
Yang sadar dari keterkejutan itu justru Rini dulu, Rini yang tidak tahu permasalahan sebenarnya menjadi marah dan kesal.
"Dasar anak gak berbakti! Ibu begitu lama merindukan seorang cucu, kamu malah tidak pernah berhubungan dengan Monica, bagaimana ibu bisa punya seorang cucu? Kau malah punya anak dengan perempuan lain yang gak jelas asal usulnya. Kalau kau tidak mau harusnya kau dulu menolak waktu ibu mau menikahkan mu dengan Monica. Ibu masih bisa mencarikan mu gadis lain dari kalangan kita!", sesal Rini yang menghampiri Gerald dan memukul lengan Gerald melampiaskan kekesalannya.
Bagaimana pun juga bagi Rini bibit, bobot dan bebet tetap penting.
Gerald menjadi bingung untuk menjawab ibunya, Gerald sama sekali tidak menyangka kalau ibunya akan muncul.
Sedangkan dia tidak mungkin mengatakan pada ibu nya kalau Rianty adalah perempuan yang dibeli Monica untuk menggantikan Monica pada malam pertama.
Pasti ibunya akan semakin menganggap rendah Rianty yang hanya bisa dibeli dengan uang.
Asal Rianty yang dari kampung dan pendidikan Rianty yang rendah saja sudah membuat Rini tidak menyukai Rianty, apalagi kalau Rini tahu Rianty bisa dibeli, walaupun alasannya Rianty sudah ditipu paman nya.
"Kalaupun Monica suka menggunakan uangmu untuk berfoya-foya, selama kamu sanggup enggak ada salahnya bukan?
Dia memang berasal dari keluarga berada, tentu sudah terbiasa hidup mewah!", ujar Rini yang malah membela Monica.
...********...
Rianty yang dari tadi hanya mendengarkan, hatinya mulai khawatir lagi. Apalagi dia belum memenuhi janjinya untuk bercerai dengan Gerald, Rianty menjadi was-was dan takut Aldi akan diambil.
Tanpa sadar Rianty melepaskan tangan Gerald yang tadi dia genggam, tentu Gerald mengerti kekhawatiran Rianty.
"Aduh, aku harus bagaimana menghadapi ibu Gerald yang tidak menyukaiku. Aku sekarang juga tidak mungkin seenaknya meninggalkan mas Aldo lagi, bagaimanapun mas Aldo sudah beberapa kali berkorban untuk ku", pikir Rianty yang semakin cemas.
"Lena, bawa ibu keluar dari ruangan. Aku ingin berbicara dengan Devan saja! Ibu tidak perlu mendengar pembicaraan kami!", ujar Gerald tegas dan menatap tajam ke Lena. Gerald yakin hanya Lena yang sanggup membawa Rini keluar.
"Ibu tidak mau keluar sebelum kamu menjelaskan alasanmu!", ujar Rini.
"Kalau aku bilang Monica punya simpanan, apakah ibu percaya", tanya Gerald. Akhirnya Gerald menggunakan alasan itu.
__ADS_1
"Jangan sembarang bicara kamu Gerald. Tidak mungkin adik ku melakukan hal seperti itu. Monica perempuan baik-baik, tidak mungkin akan melakukan hal seperti, Justru kaulah yang menghianati adik ku, memiliki hubungan dengan perempuan itu!", ujar Devan geram, tidak bisa menerima alasan Gerald, sambil menunjuk ke Rianty.
Kali ini Devan sudah benar-benar dendam pada Rianty, bahkan sampai anti menyebutkan namanya.
"Lena! bawa ibu keluar sekarang juga!", ujar Gerald kali ini benar-benar sudah emosi, bahkan mukanya sudah memerah semua.
Bahkan Rianty juga menjadi takut melihat kemarahan Gerald.
Lena yang sebenarnya penasaran juga menjadi takut melihat kemarahan Gerald, segera menarik Rini ke luar ruangan sambil menghibur Rini,
"Ayo nyonya kita keluar dulu, biar yang muda menyelesaikan masalahnya sendiri dulu, bagaimanapun tuan muda adalah anak nyonya, kita tetap harus memihak pada nya. Biar nanti masalah nya dengan nyonya dibicarakan di rumah saja nyonya!"
Rini yang sejak tadi sebenarnya sudah merasakan lemas pada seluruh tubuhnya, akhirnya hanya menurut saja saat dipapah Lena, apalagi perkataan Lena ada betul nya juga.
...********...
"Baiklah Devan aku akan memberitahu padamu semua kelakuan adikmu yang sebenarnya! Kalau kau masih tidak bisa terima, saat Rianty sudah pulih, aku akan membawamu bertemu dengan saksinya", ujar Gerald berusaha sabar menghadapi Devan yang emosi.
"Kau jangan berbelit-belit, katakan saja langsung!", ujar Devan yang masih terbawa emosi, dan dari tadi masih berdiri tegang di posisinya menatap marah pada Gerald.
"Dari pertama semua adalah rencana Monica. Kau jangan menuduhku berselingkuh dengan Rianty! Bahkan Rianty adalah perempuan yang diberikan oleh adikmu yang baik itu di malam pertama kami!" ujar Gerald.
"Memang adik ku gila, melakukan hal seperti itu? kau jangan asal fitnah saja!" sahut Devan tidak terima.
"Kan aku sudah bilang kalau Monica itu memang perempuan gila. Ada buktinya, yaitu orang yang mencarikan perempuan pengganti Monica, kalau tidak percaya aku akan membawamu menemui supir pribadinya Monica itu! Bahkan Monica berani memberikan obat untuk ku malam itu, agar aku tidak sadar dan tidak mengenali dengan siapa! Kalau tidak ada pengaruh obat, aku tidak mungkin akan melakukan hal itu! Kau mengenalku begitu lama, masak kau tidak tahu sifat ku!", ujar Gerald dengan tegas.
Kali ini Devan langsung terdiam, Devan benar-benar kehabisan kata dan merasa tubuhnya lemas seketika, kali ini otaknya mulai bisa berpikir jernih dan menyadari kalau perkataan Gerald ada benarnya.
"Lantas mengapa dia melakukan hal itu?", tanya Devan mengambang, tidak sekencang tadi lagi, karena mulai ragu.
"Karena sejak sekolah di Paris dia sudah terpengaruh pergaulan bebas, dia melakukan hal itu agar terlihat sebagai gadis suci di depanku. Supaya lebih jelas, kau bertanya langsung saja pada adikmu itu! Aku tahu ini hanya dari supir pribadinya", ujar Gerald.
__ADS_1
"Dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui, bahkan dia mempunyai simpanan yang bernama Patrick. Yang juga bekerja di kantornya, baru akhir-akhir ini berhenti dari kantornya Monica
Bahkan dia meminjam uang di Bank ku dalam jumlah besar, sebagai modal untuk pria itu bermain saham!", sambung Gerald lagi.
Kali ini Devan mencari tempat duduk, dan terduduk lemas, tidak menyangka akan menemui kenyataan seperti itu, apalagi dia sudah dibohongi oleh adiknya.
"Rasanya Gerald tidak mungkin berbohong, berarti selama ini Monica sudah menyembunyikan rahasia besar, bahkan ibu saja tidak tahu", pikir Devan dalam hati yang teringat kalau dia pernah ke kantor Monica dan pernah bertemu dengan Patrick karyawan Monica yang berwajah tampan itu, yang mana saat itu dia sempat curiga, untuk apa Monica menambah pegawai disaat keadaan usahanya sedang jatuh.
"Baiklah, aku akan bertanya pada Monica dan meminta dia untuk berbicara jujur!", ujar Devan akhirnya.
"Tapi mengingat hubungan kita selama ini setidaknya lepaskan Monica, kita selesaikan semuanya secara kekeluargaan. Bagaimanapun kejadian hari ini kalau sampai ke tangan yang berwajib, tentu akan mempengaruhi nama besar keluarga kita berdua", pinta Devan kali ini dengan suara memohon.
"Bagiku nama tidak penting! keselamatan Rianty lebih penting buatku. Monica sudah dua kali berusaha mencelakai Rianty. Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu Devan", ujar Gerald.
"Apa maksudmu dua kali Gerald?", tanya Devan bingung.
"Dulu Rianty kecelakaan motor, juga Monica yang merencanakannya, karena Monica takut aku mengenali Rianty", ujar Gerald geram.
Rianty yang dari tadi duduk menunduk, karena malu dengan masa lalunya, yang pernah menjual diri, dan juga merasa bersalah dan takut Gerald akan marah padanya karena merahasiakan keberadaan paman nya pada Gerald, juga kaget mendengar perkataan Gerald.
Bersambung.........
...ππππππππ...
...Jangan lupa pencet like & buat yang suka bisa kasih komentar, hadiah dan vote pasti diterima dengan senang hatiπ€£π€£...
...agar Author selalu semangat berkarya atas dukungan pembaca semua....
...Semoga karya author bisa menghibur selalu....
...Love you all...
__ADS_1
...πππππ...