
Gerald masih marah karena Rianty menolaknya, begitu sampai di bawah dia bertemu Kim yang juga sudah kembali bersama Aldi.
Kim begitu melihat wajah tuannya, mengambil kesimpulan kalau tuan nya ini sudah gagal menjalankan misinya.
Sedangkan Aldi memandang Gerald tanpa berkedip.
"Ah ternyata papaku ganteng, pantes saja banyak orang yang bilang aku ganteng!", pikir Aldi yang memang selalu percaya diri.
Melihat tatapan Aldi, Gerald langsung memandang penuh tanda tanya ke Sekretaris nya itu meminta jawaban.
"Tuan aku sudah memberitahu tuan muda Aldi kalau anda adalah papanya", ujar sekretaris Kim.
"Kok bisa-bisanya kamu memberitahu langsung ke dia, aku saja belum menemukan kata sepakat dengan Rianty!", omel Gerald marah karena masih terbawa suasana ditolak Rianty.
"Gak pa pa Tuan, Aldi anak yang genius dia bisa menerima keadaan. Saya sudah membuat perjanjian dengan dia, untuk tidak menyalahkan tuan karena tuan sama sekali tidak tahu keberadaannya.
Saya sudah memberitahu dia untuk bertanya pada ibunya saja, karena hanya ibunya yang tahu sebabnya", ujar sekretaris Kim menjelaskan.
"Lho koq semuanya kamu timpakan ke Rianty, aku kan juga papanya , aku juga harus bertanggung jawab, kita tidak boleh menimpakan semua kesalahan ke rianty saja", ujar Gerald yang tidak menyetujui perbuatan sekretaris Kim.
Walaupun dia sedang kesal dengan Rianty, tetapi setiap mengingat mata Rianty yang berkaca-kaca, Gerald langsung merasa tidak tega.
"Ah Tuan Gerald benar-benar sudah tertarik dengan nona Rianty sepertinya", pikir sekretaris Kim dalam hati.
Sedangkan Aldi mendengar perkataan Gerald, Aldi langsung kagum pada ayahnya yang ternyata tidak menggunakan kekuasaannya pada yang lemah, juga membela ibunya dari sekretaris Kim yang semena-mena.
Aldi tidak tahu padahal Gerald baru saja mengancam ibunya itu.
"Om Gerald cocok jadi papaku, tidak seperti om Kim yang selalu menekan mamiku!", sahut Aldi akhirnya.
Mendengar perkataan Aldi, Gerald tentu merasa senang, karena Aldi sepertinya menyukai dia.
Gerald akhirnya membungkuk dan memegang kedua bahu Aldi dan berkata,
__ADS_1
"Aku memang papamu, aku tidak pernah bermaksud membuangmu. Maafkan papa yang tidak pernah tahu kalau Al ada. Ibumu tidak pernah memberitahukan keberadaanmu pada papa.
Sekarang papa sudah tahu keberadaanmu, papa ingin kamu tinggal bersama papa!", ujar Gerald yang begitu fasih menyebut dirinya sendiri papa.
"Aldi, kesini!", teriak Rianty yang sudah berada di bawah tangga entah sejak kapan.
"Mami!", panggil Aldi langsung berjalan ke arah ibunya.
Rianty yang takut Aldi dibawa Gerald segera berjongkok dan memeluk Aldi erat-erat,
"Aldi jangan pernah tinggalkan mami ya!"
"Aldi tidak mungkin ninggalin mami, Aldi pasti akan jagain mami terus!", ujar Aldi yang sok dewasa.
Aldi yang selalu tidak tega melihat ibunya menangis akhirnya lupa menanyakan masalah Gerald lagi.
Sedangkan Gerald yang melihat Rianty dan Al yang berpelukan itu akhirnya merasa tidak tega pada Rianty.
"Ayo kita pergi dari sini dulu!", ujar Gerald melangkah keluar dan mengajak sekretaris Kim meninggalkan toko roti itu.
...********...
"Nyonya saya sudah mendapat laporan dari orang kita mengenai wanita itu, ternyata latar belakang wanita itu sungguh berbahaya buat tuan Gerald", ujar Lena serius
Ibu Gerald yang saat itu sedang merangkai bunga ke pot, langsung menghentikan kegiatannya dan langsung menatap serius ke Lena.
"Cepat kamu ceritakan apa berita yang sudah kamu dapat mengenai perempuan itu!", tanya Rini tidak sabar.
"Ternyata perempuan itu mempunyai seorang ayah yang pemabuk. Akhirnya untuk mendapatkan uang, ayahnya mau menikahkan dia ke seorang tuan tanah yang sudah tua dan mempunyai banyak istri. Akhirnya wanita itu kabur dari desa ke kota untuk menghindari pernikahan itu", ujar Lena berhenti sejenak.
"Oo kasihan juga nasibnya", ujar Rini yang sebenarnya memiliki hati yang baik.
" Nyonya jangan melihat itu, nyonya harus tahu ternyata begitu sampai di kota, kalau dilihat dari waktunya dan umur anaknya, dia sudah langsung bisa menarik perhatian tuan Gerald. Yang lebih hebat lagi waktunya tidak beda terlalu jauh dengan saat tuan Gerald dan nona Monica menikah. Padahal nyonya tahu sendiri, tuan Gerald kan jarang berinteraksi dengan perempuan, menikah dengan Monica saja karena dijodohkan nyonya. Tapi wanita siluman itu sungguh hebat bisa membuat tuan Gerald tidur dengannya sampai mempunyai seorang anak.Entah jebakan apa yang sudah dia pasang", Lena bercerita dengan mengebu-ngebu.
__ADS_1
"Dan satu lagi kekurangannya, wanita itu hanya tamatan SMP, kalau dia bersanding dengan tuan Gerald, bagaimana pendapat orang lain.
Yang lebih disayangkan lagi, mengapa sesudah ke kota dia tidak punya keinginan membawa ibunya yang menderita di desa itu. Walaupun tidak kaya sekali, tapi dia punya toko roti.
Anak yang tidak berbakti pada orang tua tentu hatinya tidak akan baik", ujar Lena mengakhiri cerita tentang keburukan Rianty.
Ibu Gerald langsung terduduk lemas di bangku sesudah mendengar cerita Lena.
"Aku sungguh ingin mempunyai cucu, tapi mengapa aku harus mendapatkan seorang cucu dari wanita yang tidak jelas asal usulnya ini", gumam ibu Gerald sedih.
Entah Lena mendapat berita itu dari mana, berita itu ditelan mentah-mentah karena pada hakikatnya dia sudah tidak menyukai Rianty yang menurutnya adalah pelakor yang sudah merusak hubungan Gerald dan Monica.
Padahal pada awal tahun pertama tentu Rianty tidak bisa menjemput ibunya, karena hidupnya sendiri juga masih belum stabil karena Rianty sedang hamil Al. Tapi sesudah usaha toko rotinya jalan, awal tahun ketiga Rianty pun berangkat ke Desa hendak menjemput ibunya, tapi sayang ibunya sudah meninggal kena wabah.
"Nyonya harus melakukan sesuatu", ujar Lena mulai mempengaruhi lagi.
"Apa yang harus kulakukan, aku benar-benar tidak tahu lagi! Sedangkan Gerald berkata ingin menikahinya!', ujar Rini kebingungan dengan masalah yang dihadapinya.
"Nyonya coba datangi saja, coba nyonya beri uang, biasa wanita seperti itu begitu melihat uang besar, akan memenuhi keinginan nyonya", sahut Lena mengusulkan.
"Baiklah kita harus gerak cepat sebelum keduluan Gerald. Aku akan menanyakan sendiri apa maunya perempuan itu. Ayo kita berangkat langsung saja, jangan ditunda lagi!" ujar Rini segera bangun dari tempat duduknya.
...********...
Hati Rianty tidak tenang sejak kedatangan Gerald. Walaupun Gerald sudah pergi tanpa berkata apa-apa, Rianty semakin merasa was-was, dia yakin Gerald masih belum menyerah.
Ketika bel pintu berbunyi, Aldi sedang berada di kamar mandi dan sedang mandi, akhirnya Rianty segera turun ke bawah untuk melihat tamunya itu.
Saat Rianty membuka rolling door, Rianty bingung melihat kedua perempuan yang sudah lumayan berumur berdiri di depan pintu tokonya. Wanita yang satu terlihat masih cantik walaupun sepertinya usianya sudah berusia 50 tahun lebih .
Sedangkan yang satu lagi tinggi dan kurus dengan wajah kaku yang sama sekali tidak ada senyumnya.
"Maaf, kalian ini siapa ya?, ada keperluan apa datang ke tokoku? Bisa saya bantu? tanya Rianty sopan.
__ADS_1
"Berani sekali kamu mendekati Tuan Gerald, katakan apa tujuanmu?", ujar Lena mewakili Nyonya nya yang dari tadi malah diam dan hanya memandang Rianty saja
Bersambung........