Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Penyebab kematian Sugiman


__ADS_3

"Sudah, kamu jangan khawatir Bu, aku pasti cepat mendapatkan pekerjaan. Kalau sudah mapan di sana, aku pasti membawamu dan anak-anak. Kamu jangan ribut lagi, malah membuat ku tambah tidak tenang!", ujar Dodi menegur istrinya.


"Aku kan hanya menyesalkan, bukan ributin kamu, pa", sahut Susi tidak terima disalahkan.


"Ya udah, jangan ngomong lagi! bikin aku tambah mumet saja!", omel Dodi.


Susi akhirnya diam dan tidak menyahut Dodi lagi, beranjak keluar meninggalkan Dodi dengan kesal.


Sepeninggal Susi, Dodi malah berhenti menyusun barang yang mau dibawanya, Dodi malah duduk termenung, tidak melanjutkan kegiatannya.


"Ah, aku sungguh sial, kenapa bisa ketemu Sugiman. Mungkin karmaku sudah datang", pikir Dodi dalam hati menyesal.


Tanpa sadar terbayang lagi peristiwa yang sebenarnya membuat Dodi tidak tenang dan ingin segera pergi dari kota.


...********...


Sore itu saat dia sedang membeli beras di toko sembako, tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Dodi! Dodi! tunggu aku", teriak asal suara itu lumayan kencang di jalan yang sedang sepi itu.


Hati Dodi langsung tidak tenang begitu dia mendengar suara itu, dia tentu mengenal suara Sugiman kakaknya itu.


Untuk menghindari Sugiman, juga sudah tidak mungkin, terpaksa Dodi berhenti.


"Oo abang, ada apa? Koq bisa ada di sini? Abang sudah meninggalkan desa?", tanya Dodi yang berlagak tidak tahu kalau Sugiman sudah ada di kota yang sama dengannya.


"Tidak penting pertanyaan mu itu! Ada hal yang lebih penting yang mau kutanyakan padamu!", ujar Sugiman yang kelihatannya sedang marah.


"Jangan menuduhku sembarangan. Bukan aku yang membawa kabur Rianty lho!", ujar Dodi sebelum ditanya, karena dia mengira Sugiman marah karena masalah Rianty kabur dari pernikahan.


"Aku sudah tidak mau mempermasalahkan masalah itu lagi, toh dia sudah dapat suami kaya juga. Nanti kalau ada waktu aku akan mencari suami Rianty itu. Enak saja nikahin anak orang gak kasih mahar!", ujar Sugiman yang urat malunya sudah putus itu.


"Aku mau tanya kamu, uang yang Rianty titipkan buatku kenapa tidak pernah sampai ke tanganku?", sambung Sugiman lagi.


Dodi langsung tersentak kaget mendengar perkataan Sugiman.


"Ah, aku gak pernah dititipin uang dari Rianty koq!", ujar Dodi berusaha menyangkal.


"Kamu gak usah bohongin aku di! Aku tahu dia tidak mungkin berbohong padaku, bahkan dia bilang uangnya dari dia menjual diri.

__ADS_1


Masak uang seperti itu juga kau ambil?", gertak Sugiman.


Sebenarnya Sugiman tidak terlalu yakin ucapan Rianty benar atau tidak, Sugiman tahu kalau Rianty akhlaknya bagus, tapi dia coba-coba peruntungannya saja, siapa tahu yang dikatakan Rianty benar.


Karena dia juga tahu sifat Dodi yang gila uang.


Dodi yang mengira kalau Sugiman sudah mengetahui kejadian sebenarnya menjadi takut sendiri.


"Bang jangan bicara di sini, ayo kita ke tempat yang lebih sepi, gak enak kalau kedengaran orang", ujar Dodi.


Untungnya Sugiman mau juga mengikuti perkataan Dodi. Begitu sampai di jalan yang agak sepi, Dodi langsung. meneruskan percakapan mereka lagi.


" Aku tidak pernah dititipkan uang oleh Rianty, emang kata siapa Rianty menjual diri?", tanya Dodi menyelidik.


"Kemaren aku bertemu dengan Rianty.


Huh dasar pelit anak itu, cuman ngasih aku duit dari lacinya doang. Aku gak percaya dia gak punya tabungan, sesudah aku paksa, dia bilang dulu ada kirimin aku uang dalam jumlah besar ke aku, dititipin ke kamu", ujar Sugiman.


"Huh dasar bapak gak tahu diri, gak ada malunya minta duit sama anaknya. Dulu istrinya sekarang anaknya, sungguh malang nasib kakak!", gerutu Dodi dalam hati, lupa dengan perbuatan jahatnya sendiri.


"Mana ada Rianty titip uang ke aku, Rianty buka toko roti saja aku yang kasih modal, kamu sebagai bapak malah gak tahu malu! minta duit sama anak istri. Kakak sial saja, punya suami kayak kamu!", omel Dodi menggertak balik.


"Apa beda kamu dan aku, aku yakin kamu sudah menipu uang anak ku.


Akhirnya kesabaran Dodi pun habis,


"Cih! Bapak gak tahu malu, anaknya jual diri koq gak malu, malah diungkit-ungkit terus! gara-gara kamu dia berbuat gitu. Untung uangnya gak aku kasih kamu, paling juga habis sama kamu di meja judi. Waktu Rianty hamil dan membutuhkan sudah aku kembalikan!", ujar Dodi, tentu saja tidak bilang kalau hanya sebagian saja yang dia kembalikan pada Rianty.


"Aku gak mau tahu, ayo berikan uang itu padaku sekarang!", ujar Sugiman nekad menarik kerah Dodi dan memaksa.


Dodi yang sudah kalang kabut menghadapi Sugiman, mendorong keras Sugiman tanpa sadar, Sugiman terhempas ke belakang dan kepalanya membentur plang besi di pinggir jalan itu.


Melihat itu, Dodi segera melarikan diri, agar Sugiman tidak bisa menemukannya lagi.


Dia tidak pernah tahu kalau dorongan nya yang keras menyebabkan Sugiman meninggal di tempat, karena kepalanya terbentur plang besi.


Dodi baru tahu Sugiman meninggal ketika Patrick datang ke kantor, Dodi tentu saja kaget, tapi nasi sudah jadi bubur, semuanya sudah terlanjur.


"Bang Giman, aku tidak sengaja. Tapi salahmu sendiri kamu yang memaksaku berbuat seperti itu!

__ADS_1


Lagipula orang sepertimu hidup di dunia ini hanya mengganggu hidup orang lain, hanya benalu saja", pikir Dodi dalam hati, berusaha menenangkan dirinya sendiri.


"Gara-gara kamu bang, aku harus pergi sebelum menerima uang dari nona Monica. Kamu benar-benar sudah merusak rencana ku!


Pikirku mau memanfaatkan mu untuk mendapatkan uang, tapi ternyata bukan dapat uang, malah dapat sial!", keluh Dodi dalam hati, menyesali rencana yang sudah dia buat sendiri.


Kali ini benar-benar senjata makan tuan, Dodi celaka karena rencana jahatnya sendiri, karena keserakahannya sendiri.


...********...


"Mas Aldo, aku benar-benar berterimakasih padamu. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi kalau tidak ada mas Aldo", ujar Rianty pada Gerald yang sedang mengemudi mobil.


Rianty sudah boleh pulang setelah diinterogasi, dan untungnya selama interogasi Rianty bisa menjawab dengan lancar dan tidak ada yang mencurigakan.


Untuk sementara pihak yang berwajib mencurigai pihak penagih hutang yang sedang mengejar pak Sugiman, tapi masih dalam tahap penyelidikan.


Begitu melihat Rianty keluar dari ruangan, Gerald akhirnya bisa menarik nafas lega.


Gerald langsung memeluk bahu Rianty dan membawanya keluar dari ruangan itu, sesudah mengucapkan terimakasih kepada pengacara yang membantu Rianty.


"Kenapa harus berterimakasih kepadaku? Sebagai suami mu memang kewajiban ku untuk membantu mu dan melindungi mu


Kamu jangan pernah sungkan pada ku!", sahut Gerald.


Gerald sebenarnya marah saat tahu Rianty tidak bercerita tentang kedatangan bapaknya yang meminta uang pada Rianty, tapi karena bapak Rianty baru saja meninggal, akhirnya Gerald pun berusaha menahan kemarahannya itu.


Mendengar jawaban Gerald, Rianty malah bertambah merasa bersalah.


"Maafkan aku mas, aku sudah membuat malu keluarga Anggara. Saat itu aku emosi, aku benar-benar tidak tahu ada yang merekam percakapanku dengan bapak!", ujar Rianty menyesali kecerobohannya, hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.


Gerald menatap sekilas ke Rianty, sesudah itu kembali fokus lagi ke jalan.


"Sudah kamu istirahat dulu, perjalanan sampai rumah masih lumayan jauh, nanti baru kita bicarakan lagi kalau sudah sampai di rumah."


Bersambung.......


...Dear readers tersayang,...


...Jangan lupa terus dukung Author dengan like👍 dan comment....

__ADS_1


...Vote dan hadiah🌹🍵 tentu tidak ditolak 🤗🤣🤣, bahkan membuat author semakin semangat💪💪....


...Jangan lupa juga pencet favorit ❤️, agar selalu mendapat notifikasi, sekalian follow author ya😘😘...


__ADS_2