
"Ya sudah, kalau gitu kita latihan di studio baru mu deh!", ujar Angel.
Mendengar sahutan Angel, Aldi yang menjadi kaget dan menatap wajah Angel yang terlihat biasa saja dan tidak ada tanda-tanda marah.
"Kamu sudah tidak marah pada ku, mami ku dan om Gerald?", tanya Aldi akhirnya karena tidak bisa menahan rasa penasaran nya.
"Sudah tidak, kata ayah ku bukan salah mami mu, juga bukan salah om Gerald, tapi yang bersalah adalah Tante ku sendiri. Tapi kamu jangan tanya apa salah tanteku, aku juga tidak tahu, kata papa ku aku masih kecil, papa belum bisa cerita ke aku", sahut Angel.
"Untunglah akhirnya kamu mengerti. Aku sudah yakin mami ku orangnya baik, gak mungkin salah mami!", ujar Aldi senang, karena dia pun tidak tahu apa yang terjadi.
"Berarti kamu juga gak tahu masalah antara mami, om Gerald dan tante ku ya?", tanya Angel.
"Tidak lah! alasan nya ya sama kayak kamu, aku belum cukup besar untuk diceritakan masalah nya!", sahut Aldi menggelengkan kepalanya.
"Ah payah kamu!", ujar Angel.
"Payah kenapa?", ujar Aldi bingung.
"Padahal aku pengen banget tahu masalah nya. kupikir kamu bisa ceritain ke aku, biar aku gak penasaran Al", sesal Angel.
"Ha ..ha...ha", Aldi langsung tertawa terbahak-bahak.
"Koq kamu malah tertawa sih!", tegur Angel kesal.
"Ternyata sifat mu yang mirip emak-emak kepo yang suka gosip masih sama saja", ejek Aldi.
"Dasar ya kamu! ngatain aku emak-emak kepo,awas ya! aku gak mau duet sama kamu. Biar kamu dimarahin pak Hasan!", ancam Angel.
"Maaf Angel, enggak ngatain kamu lagi deh", sahut Aldi mengalah tapi masih tersenyum.
"Lagian mana ada sih cewek yang gak kepo, cewek yang gak suka gosip!", omel Angel lagi tidak puas, karena diketawain Aldi.
"Ok. maaf tuan putri, kita temanan lagi ya!", ujar Aldi sambil mengacungkan jari kelingking nya ke Angel.
"Ok", sahut Angel akhirnya tersenyum, dan juga mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Aldi.
Aldi memang pintar menyenangkan hati orang, Aldi yang sudah lama berteman dengan Angel sudah tahu kalau Angel paling suka dipanggil tuan putri.
Itulah dunia anak-anak yang tidak menyimpan dendam, mudah bermusuhan, juga mudah untuk berdamai kembali.
...********...
"Masuk!", ujar Gerald ketika mendengar pintu ruangan nya diketuk.
__ADS_1
Sekretaris Kim yang melangkah masuk ke ruangan merasa bersyukur ketika melihat hanya Gerald yang berada di dalam ruangan, tidak ada Rianty yang menempel pada tuan nya terus.
"Huh untung hari ini aku tidak disajikan tontonan orang yang sedang ingin honeymoon, serasa mereka berdua mengejekku yang belum punya pasangan", pikir sekretaris Kim dalam hati merasa lega
...********...
Memang akhir-akhir ini Gerald sering membawa Rianty ke kantor nya, karena Gerald merasa senang ada Rianty di sampingnya.
Gerald merasa kalau dia seperti sedang honeymoon di kantornya.
Bahkan Rianty tidak diberikan ijin untuk ke toko roti nya dengan alasan Rianty sudah memiliki karyawan yang pintar dan takut Rianty akan kelelahan karena masih hamil muda.
Rianty yang sejak hamil memang suka bermanja-manja pada Gerald pun akhirnya tidak banyak protes, apalagi kalau dia harus ditinggal sendiri di mansion yang besar itu.
Sedangkan Aldi pulang dari sekolah biasanya juga bisa sampai jam tiga sore.
Rianty lama-kelamaan menjadi terbiasa saat Gerald bersifat mesra padanya dan tanpa sengaja terlihat oleh sekretaris Kim, akhirnya Rianty sudah tidak perduli lagi.
Lagipula Gerald juga keras kepala dan susah diprotes.
"Biarkan saja dia lihat, salahnya sendiri kenapa tidak segera mencari pasangan hidup !", sahut Gerald menjawab protesnya Rianty.
...********...
"Tumben tuan, kemana Nyonya? Koq hari ini gak ikut ke kantor?", tanya sekretaris Kim penasaran.
Memang sejak Rianty dibawa ke kantor, Gerald sering melewatkan file yang harus ditandatangan, sehingga sekretaris Kim harus mengecek dengan super hati-hati.
Dan setiap sekretaris Kim menegur Gerald, Gerald menjawab dengan santai,
"Gak pa pa Kim, aku sudah tahu kwalitas kerjamu Kim. Aku masih punya kamu."
...********...
"Sedang ke toko roti nya, hari ini pegawainya gajian dan katanya dia mau memesan stok barang yang habis, karena kemaren pegawainya sudah menelpon dia kalau banyak bahan-bahannya yang sudah mau habis", ujar Gerald menjelaskan.
"Wah Nyonya pintar berbisnis juga ya?", puji sekretaris Kim.
"Iya, juga hobi banget memasak. Setiap hari dia meminta pergi ke toko rotinya, aku melarang nya karena dia sedang hamil muda. Aku takut dia kelelahan", ujar Gerald.
"Harusnya dia dibiarkan beristirahat di Mansion saja tuan, biar gak kelelahan", ujar Sekretaris Kim mengusulkan.
"Semoga saja tuan setuju dengan usul ku", pikir sekretaris Kim berharap.
__ADS_1
"Lebih gak aman lagi kalau dia di Mansion, gak pernah diam, bekerja terus! Apalagi kalau gak ada yang bisa dia lakukan, aku malah gak tenang kalau dia di Mansion!", ujar Gerald yang sudah mengenal sifat Rianty.
"Bagaimana Tuan bisa tahu? Bukankah Tuan setiap hari membawanya ke kantor", tanya sekretaris Kim mulai kesal kepada Gerald yang dianggapnya terlalu posesif.
"Makanya kamu cepat punya pasangan Kim, maka saat itu kamu bisa mengerti!
Aku semakin mengerti sifat Rianty, saat kami tinggal di Mansion Anggara, aku kan selalu memperhatikan gerak gerik nya Rianty, makanya sekarang aku benar-benar hafal dengan sifatnya. Karena perhatianku ini, Rianty juga mencintaiku!", ujar Gerald tersenyum dengan bangga.
"Baiklah, tuan tidak usah mengkhawatirkan aku, aku akan segera mencari pasangan!", ujar sekretaris kesal, karena Tuan nya yang selalu menyinggung soal dia yang belum mempunyai pasangan hidup.
"Huh sombongnya sekarang! mentang-mentang Nyonya mencintai dia sekarang. Dia bahkan sudah lupa ingatan, kalau dulu pernah berkata padaku, apa itu cinta? Tidak perlu ada cinta, yang penting kita sebagai laki-laki punya uang dan kekuasaan, itu sudah cukup! Apa yang kamu inginkan akan jadi milik mu!", gerutu sekretaris Kim dalam hati bertambah kesal teringat prinsip Gerald mengenai cinta sebelum bertemu Rianty.
...********...
"Koq malah melamun? Apa tujuan mu ke ruangan ku? Tentu bukan hanya menanyakan tentang masalah nyonya bukan? Atau ada file yang ketinggalan tanda tangan lagi?", tanya Gerald yang akhirnya menyadarkan sekretaris Kim dari pikiran nya.
"Aku sudah mencarikan info tempat honeymoon untuk tuan dan Nyonya. Kota Yunani sepertinya tujuan yang tepat, artistik dan tempat yang romantis", ujar Sekretaris Kim.
"Lebih baik mereka pergi honeymoon saja ke luar negeri dan bermesraan di sana sepuasnya, dari pada mengganggu pemandangan ku di sini!", pikir sekretaris Kim dalam hati.
"Ah.. aku lupa Kim?"
"Lupa apa tuan?", tanya sekretaris Kim.
"Kamu sekarang memang sering lupa tuan!", ujar Kim hanya berani di dalam hati.
"Lupa bilang ke kamu, kalau aku sudah tidak jadi honeymoon untuk saat ini. Aku takut naik pesawat akan mempengaruhi kehamilan Rianty. Lagipula asal berdua saja, di kantor juga berasa honeymoon koq!", ujar Gerald tanpa merasa bersalah dan bangun dari duduknya, mengambil kunci mobil bersiap ke luar ruangan.
"Tuan mau ke mana?", tanya sekretaris Kim refleks, padahal tadi sempat bengong mendengar jawaban Gerald.
"Membawa Rianty kembali ke kantor kita, paling dia sudah selesai. Rianty sangat cekatan dalam bekerja", sahut Gerald masih sempat membanggakan istrinya sebelum ke luar ruangan
"Ah.. bioskop akan dimulai lagi", keluh sekretaris Kim menatap kepergian Gerald
Bersambung........
...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...
...Author ucapkan terimakasih pada readers yang selalu mendukung karya author dengan like, comment, vote dan hadiah....
...Semoga selalu terhibur dengan karya author dan selalu setia menunggu karya author yang agak lambat up nya ini....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
...Love you All...
...😘😘😘...