Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Aturan untuk Gerald


__ADS_3

"Peluk aku Rianty!", bisik Gerald di telinga Rianty, nafas hangat yang menghembus telinga Rianty, akhirnya membuat Rianty teringat kejadian 7 tahun yang lalu.


Rianty tiba-tiba sadar dan dengan cepat mendorong dada Gerald untuk menjauh.


"Mas Aldo kita belum menikah!", tegur Rianty dengan muka memerah dan nafas tersengal-sengal, karena sepertinya dia tadi tidak diberi kesempatan untuk bernafas, saat Gerald m*lu*at bibirnya.


Gerald menarik nafas, menenangkan jantungnya yang juga berdebar-debar, entah mengapa setiap berdekatan dengan Rianty selalu membuat Gerald seperti itu.


Padahal dalam bisnis dia juga sering berinteraksi dengan perempuan, tapi dia tidak pernah merasakan hal seperti itu.


"Memang kamu pikir aku mau melakukan apa padamu Rianty? Aku hanya ingin meminta kamu memelukku saja! Sesudah itu aku akan melepaskamu", janji Gerald asal menjawab saja, karena dia masih sibuk menenangkan hatinya yang berdebar-debar.


"Tetapi Mas Aldo kan sudah memelukku?", ujar Rianty bertambah malu mendengar perkataan Gerald yang sepertinya mengatakan kalau Rianty sudah berpikir yang tidak-tidak.


"Dasar buaya! bahkan kamu tadi sudah menciumku!", gerutu Rianty dalam hati kesal.


"Beda! Aku ingin kamu yang memelukku!", ujar Gerald yang memang paling tidak suka ditolak permintaannya itu.


Rianty akhirnya menghela nafas kesal tanpa sadar menatap wajah Gerald,


"Mas Aldo tampan sekali, sayang sekali ketampanannya digunakan untuk mempermainkan wanita.


Aku tidak boleh jatuh cinta padanya, kalau tidak ingin sakit hati!", pikir Rianty dalam hati, akhirnya dengan pasrah menggantungkan kedua lengannya di tengkuk Gerald, karena posisi Gerald yang sedang duduk, hanya itu yang bisa dia lakukan.


Sedangkan Gerald yang sebenarnya cuman mengalihkan perasaan hatinya yang berdebar-debar, akhirnya melepaskan Rianty.


...********...


"Aku pikir tidak ada masalah yang perlu diselesaikan antara kita Devan. Ini hanya antara aku dan Monica yang kebetulan adalah adikmu! Kami sudah sama-sama dewasa, kamu tidak perlu ikut campur urusan kami!", ujar Gerald begitu sudah duduk di depan Devan.


Gerald yang tidak suka menunda-nunda suatu masalah, memutuskan langsung menuju ke perusahaan Anderson setelah dari tempat Rianty.


Bagaimanapun mereka dulu adalah teman akrab, dan merupakan teman sejak kecil. Setidaknya dia harus menjelaskan masalah ini.


"Tapi kamu memperlakukan Monica dengan buruk, aku sebagai kakaknya tentu tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi! Ayah dan ibuku juga belum tahu kalau kamu mau menduakan Monica, kalau mereka tahu tentu akan marah!", sahut Devan marah.

__ADS_1


"Kau tanya saja langsung pada Monica apa yang sudah dia lakukan padaku di malam pernikahan kami! Aku tidak tahu, karena aku sudah tidak sadar, dan sayangnya aku tidak punya bukti, jadi percuma aku beri tahu kamu, kamu pasti membela adikmu. Dari sejak awal pernikahan, hubungan kami sudah buruk!"


"Kamu tidak usah banyak alasan Gerald, sesudah kamu mempunyai perempuan lain. Aku melihat hubunganmu dengan Monica selama ini baik-baik saja. Kalau sudah buruk dari pertama, mengapa kamu tidak menceraikan Monica saja?" Mengapa sesudah menginginkan Rianty, kamu baru mau menceraikan Monica!"


"Itulah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku tidak mendengarkan nasehat sekretarisku, untuk menceraikan Monica sejak awal pernikahan kami.


Aku berpikir aku juga tidak berminat menikah, karena itu aku tidak menceraikan Monica.


Monica juga tidak mau bercerai, aku juga tidak tahu apa alasannya dan tak ingin tahu alasannya, yang penting buatku ibu tidak mendesak aku untuk menikah lagi, selama ada Monica!"


"Kamu bodoh Gerald! Monica tidak ingin bercerai denganmu karena dia mencintaimu".


"Kamu yang kakaknya saja tidak bisa mengenal sifat adikmu sendiri, kamu jangan mudah tertipu sandiwara adikmu itu!"


"Kamu keterlaluan Gerald, kamu tidak menceraikan Monica hanya karena ingin memanfaatkan Monica saja".


"Kami sama-sama saling memanfaatkan, jadi sudah impas.


Sekarang aku mau menceraikan Monica, dia sendiri juga tidak mau!"


Sesudah lama dia tentu akan melupakanmu! Kamu tidak mencintainya, mengapa kamu menuruti keinginannya?" ujar Devan yang ternyata lebih suka Monica bercerai saja, dari pada harus berlarut-larut.


Karena setelah mendengar perkataan Gerald, Devan merasa Gerald sama sekali tidak mencintai


Monica.


Devan merasa percuma kalau Monica memperjuangkan pernikahan seperti ini.


"Aku maunya juga seperti itu, tapi ibuku selalu memihak dan membela Monica, bahkan mengancam ku dengan ayahku, bahkan akhirnya Rianty juga memohon padaku agar aku tidak menceraikan Monica!"


Akhirnya mau tidak mau aku tidak bisa menceraikan Monica!"


Mendengar Gerald menyebut nama Rianty, Devan merasa sakit hati lagi pada Gerald yang dia anggap sudah merebut Rianty.


"Kamu sudah tahu aku menyukai Rianty, mengapa kamu merebutnya?", tanya Devan akhirnya.

__ADS_1


"Aku tidak merebutnya, Aku mengenal dia lebih dulu dari kamu", sahut Gerald tidak merasa bersalah.


"Aku yakin waktu di pesta kamu belum mengenalnya", ujar Devan penasaran.


"Kalau aku belum mengenalnya bagaimana mungkin Aldi adalah anakku. Masalah itu merupakan privacy kami berdua, aku tidak bisa menceritakan nya padamu, maaf", ujar Gerald yang tidak mungkin menceritakan kalau Rianty menyerahkan diri karena dibayar seseorang, yang mana sampai sekarang Gerald tidak tahu siapa orang itu.


Sedangkan Gerald mau menanyakan pada Rianty, Gerald merasa tidak tega, sepertinya Rianty sudah tidak mau mengingat masalah itu lagi.


Akhirnya Gerald memutuskan dia tidak akan menanyakan pada Rianty, dia akan berusaha menyelidikinya sendiri.


"Sebaiknya kamu hilangkan rasa sukamu pada Rianty, sebentar lagi dia akan menjadi istriku, menjadi milikku. Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, aku pamit dulu.


Kalau kamu bisa membujuk Monica untuk bercerai dengan aku, aku berterima kasih padamu!", ujar Gerald, langsung bangun dari duduknya dan menuju keluar, meninggalkan Devan yang menatap kepergiannya dengan rasa dendam.


...********...


Ternyata hari ini adalah hari yang penuh masalah buat Gerald, begitu sampai di mansionnya Rini sudah menunggunya.


Padahal Gerald yang merasa lelah hari ini ingin sekali cepat-cepat beristirahat. Tapi keinginannya sepertinya harus ditahan dulu untuk sementara ini.


Rini langsung menghentikan obrolannya dengan Monica, saat melihat Gerald pulang dan segera menghampiri Gerald.


"Kamu sudah makan?"


"Aku tadi sudah makan di kantor Bu. Ada apa ibu sampai jauh-jauh ke sini, padahal sudah malam", tanya Gerald yang curiga dengan kedatangan ibunya itu.


"Ibu ingin menagih janji padamu, dulu kamu berjanji pada ibu kalau kamu mempunyai anak, kamu akan tinggal di mansion kita lagi. Ibu mendapat kabar kamu sedang mencari rumah, jadi menurut ibu tidak perlu, kamu bisa bawa Rianty dan Aldi tinggal bersama ibu!


Kamu juga tidak perlu pulang setiap hari, bagaimanapun Monica juga istrimu, kamu harus bersikap adil, kamu harus mengunjungi istrimu bergantian!", ujar Rini langsung pada tujuannya datang ke mansion Gerald.


"Apakah asisten ibu mengikuti gerak gerik ku? Ibu suruh dia jangan ikut campur urusanku, jangan membuat aku marah!", ujar Gerald geram.


Gerald sangat mengenal sifat ibunya, Gerald juga tahu kalau ibunya sangatlah mudah dipengaruhi oleh Lena.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2