
"Tadi pagi saat ke kantor, aku bertemu Patrick di depan gerbang kita. Sepertinya Patrick masih mempunyai perasaan padamu, mengapa kamu tidak mencoba membuka hatimu untuk Patrick. Harusnya tidak sulit, apalagi kamu pernah memiliki hubungan dengan nya?", tanya Devan pada Monica yang sedang duduk di ayunan taman Mansion mereka.
Saat pulang dari kantor dan melewati taman Mansion mereka, Devan melihat Monica yang sedang termenung, menatap kedepan dengan hampa, Devan langsung merasa kasihan pada adiknya itu.
Devan langsung teringat kalau tadi pagi dia melihat Patrick yg memandang ke Mansion mereka, Devan merasa kalau Patrick masih memiliki perasaan pada Monica.
...********...
Akhir-akhir ini Monica memang lebih sering terlihat melamun. dan pendiam, sejak Monica diawasi oleh keluarganya dan tidak dibiarkan untuk keluar sendiri. Monica bahkan sempat marah-marah karena tidak dibiarkan keluar bebas sendiri.
"Aku lebih baik dipenjara dari pada hidup seperti ini, kalian jangan menghalangi kebebasanku!", ujar Monica pada Mirna.
"Kamu jangan mengeluh, semua ini salahmu sendiri. Siapa suruh kamu berbuat yang tidak-tidak, bahkan sampai mau menghabiskan nyawa orang. Ibu akan melepaskan mu kalau kamu sudah menikah lagi!", omel Mirna kesal.
"Apa hubungannya kalau aku sudah menikah lagi baru dilepas? Aku gak tahan Bu, kalau ibu mengurung aku di mansion terus aku bisa gila! Lagipula aku harus ke kantor ku!", ujar Monica masih tidak terima.
"Kantormu sudah ditutup kakakmu, Devan.Kau menghabiskan waktu mu di sana cuman buat berbuat jahat! Sama sekali tidak menghasilkan, hanya untuk gaya-gayaan mu saja. Hutang mu pada Gerald juga begitu banyak! sudah jangan banyak protes lagi!" omel Mirna semakin emosi.
"Terus apa hubungan nya kalau aku sudah menikah lagi?", tanya Monica penasaran.
"Kalau kau sudah menikah ibu sudah tidak perduli lagi, kau sudah jadi tanggungan suami mu! Apapun perbuatan mu sudah tidak ada hubungan dengan keluarga Anderson lagi. Saat itu kau mau berbuat apapun ibu sudah tidak mau tahu!", ujar Mirna dengan penuh emosi.
"Ibu mau membuang aku? Baiklah! ibu carikan saja suami buat aku! yang bisa menghidupi aku! aku sudah tidak perduli lagi mau dinikahkan dengan siapa, yang penting aku tidak perlu berada di tempat seperti neraka ini!', tantang Monica.
Mendapat jawaban seperti ini, Mirna hanya bisa mengelus dada, menatap Monica yang pergi meninggalkannya.
...********...
"Aku sudah bilang ke ibu kak, aku sudah tidak perduli mau dinikahkan dengan siapa juga! Asal orang itu sanggup membiayai hidupku, dan membawaku keluar dari tempat ini. Aku sudah tidak tahan tinggal di sini lagi!", ujar Monica dengan muka datar dan tidak mau melihat ke Devan, pandangan nya masih menatap ke depan halaman.
"Pernikahan jangan kamu buat main-main Monica. Kalau kau bisa menerima Patrick, kakak yakin kamu bisa bahagia, Patrick kelihatannya benar-benar mencintai mu, dan kau dulu juga pernah berhubungan dengan nya , tentu tidak sulit menerima dia!", ujar Devan mencoba menasehati Monica.?
"Buat apa cinta kak? buktinya kak Devan dan kak Tiara bercerai juga, padahal kakak dulu kan menikah karena cinta?", ujar Monica bertanya balik pada Devan.
Mendengar jawaban ketus Monica Devan terdiam sejenak.
"Terserah kamu Monica, kakak hanya memberikan masukan. Kakak berharap kamu mempunyai kehidupan yang lebih baik setelah ini.Tapi semua itu adalah hidupmu sendiri, kamu yang berhak menentukan sendiri!", ujar Devan yang akhirnya hilang kesabarannya juga pada Monica.
__ADS_1
Sedangkan Monica posisinya masih tidak berubah, masih menatap ke depan dengan hampa, sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Devan lagi.
Devan akhirnya hanya bisa menghela nafas dan meninggalkan Monica sendiri.
...********...
"Angel! Angel!", panggil Aldi.
Angel yang akhir-akhir ini menghindari Aldi akhirnya menghentikan langkahnya.
Memang akhir-akhir ini Angel semakin menghindari Aldi.
Kalau dulu Angel menghindari Aldi karena merasa Rianty sudah merebut suami Tante nya, kalau sekarang karena dia sudah tahu sepertinya Monica adalah pihak yang salah.
Walaupun tidak ada yang memberitahunya, Angel yang cerdas bisa melihat neneknya yang sepertinya pusing menghadapi tantenya itu.
Angel juga sering mendengar neneknya yang marah-marah terus kepada Monica, sejak Monica kembali tinggal di mansion Anggara.
Bahkan sifat tantenya juga sudah menjadi aneh, setiap Angel menyapa Monica, Monica sama sekali tidak memperdulikan nya dan menyahut.
Akhirnya hal tersebut membuat Angel penasaran dan bertanya pada Devan,
"Bukan, Angel. Tante Monica menjadi seperti ini karena kesalahan yang dia buat sendiri. Angel masih kecil, papa belum bisa menceritakan semuanya pada Angel", sahut Devan.
Akhirnya Angel pun sadar kalau Monica yang sudah bersalah, apalagi melihat Monica yang sepertinya dikurung di mansion oleh neneknya.
"Biasanya orang dikurung karena takut orang itu keluar akan membuat kekacauan, seperti binatang-binatang buas yang selalu dikurung karena takut menggigit orang", pikir Angel yang masih polos dalam hati, saat melihat Monica yang lebih banyak duduk di taman dan termenung tanpa perduli keadaan sekitarnya.
...********...
"Ada apa Al?", sahut Angel akhirnya karena sudah tidak bisa menghindar lagi.
"Pak Hasan menyuruh kita untuk duet di expo sekolahan, kamu mau gak duet bareng aku?", ujar Aldi dengan suara datar.
Aldi adalah siswa yang bertanggung jawab kalau diberi tugas oleh gurunya. Sebetulnya Aldi terpaksa menyapa Angel, kalau bukan karena ditugaskan oleh wali kelasnya.
Karena Aldi tahu kalau Angel masih marah karena menganggap ibu nya sudah merebut papa nya dari tante nya Angel.
__ADS_1
Sebenarnya Aldi sampai sekarang pun masih bingung dengan hubungan dan apa yang terjadi dengan Ayah, ibu dan tantenya Angel.
Tapi karena saat ini Aldi melihat ibunya yang begitu bahagia, dan dia juga sudah menemukan papa nya yang selama ini ingin dia cari, akhirnya Aldi memilih untuk tidak tahu menahu mengenai hubungan orang dewasa.
"Boleh", sahut Angel masih agak canggung, karena sudah lama Angel dan Aldi tidak ngobrol lagi, sejak terakhir adu mulut mereka.
Jawaban Angel membuat Aldi tersadar dari lamunannya dan agak kaget, karena tadinya dia berpikir Angel akan menolak.
"Benar ya? jangan pas harinya kamu gak mau tampil! aku bisa diomelin pak Hasan!", ujar Aldi yang agak meragukan jawaban Angel.
"Betul! Walaupun aku perempuan dan masih kecil aku selalu tepat janji!", sahut Angel sombong, karena menganggap Aldi sudah meremehkan nya.
"Baiklah! aku pegang janjimu, kapan kita mau berlatih? Ayo berlatih di studioku, peralatan nya lengkap, Papa yang mem......", Aldi langsung terdiam, sadar kalau dia sudah kelepasan bicara.
"Aduh sangking senangnya punya studio baru aku kelepasan ngomong. Jangan-jangan nanti bikin Angel marah lagi dan gak jadi duet bareng aku. Nanti bagaimana aku harus ngomong ke pak Hasan?", pikir Aldi khawatir dan menatap ke wajah Angel.
Bersambung.......
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Dear pembaca tersayang, ...
...Maaf ya kalau novel author menjelang tamat agak lama up nya. Karena author juga kesulitan menyelesaikan akhir cerita....
...Author ingin semua tokoh-tokoh cerita sampai akhir diceritakan, tapi kalau masih ada yang ketinggalan maaf....
...Author juga ingin hasil yang maksimal dan memuaskan semua pembaca, agar pembaca bisa terhibur sampai akhir cerita dan merasa happy, dan tidak menyesal sudah membaca karya author. ...
...Terimakasih buat yang sudah selalu setia menunggu karya author, harapan author semoga akhir ceritanya nanti bisa memuaskan semua pembaca....
...Tidak lupa author ucapkan terimakasih atas dukungan comment, like, hadiah dan vote dari pembaca....
...Semoga untuk sambungan nya bisa lebih cepat....
...🙏🙏🙏...
...Love you all...
__ADS_1
...😘😘😘...