Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Tekad Rianty


__ADS_3

"Tuan Gerald, bagaimana hasilnya sesudah tuan berbicara dengan nona Rianty? Bersediakah nona Rianty menikah dengan anda?", tanya sekretaris Kim penasaran dengan hasilnya, karena dia melihat raut muka tuannya yang tidak bagus, tapi kalau Rianty sampai menolak Gerald rasanya tidak mungkin, sekretaris Kim yakin dengan pesona Tuannya, bukan saja menolak biasanya malah banyak gadis yang berusaha mencari perhatian Gerald.


"Belum menerima, entah apa yang dia bicarakan, seperti anak remaja saja masih mikirin cinta. Alasan yang tidak masuk akal!", sahut Gerald masih kesal mengingat penolakan Rianty padanya tadi.


"Hah! Dia berani menolak tuan? nyalinya besar sekali!", ujar sekretaris Kim kaget.


"Aku sudah bilang, bukan menolak! masih belum terima!", ujar Gerald yang tidak pernah mau kalah.


"Ah kepleset lidahku tuan, maklum tuan masih keturunan Korea", ujar sekretaris Kim membuat alasan.


"Lalu apa yang selanjutnya akan tuan lakukan?", sambung sekretaris Kim lagi.


"Sementara biarkan saja dulu. Nanti dia sendiri yang akan datang padaku!", sahut Gerald tidak yakin.


Sebenarnya Gerald hanya asal ngomong saja, otaknya masih berpikir dia harus bagaimana agar Rianty mau menerima tawarannya. Dia tidak mau sekretaris Kim menganggap dia sudah ditolak Rianty. Bagaimanapun Gerald seseorang yang gengsinya besar, selama ini tidak pernah ada yang berani menolaknya, apalagi yang menolaknya adalah seorang gadis desa, yg bukan berasal dari kalangan mereka.


...********...


"Al, ayo duduk sini! Mami ingin berbicara padamu".


Rianty dari tadi dengan sabar menunggu Aldi selesai mengedit video nya. Ketika melihat Aldi selesai dan sudah menutup laptop nya, Rianty pun segera memanggil Aldi.


"Ada apa mi, mami kan mau menonton video yang baru Al upload di YouTube, Al tunggu komentar mami nih!", sahut Aldi.


"Nanti ya Al, mami mau ngomongin masalah penting dengan Al dulu ya? gak pa pa kan?"


"Ok mi, ada apa mi?", tanya Aldi akhirnya mengalah.


"Aldi koq gak tanya waktu Al sudah tahu papanya Aldi? Bukannya dulu Al sangat ingin tahu siapa papa Al?", tanya Rianty.


"Al sudah tahu, jadi Al sudah tenang. Al hanya tunggu mama cerita saja", jawab Aldi.


"Apakah Al langsung percaya kalau itu papanya Al?", tanya Rianty bingung.

__ADS_1


"Percaya. Karena Al sudah lihat foto kecilnya papa di rumah papa hari itu, memang mirip Al", sahut Aldi.


"Bagaimana perasaan Al, suka atau tidak kalau papanya Al, tuan Aldo?", tanya Rianty lagi memancing


"Suka, papa orangnya tegas, juga sukses berbisnis, jadi artinya papa Al orang pintar. Waktu itu kecelakaan, juga papa yang sudah menolong kita. Sesudah Al pikir lagi, mengapa mami memberi nama Aldi, ternyata mami menyesuaikan sama nama papa, Aldo. Jadi mami punya 2 Al di hidup mami, ternyata mami pintar juga memberi nama", puji Aldi, padahal biasanya Aldi sering protes ke Rianty, mengapa memberi dia nama sesingkat ini. Hari ini dia malah bangga dengan namanya yang mirip papanya itu.


Mendengar jawaban Aldi, Rianty tertegun karena saat memberi nama Aldi, dia saja sama sekali tidak tahu nama Gerald.


"Jadi Al setuju kita tinggal bersama papa Al?", tanya Rianty lagi.


"Bukan setuju lagi, Al malah senang sekali bisa tinggal bersama papa. Dari dulu Al kan pengen banget ketemu papa, tapi kenapa mami merahasiakan keberadaan Al sama papa?", tanya Aldi .


"Maafin mami Al, ada sebabnya mami tidak bisa menceritakan pada Al saat ini, nanti setelah Al dewasa, mami baru bisa cerita sama Al", sahut Rianty.


"Mami juga ingin memberitahu Al, kalau papamu juga mempunyai istri yang lain, apakah Al tidak masalah?", tanya Rianty. Sesudah tadi memikirkannya, dia berpikir kalau dia harus benar-benar jujur pada Aldi, dia yakin andaikata dia menikah dengan Gerald sudah pasti hidupnya tidak mudah.


Dia harus menghadapi ibu Gerald, juga harus menghadapi Monica istri Gerald.


Aldi juga pasti akan bertemu dengan Monica, bahkan ibu Gerald jelas-jelas mau mengambil Al untuk dirawat Monica.


"Mengapa papa harus mempunyai 2 istri, bukankah harusnya papa hanya mempunyai kita saja sudah cukup?", tanya Aldi merasa tidak puas, setelah mendengar perkataan Rianty.


"Sebenarnya tidak ada yang bersalah dalam hal ini, salahkan saja keadaan karena status mami bukan dari kalangan papamu, dan kondisi mami saat itu.


Mami tidak bisa menjelaskan padamu saat ini, Al masih kecil, saat Al dewasa nanti mami akan memberitahumu.


Kamu juga jangan menyalahkan papamu, memang betul dia tidak pernah tahu kalau Al adalah anak papa, karena mami tidak pernah memberitahu papamu", ujar Rianty berusaha menjelaskan.


Sepintar-pintarnya Aldi tentu dia tidak mengerti penjelasan ibunya, tapi bagi dia yang penting dia mempunyai seorang ayah kandung, daripada ibunya menikah dengan pria lain yang bukan papanya.


"Baiklah, kalau mami mau, Al juga ikut mami saja", sahut Aldi.


"Huh nanti kalau aku sudah tinggal bareng papa, akan kutanyakan langsung ke papa, mengapa papa punya 2 istri dan mengapa mamiku yang dibuang? Berarti Tante galak yang hari itu kutemui di rumah papa adalah istri papa yang lain.

__ADS_1


Pantes saja om Kim kutanya gak mau jawab!", pikir Aldi dalam hati.


"Ya sudah nanti mami bicarakan dengan papa Al ya, kalau Al mau tinggal sama papa", ujar Rianty memastikan sekali lagi.


Aldi kali ini hanya mengangguk karena dia sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Ya udah, Al bobok dulu ya. Besok kan mau sekolah. mami mau nonton videonya Al dulu", ujar Rianty mengalihkan pembicaraannya kemudian.


...********...


Sesudah Aldi tertidur, Rianty mulai sibuk dengan pikirannya lagi.


Hatinya benar-benar resah, dia sudah mendapat persetujuan dari Aldi.


Tapi sekarang dia bingung bagaimana dia bisa menyampaikan ke Gerald, kalau dia mau menerima tawaran dari Gerald.


Rianty sungguh menyesali mengapa tadi dia langsung menolak tawaran Gerald tanpa berpikir lebih lanjut dulu.


"Akankah Gerald datang ke sini lagi. tapi kapan? Kalau menunggu sampai dia datang aku takut ibunya sudah bertindak dulu. Belum lagi wanita yang di samping ibunya itu , entah mengapa sepertinya sangat membenci diriku?", pikir Rianty semakin resah.


"Apakah sebaiknya besok aku ke Anggara grup untuk mencari Gerald. Aku harus menebalkan muka. Aku tidak boleh mementingkan harga diri lagi. Bukankah tujuh tahun yang lalu aku juga sudah menjual harga diriku.


Tambah sekali lagi aku membuang harga diriku, tidak mengapa. Dulu demi uang, kali ini demi bisa bersama Aldi, aku harus melakukannya!", pikir Rianty membulatkan tekadnya dan tidak mau lagi memperdulikan hal lainnya.


Sekarang yang paling penting baginya dia tetap bisa bersama Aldi.


Saat seorang ibu terdesak, apapun akan dilakukan.


Bersambung........


...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...


...Jangan lupa follow author dan pencet...

__ADS_1


...tombol favoritnya ❤️...


...Terimakasih buat readers yang sudah memberikan vote, like, dan comment 🙏...


__ADS_2