Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa

Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa
Aku suka yang mengerti aku


__ADS_3

"Iya, aku mau tidak mau menyetujui Gerald untuk menikahi perempuan kampung itu! Tapi setidaknya Gerald tidak menceraikan Monica, jadi Monica bisa mencoba untuk merebut hati Gerald kembali", ujar Bu Rini kepada asistennya Lena.


Bu Rini masih berharap hubungan Gerald dengan Monica akan membaik kembali.


Rini tidak tahu kalau hubungan Gerald dan Monica dari awal sebenarnya sudah hancur.


Lena yang tidak ada hubungan apapun dengan Monica malah merasa tidak puas, saat mendengar cerita tentang Monica yang begitu mengalah, bahkan terakhir Monica membiarkan Gerald mempunyai istri lagi.


"Koq bisa nyonya? Kenapa Monica begitu bodoh, membiarkan Gerald memperistri perempuan kampung itu? Harusnya Monica bertahan jangan mengijinkan!", sahut Lena geram.


"Kamu tidak tahu si Gerald yang keras kepala itu! Bukan saja ngotot mau menikahi perempuan itu, dia bahkan ingin menceraikan Monica. Untung saja akhirnya Rianty memohon pada Gerald supaya tidak menceraikan Monica, dan Gerald akhirnya menyetujui permintaan Rianty. Kelihatannya Rianty tidak terlalu jahat hatinya, dia bahkan setuju saja tidak akan ada perayaan dan apapun di pernikahannya", sahut Ibu Gerald akhirnya menyebut nama Rianty, mengingat Rianty sudah memohon untuk Monica


"Nyonya harus hati-hati, jangan terpengaruh oleh perempuan itu. Yang namanya pelakor tidak ada yang baik, dia saja sudah merebut suami orang, mana mungkin bisa baik hatinya.


Gerald sekarang saja mendengar perkataannya, apalagi nanti kalau sudah menikah. Semakin banyak waktu yang dia miliki bersama Gerald, maka semakin mudah dia mempengaruhi Gerald. Nyonya harus lebih berhati-hati, kita harus usahakan agar dia jangan terlalu sering bertemu Gerald, agar hubungan Gerald dan Monica bisa baik kembali nyonya", ujar Lena mempengaruhi Rini.


Rini yang tadinya sudah mulai melunak pada Rianty, akhirnya terpengaruh lagi karena masukan dari asistennya itu.


"Baiklah, nanti coba kupikirkan lagi bagaimana mengatasi masalah ini!"


...********...


"Besok kita akan mengurus surat pernikahan kita", ujar Gerakd pada Rianty ketika mereka berada di dalam mobil untuk mengantar Rianty kembali ke toko rotinya.


"Baik tuan", sahut Rianty pendek.


"Aku akan membelikan rumah untuk tempat tinggalmu dan Aldi, kamu suka di daerah mana, nanti akan kusuruh sekretaris ku mencarikannya?", tanya Gerald lagi, sekilas melirik ke Rianty, sesudah itu kembali fokus melihat ke jalanan lagi.


Mendengar perkataan Gerald, Rianty sempat tertegun, teringat mungkin saja Gerald akan tinggal bersama dia dan Aldi.

__ADS_1


"Ah beli rumah seperti beli kacang goreng saja untuk orang seperti Tuan Gerald", pikirnya dalam hati.


"Kami bisa tinggal di toko roti saya tuan Gerald, saya pikir tidak perlu membeli rumah lagi untuk kami", sahut Rianty akhirnya.


Mendengar jawaban Rianty, akhirnya Gerald menjadi kesal dan menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kamu bilang kamu akan melayaniku dengan baik! Bagaimana kamu bisa melayaniku dengan baik kalau kita hidup terpisah? Kamu jangan coba menipuku dengan berkata manis, tapi sesudah keinginan mu tercapai, kamu melupakan janjimu! Kamu jangan coba-coba main-main denganku!", ujar Gerald mencengkram dagu Rianty untuk menghadap ke arahnya, dan menatap tajam ke Rianty.


Rianty tertegun mendengar perkataan Gerald, tapi segera menjawab,


"Tidak tuan, saya tidak berani menipu tuan Aldo. Tentu saya akan melayani tuan dengan baik saat tuan ke tempat saya".


Walaupun menjawab dengan tenang, sebenarnya hati Rianty berdebar-debar juga mengingat kata melayani yang dijanjikannya. Dan dia tidak menyangka kalau Gerald akan terang-terangan menagih janjinya.


"Aku tidak suka kamu tinggal di tempat itu! kamu dan Aldi akan kuberikan tempat yang lebih layak. Aku juga ingin membuatkan Aldi sebuah studio, agar dia bisa mengembangkan bakatnya dengan lebih baik lagi! Dan aku adalah suamimu, aku tidak perlu mengunjungimu, setiap hari aku akan pulang. Kamu tentu harus melayaniku setiap hari", ujar Gerald menegaskan keinginannya.


"Tapi bagaimana dengan istri tuan?"


Kamu hanya perlu memikirkan aku dan melayaniku dengan baik. Tidak perlu memikirkan orang lain, aku tidak suka!"


"Baik tuan, aku akan menuruti tuan saja. Aku tidak ada pandangan di mana aku akan tinggal tuan, Tuan Aldo saja yang memutuskan, aku hanya akan mengikuti kehendak tuan saja", sahut Rianty akhirnya memilih mengalah saja.


"Sebaiknya aku menurut saja, bukankah aku harus membuat orang egois ini untuk menyayangiku dan tidak membuangku, agar aku bisa bersama Aldi terus.


Dengan uang yang dia miliki, dia bisa melakukan apa saja, jadi sebaiknya aku menuruti keinginannya saja!", pikir Rianty dalam hati pasrah.


Mendapat jawaban seperti itu, Gerald menjadi senang dan tersenyum puas.


Rianty sempat tertegun melihat senyum yang jarang itu.

__ADS_1


"Aku suka kalau kamu seperti itu! Kamu sungguh mengerti aku dan pintar menyenangkan hatiku", ujar Gerald melepaskan tangannya dari dagu Rianty, dan menepuk-nepuk pipi Rianty.


Rianty hanya bisa menunduk malu mendengar perkataan dan kelakuan Gerald, untungnya sesudah itu Gerald kembali menjalankan mobilnya.


Rianty akhirnya bisa menarik nafas lega setelah tadi sempat menahan nafas karena kelakuan Gerald.


"Huh! Dasar manusia egois!", gerutu Rianty dalam hati.


...********...


"Kamu dapat perempuan itu dari mana Dodi? Hebat sekali! Si Gerald sampai bisa mengikuti semua kemauannya! Ini yang namanya senjata makan tuan. Aku ingin menjadikannya sebagai senjataku, malah dia yang melukaiku!", omel Monica menyalahkan Dodi.


"Saya waktu itu hanya menuruti kemauan nona, jadi saya hanya mencarikan secepatnya nona. Saya tidak tahu asal usulnya, saya bawa dia karena saat itu dia memang membutuhkan uang", sahut Dodi membela diri.


"Lalu bagaimana dengan uang yang nona janjikan untuk menutup mulutnya itu?", sambung Dodi lagi, masih berusaha untuk menipu uang Monica.


"Sudah tidak perlu! sepertinya perempuan itu tidak akan melaporkanku, karena dia sudah mau diperistri Gerald. Dia tidak akan kekurangan uang lagi! Apalagi Gerald begitu menyayangi dia dan menurut padanya!", ujar Rianty penuh rasa iri.


"Kau bantu aku pikirkan bagaimana cara aku bisa membuat agar hubungan dia dan Gerald memburuk. Kalau tidak saat perempuan itu sudah berkuasa, aku pasti akan ditendang si Gerald. Untung saja aku masih dibela si mertua yang gila cucu itu. Huh.. walau membelaku, tapi dia masih begitu menginginkan cucunya itu!Untuk istri Gerald dia perduli asalnya, tapi begitu untuk cucunya, dia sudah tidak perduli darimana asalnya!", omel Monica yang tidak puas dengan Rini, walaupun Rini sudah membelanya.


Mendengar perkataan Monica, Dodi bukannya membantu Monica berpikir.


Dodi malah sibuk dengan pikirannya sendiri, Dodi mulai menyesal sudah meminta putus hubungan dengan Rianty.


Sebenarnya dengan Rianty menjadi kesayangan Gerald, tentu mudah sekali meminta bantuan pada keponakannya yang baik hati.


Tapi dia dari dulu merupakan sekutu Monica, bagaiman caranya dia bisa mengaku sebagai pamannya Rianty lagi?


Akhirnya hari ini Dodi benar-benar menyesal sudah mengikuti Monica yang menurutnya "bodoh".

__ADS_1


"Heran dengan rupanya yang begitu cantik saja tidak bisa menaklukan hati tuan Gerald, masih kalah dengan keponakanku yang dari desa!", gerutu Dodi dalam hati penuh penyesalan.


Bersambung........


__ADS_2