
"Ayo Al, kita jodohin papaku, dan mamimu! nanti kita jadi saudara lho", ujar Angel berusaha merayu Aldi saat mereka menunggu jemputan masing-masing.
Hari ini mereka keluar lebih cepat, karena Angel dan Aldi sudah selesai mengerjakan tugas sekolah mereka.
Semakin hari Angel semakin ingin memiliki seorang ibu, karena melihat Rianty yang begitu memperhatikan Aldi dan penuh kasih sayang.
Devan juga menyayangi Angel, tapi berbeda. Devan kadang sibuk dengan bisnisnya sehingga kurang memperhatikan Angel, kalau sedang sibuk.
"Aku sudah punya papa! Gak mungkin dong mamiku nikah sama papamu!
Kalau laki-laki punya istri dua wajar, tapi kalau perempuan punya suami dua kan gak ada!", sahut Aldi kesal, karena membuat Aldi teringat ucapan Rianty yang mengatakan kalau papanya sudah punya istri.
"Kamu jangan bohong aku Al, siapa papamu? Kamu pasti gak bisa ngomong kan? Dasar pelit! takut mamimu lebih suka sama aku ya? kalau papaku jadian sama mamimu?", tanya Angel tidak puas dengan jawaban Aldi.
"Terserah deh apa maumu! nanti kalau mamiku datang kamu tanya saja langsung, mau gak mamiku jadi mamimu juga!", sahut Aldi yang sudah capek meladeni permintaan Angel itu.
"Benar ya? Aku tanya sendiri ya? Awas ya kalau kamu halang-halangi aku! janji ya!", ujar Angel merasa senang, karena mengira Aldi sudah setuju.
"Terserah kamu Angel!", jawab Aldi mengedikan bahunya.
...********...
"Lho om datang jemput aku? Emang papaku nyuruh om jemput aku?", tanya Angel begitu melihat Gerald turun dari mobilnya.
"Enggak, om datang menjemput Aldi, kalau Angel mau sekalian ikut juga boleh", sahut Gerald.
"Lho om kan biasanya sibuk? Koq sempat-sempatnya jemput Aldi?", tanya Angel yang mulai curiga, Angel takut Gerald menyaingi papanya mendekati Rianty.
"Karena Tante Rianty baru sembuh dari sakitnya", sahut Gerald.
"Kan bisa sekalian ikut aku pulang om, Om kan orang sibuk", ujar Angel lagi, bahkan rasa takut dan segannya pada Gerald sudah hilang, dia takut Gerald merebut ibu pilihannya.
Ternyata pertanyaan Angel membuat Gerald kewalahan menjawabnya. Gerald hanya bisa menarik nafas kesal menghadapi Angel yang ceriwis.
"Om mu jemput aku gak salah, dia itu papaku!", sahut Aldi kesal karena Angel yang dari tadi ribut terus.
"Dasar jahat, ngomong sembarangan! masak kamu sama papaku gak mau, malah maunya sama om Gerald yang sudah punya istri. Nanti aku laporin sama Tante Monica!", ujar Angel yang marah mendengar jawaban Aldi.
__ADS_1
"'Lapor saja, aku juga sebentar lagi tinggal sama papa dan mamiku! Nanti tantemu juga tahu!", sahut Aldi.
Gerald menjadi bingung melerai adu mulut antara Aldi dan Angel, apalagi Gerald sama sekali tidak berpengalaman tentang anak kecil. Akhirnya Gerald hanya diam terpaku dan tak bisa berkata apa-apa.
Untungnya sesudah itu supir Devan datang menjemput Angel, Devan hari ini berhalangan menjemput Angel.
Akhirnya Devan mengutus supirnya untuk menjemput Angel.
"Huh kamu nyebelin! Awas ya kamu! jahat! kita sekarang musuhan, bukan teman lagi", ujar Angel sebelum menuju ke mobil.
Angel masih berpikir kalau Aldi lebih memilih pamannya daripada papanya, karena itu akhirnya membuat Angel menganggap Aldi tidak setia kawan dan marah.
Angel masih tidak sadar kalau Gerald adalah papa kandung Aldi!
Aldi hanya menatap kepergian Angel dengan menghela nafas.
"Dasar mau menang sendiri, sok tahu, dikasih tahu masih gak ngerti, huh!" gerutu Aldi kesal.
"Kenapa Angel marah pada Al?", tanya Gerald yang ingin tahu
"Lagipula kenapa sih papa punya istri sampai dua? Emang gak cukup ya punya Aldi dan mami saja! Apakah orang kaya harus punya banyak istri? biar kelihatan keren?", tanya Aldi bertubi-tubi mengeluarkan rasa tidak puasnya pada Gerald.
Mendengar pertanyaan Aldi, akhirnya Gerald harus mengakui, dia juga kewalahan menghadapi pertanyaan anaknya yang genius ini.
Padahal dulu dia masih mentertawakan sekretarisnya.
Saat ini Gerald merasa menyesal tadi datang sendiri, bukan dengan sekretarisnya yang pintar menyelesaikan masalah. Setidaknya sekretaris Kim bisa membantu dia menghadapi Al.
...********...
Angel yang kesal dengan Aldi, akhirnya meminta supirmya mengantarnya ke kantor ayahnya. Angel tidak sabar mengadukan hal yang dia lihat kepada Devan.
Untungnya saat Angel sampai, Devan sudah selesai meeting dan sudah berada di kantornya.
"Lho Angel koq ke sini? Kenapa Angel tidak langsung pulang ke rumah? Nanti nenek mencarimu!", tegur Devan pada Angel, saat Angel masuk ke dalam ruangan nya.
"Ada hal penting yang mau Angel kasih tau pa!", sahut Angel
__ADS_1
"Kan nanti malam tunggu papa juga bisa! Ya sudah, Angel mau ngomong apa? katakan saja", ujar Devan akhirnya.
"Om Gerald mau nikah lagi pa!"
"Ah sembarangan kamu, kata siapa?", tanya Devan tersenyum, mengira Angel berbicara sembarangan.
"Aldi yang ngomong pa!", sahut Angel kesal, karena melihat sepertinya Devan mentertawakan ya.
Akhirnya Devan tertawa ,
"Kamu sudah dikerjain Aldi kali", sahut Devan.
"Masak Aldi bisa tahu masalah Om Gerald, sedangkan kenal saja juga baru-baru ini!", sambung Devan yang tidak percaya dengan perkataan Angel.
"Aldi ya tahu dong, orang yang mau dinikahin Om Gerald adalah mamanya Al koq!", ujar Angel kesal karena Devan mentertawai dia
Devan yang dari tadi tidak terlalu serius mendengar perkataan Angel dan sedang menulis, langsung menghentikan kegiatan menulisnya dan menatap serius ke Angel kali ini.
"Kamu jangan asal ambil kesimpulan Angel! Berdasarkan apa kamu bisa bicara begitu?", tanya Devan mulai gusar.
"Tadi Om Gerald yang menjemput Aldi pulang sekolah, pa! Tadinya Angel kira papa yang meminta tolong om buat jemput Angel. Eh ternyata om Gerald khusus datang untuk menjemput Aldi.
Dan Aldi bilang ke Angel kalau Om Gerald itu papanya.
Berarti kan Om Gerald dan Tante Rianty akan menikah dong! kalau tidak kan gak mungkin jadi papa Al", ujar Angel bercerita dengan mengebu-ngebu, karena dia masih kesal dengan Aldi yang tidak mau menerima Devan sebagai papanya, tapi malah mau menerima Gerald sebagai papanya, padahal Gerald itu suami dari Tante Monica nya.
"Kamu yakin Aldi tidak membohongimu?", tanya Devan yang sudah berubah serius kali ini.
"Tidak pa, Al waktu mengatakannya itu serius. Angel kan sudah lama temanan sama Al, jadi Angel tahu dong sifatnya
Al ", sahut Angel.
"Kurang ajar si Gerald, sudah menikahi adikku masih mengincar perempuan lain!Bahkan dia berani merebut wanita yang sedang kudekati!", pikir Devan marah dalam hati.
"Baiklah, nanti coba papa tanya sama tante Monica dulu", ujar Devan pada Angel, menyembunyikan kemarahannya dalam hati.
Bersambung ......
__ADS_1