald membuat ibunya dan Monica kaget!
Bersambung........